
Jessica yang sibuk mencari album foto dan juga semua hal tentang Rey kembali. Satu persatu barang-barang yang sudah dia packing dalam box container di dalam gudangnya, sengaja dia ambil kembali.
Jessica kemudian membuka barang-barang yang sudah sekitar 10 tahun lalu berada dalam container di gudang rumahnya. Semua yang ada di dalam box container ini adalah barang-barang yang pernah Rey belikan untuknya.
Jessica mulai membukanya. Bingkai foto dengan Rey mengingatkan dia menjadi anak kuliahan semester pertama. Rey dan dirinya masih sangat begitu imutnya saat mengenang foto yang ada di bingkai itu. Isi kepalanya berjalan mengenang kejadian-kejadian yang hampir terlupa 10 tahun lalu. Rey yang selalu menomorsatukan dirinya dalam segala hal ketimbang dirinya sendiri. Bahkan bisa selalu diandalkan jika uang yang diberi ayahnya tidak mencukupi untuk membelikan barang-barang yang diinginkannya. Bahkan dia harus rela kerja part time membantu di kantor ayahnya yang belum sebesar sekarang demi bisa mengajak Jessica berkencan untuk menikmati segala hal yang diinginkan Jessica.
Jessica lantas mengunggah semua foto barang-barang 10 tahun silam kenangan bersama Rey di aplikasi pesan dalam ponselnya.
Rey yang sedang duduk menatap layar laptop mendengar bunyi ponsel yang sudah dia setting supaya tidak ketinggalan berita tentang Jessica. Ting. Rey langsung melihat semua unggahan Jessica malam itu.
Rey menatap penuh bimbang dengan keadaan dirinya dan Jessica sekarang. Meskipun bibir ini berkata sudah melupakannya namun hati tidak bisa dibohongi. Pada kenyataannya, meskipun ada wanita yang tak kalah cantik berada di sampingnya. Pikirannya tetap tertuju kepada Jessica yang ingin kembali kepadanya. Bahkan Rey bingung dan merasa bersalah dengan Elea. Karena sampai di 6 bulan pernikahannya, baik Rey maupun Elea, benar-benar tidak bisa menjanjikan rumah tangganya akan bahagia. Hanya tinggal bersama namun tanpa cinta. itulah yang lebih tepatnya menggambarkan kehidupan rumah tangga mereka.
Rey yang mengingat foto dalam bingkai yang diunggah oleh Jessica. Senyum-senyum sendiri mengenang masa-masa dalam foto itu ketika masih menjadi anak kuliahan semester pertama. Wajahnya sudah terlihat tampan dari dulu. Namun menurutnya ketampanannya sekarang jauh mendekati sempurna ketimbang dulu.
Kamu belum tidur Jess? Pesan Rey kepada Jessica.
Belum Rey. Balasan Jessica.
Lucu ya, diikuti emoticon tertawa. Kita masih imut-imut banget waktu itu. Menjadi anak kuliahan semester pertama. Pesan Rey berlanjut.
Emoticon tertawa yang memperlihatkan gigi. Iya. Lihat ini Rey! Jessica mengirim semua barang-barang dari buku, pulpen, aksesoris dan banyak sekali barang-barang yang pernah dibelikan Rey untuknya. Dan semua terlihat usang. Karena sudah 10 tahun silam.
Rey yang mengirim emoticon tersenyum. Kamu bahkan masih menyimpannya.
Jessica yang tak membalas pesan terakhir Rey. Jessica berusaha sekuat tenaga untuk benar-benar ingin melupakan Rey walaupun sulit. Jessica akhirnya mengemasi barang-barang yang akan dibawanya ke Australi. Sepertinya Jessica akan sedikit lebih lama tinggal di Australi sambil berkantor di usahanya yang berada di sana.
Malam berlalu dengan cepat. Keesokan harinya. Elea terbangun dengan posisi tidur yang sama. Posisi tidur yang memunggungi suaminya. Begitu juga dengan Rey. Posisi tidur yang memunggungi Elea. Seketika wajah Elea tertunduk, bersedih. Memperhatikan gaun tidur malam yang dikenakannya. Meskipun sudah terlihat seksi dan menggoda, sedikitpun Rey bahkan tidak menyentuh nya. Elea berusaha tegar dan tetap tenang. Merasa masih ada banyak hari untuk memikat suaminya untuk jatuh cinta kepadanya. Elea kemudian bergegas mandi dan berganti baju kerja. Dengan sembunyi-sembunyi Elea membuka buku panduan dengan halaman berikutnya. 2. Perlihatkan leher dan pergelangan tangan. Dengan menyemprotkan minyak wangi atau parfum di area tersebut Adalah sebuah tanda kejujuran dan keterbukaan pada pasangan.
Elea lantas mempraktekkannya. Berdiri di meja riasnya.
Rey yang sedari tadi memperhatikan aneh sikap istrinya. Menelan ludah. Sembari membenahi kancing teratas kemeja yang dikenakannya. Memakai jas lalu berjalan mendekat ke arah Elea berdiri. Hidung Rey mengendus hingga hampir menyentuh leher Elea. " Honey...what happen?" Rey mengernyitkan dahinya.
Elea yang kesal dengan pertanyaan suaminya. Melengos lalu meninggalkannya terlebih dahulu menuju meja makan. Dasar suami tidak peka!
" Selamat pagi Tuan Rey." Asisten rumah tangga yang mendekat ke arah Rey yang sedang duduk menikmati makan pagi.
" Iya." Rey yang mengusap bagian bibirnya menggunakan kedua tangannya dengan tisu.
" Ada paket untuk anda Tuan." Asisten rumah tangga yang memberikan box container.
Rey yang sedikit heran. Karena pertama dia sangat jarang untuk belanja online. Kedua, paketnya adalah box container ukuran sedang. Memandang dengan rasa ragu apa benar paket ini ditujukan kepadanya? dari siapa? apa isinya? " Ya sudah, tolong letakkan di bagasi mobil saya."
" Baik pak."
Elea dan Tuan Di yang menatap aneh. Karena baru pertama kalinya Rey mendapati paket misterius. Tidak ada pengirimnya sama sekali. Tanpa ada kejelasan apa maksud mengirim paket tersebut. Dan Rey sendiri kebingungan menerima paket tersebut.
Makan pagi usai dan waktunya berangkat ke kantor. Rey sebenarnya tidak sabar ingin membuka box container yang berada dalam bagasi mobilnya.
" Honey..." Elea yang memanggilnya untuk segera naik ke dalam mobil.
Rey akhirnya mengurungkan niatnya. Masuk ke dalam mobil dengan membawa rasa penasarannya.
Setibanya di kantor. " Honey...kamu duluan!"
" Ada meeting Honey." Elea yang mengingatkan Rey bahwa pagi ini ada meeting.
Rey yang memberikan telapak tangannya di kening. Merasa tersadar karena pagi ini ada meeting penting. Jajaran direksi sedang membahas projek-projek yang akan dikembangkan guna kemajuan Perusahaan ANDRO.
Rey dan Elea akhirnya masuk ke dalam kantor dan menuju ruang meeting. Rey lagi-lagi masih membawa rasa penasarannya tentang isi dari box container yang ada di dalam bagasi mobilnya.
Sementara Rey yang sedang memimpin meeting dan rapat dengan jajaran direksi. Jessica sedang berada di Bandara. Jam terbang pesawat paginya delay hingga waktu yang belum bisa dipastikan. Penerbangan ke Australi nya sedikit ada kendala cuaca karena memang pagi itu seperti akan hujan. Cuaca mendung yang terlihat gelap pagi itu seperti menggambarkan suasana hatinya yang galau, kacau dan berantakan. Sesekali Jessica melihat ponselnya. Berharap Rey menghubunginya setelah membaca surat yang dia kirimkan pagi tadi bersama dengan box container. Jessica juga sering sekali menoleh ke arah pintu masuk Bandara. Berharap Rey datang mengucapkan salam perpisahan untuk nya. Meskipun dia tidak tinggal menetap di Australi, namun jika Rey datang menemui dirinya. Perasaannya akan sedikit terobati dari hancurnya hati. Jessica yang mulai gelisah. Terus-menerus memeriksa ponselnya. Namun sekali lagi, harapan jika Rey akan datang yang sekedar mengucapkan salam perpisahan kepada dirinya sepertinya pupus.
BERSAMBUNG