
Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya
•
•
•
•
•
“Kalau begitu aku ke bawah dulu”ucap Naura.
“Aku juga ke bawah”
Mereka berdua ke ruang meja makan dengan berpura pura seperti pasangan suami istri.
“Pa sepertinya mereka sudah saling mencintai”ucap mama Varel pada suaminya.
“Ya kalau pun itu benar maka baguslah”
Keluarga itu pun makan malam dengan tenang,karena sudah peraturan jika makan tidak boleh bicara.
Sekarang mereka sedang ada di lantai paling atas rumah itu.
Mereka berniat untuk memanggang daging di sana,para perempuan sedang sibuk memanggang daging para pria sedang bermain billiard.
Tak lama kemudian daging panggang sudah siap karena banyak pelayan yang membantu.
“Naura pangilkan papamu dan suamimu”
“Siap mama ku yang cantik”
Naura masuk ke ruang billiard untuk memanggil pasangan ayah dan anak itu.
“Pa,Varel itu dagingnya sudah matang”
“Baiklah,ayo Varel kita sudahi bermainya”
“Iya pa”
Mereka pun berjalan menuju tempa bangku yang sudah di siapkan.
Waktu terus berjalan kini keluarga itu sedang ada di ruang tengah sambil berbincang kecil,Naura dan Varel duduk berdekatan karena tak mau orang tuanya curiga dengan mereka.
“Varel apa kamu tak ada rencana untuk bulan madu?”ucap mamanya.
“Kami masih belum ada waktu ma”ucap Varel.
“Varel,meskipun sekarang kau sudah menjadi pemilik perusahaan kau juga harus meluangkan waktu untuk istrimu”ucap mama Varel.
Yaa,Varel sudah resmi menjadi pemilik perusahaan papanya saat dia dan Naura menikah.
“Tidak apa ma,lagian kan bisa menunggu Varel punya waktu kosong”ucap Naura.
“Tidak Naura kalian harus pergi bulan madu”tegas mamanya.
“Tapi ma”ucap Varel.
“Tidak ada kata tapi”tegas mamanya.
“Baiklah ma,kita akan pergi bulan madu tapi tidak dalam waktu dekat ini”jelas Varel.
“Baiklah kalau begitu 5 hari lagi”
“Tapi,ma-“sela Varel.
“Tidak ada penolakan”ucap papanya.
“Baiklah terserah kalian”ucap Varel.
“Naura ayo kita istirahat aku sudah capek”ajak Varel.
“Baiklah ayo”
“Ciee yang mau bikinin mama cucu”goda mamanya.
“Isshh,mama apaan sih”ucap Naura malu.
“Gak papa buat yang banyak biar mama cepet gendong cucu”
“Iya kan pah?”
“Pastilah papa juga udah gak sabar”
Mereka pun meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju kamar mereka.
Saat sudah ada di dalam kamar Naura mengunci kamar agar tidak ada yang melihat mereka.
“Varel apa benar yang kau katakan tadi?”
“Tentang apa?”
“Bulan madu”
“Ya benar”
“Kenapa kau tidak menolaknya tadi?”
“Kau tau sendiri bagaimana keras kepalanya mama”
“Iya sihh tapi kamu gak akan macem macek kan”
“Ngapain juga aku macem macemin kamu gak tertarik”
“Isshh”
Mereka pun tidur karena hari sudah malam,mereka tidur dengan tempat biasah tapi kali ini Naura yang di ranjang Varel di sofa.
“Naura,Varel”ucap seseorang di balik pintu.
Naura yang mendengarkan suara itu langsung terbangun dan melihat jam di dekat meja sisi tempat tidur.
“Apaa,aku telat bangun”
“Pasti itu mama,tapi bagaimana Varel”
Naura berjalan mendekati Varel.
“Varel bangun”
“Varel bangun mama ada di depan”ucapnya sambil menggoyang pelan tubuh Varel.
Varel yang merasa terusik membuka matanya yang masih belum sepenuhnya sadar.
“Apa?”
“Ituuu mama di depan pintu”
Varel yang mendengarkan itu sepontan pindah tempat ke ranjang.
Naura yang melihat itu langsung menuju pintu untuk membukakan mertuanya yang dari tadi sudah gedor gedor.
“Iyaa ma”
“Kenapa kau bangun telat?”
“Ohh iya mama lupa pasti kalian kelelahan membuatkan mama cucu ya”
Seketika wajah Naura menjadi merah seperti sedang memakan makanan terpedas di dunia ini.
“Cepatlah ke bawah ayo sarapan”
“Baik ma sebentar lagi kita ke bawah”saut Varel dari ranjang yang masih setia dengan posisi rebahanya.
Beberapa menit kemudian pasangan itu turun untuk sarapan bersama mama dan papanya itu.
Sarapan berjalan dengan Normal tanpa ada obrolan sedikit pun.
Kini Naura dan mama mertuanya sedang santai santai di taman belakang rumah sedangkan Varel bersama papany sedang berbincang apa lagi kalau bukan soal bisnis.
Karena hari sudah mulai sore dan papa Varel akan bertemu teman bisnisnya mereka pun berpamitan pulang.
“Naura mama dan papa pulang dulu ya”
“Iya ma hati-hati di jalan”
“Jangan lupa buatkan mama cucu yang banyak ya”
“Dan jaga dirimu baik baik”
“Iya ma”
“Varel mama pulang”
“Iya ma”
Mobil mereka pun sudah meninggalkan halaman rumah Naura dengan lancar tanpa hambatan.
Sekarang di rumah itu hanya ada kesunyian tak ada yang berbicara sama sekali,karena hari ini hari libur jadi Varel di rumah.
“Varel”ucap Naura memecahkan keheningan.
“Hemm”
“Aku sangat bosan di rumah”
“Belanjalah”
“Tidak,aku tidak mau”
“Lakukan apa pun sesukamu”
“Apa aku boleh bekerja?”
“Tidak,apa yang di pikirkan publik cika istri se orang raja bisnis bekerja”
“Tapi Varel tidakkah percuma kau kuliah”
“Lakukan sesukamu asal jangan bekerja”
“Apa tidak boleh”
“Tidak”
“Aku mohon”
Varel yang tidak tega dengan Naura yang meminta sampai memohon selerti itu...
“Baiklah kau boleh bekerja,tapi menjadi asisten pribadiku”
“Baiklah”ucap Naura semangat.
Oke sekian dulu makasih💜
jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..
Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..
Aku akan usahain untuk up setiap hari tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.
Salam dari aku...
Tetep jaga kesehatan dan pola makan
❤️🖤❤️🖤❤️🖤