
Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya
•
•
•
•
•
Hari ini adalah yang ditunggu Naura karena akhirnya dia melakukan kegiatan yang berguna selain belanja dan menghabiskan uang.
Waktu sudah menujukan 08.00 pagi sekarang mereka berdua bersiap menju kantor Varel,Naura tak telalu gugub karena sudah biasah ia mengurus kantor papanya saat beliau keluar kota atau sakit.
“Apa kita berangkat sekarang?”
“Tidak besok”ucap Varel sambil masuk mobil.
“Isshh,aku hanya bertanya apa salahnya”ucapnya sambil masuk mobil.
Mobil mereka sudah berangkat menuju gedung utama perusahaan Wijaya group.
“Sudah sampai,ingat jaga perilakumu kau adalah istri pemilik perusahaan”
“Baiklah,lagian aku juga sudah biasah”
Mereka pun sudah ada di depan gedung perusahaan para kariyawan yang melihatnya memberi hormat dan ada beberapa yang menyapa mereka,tetapi Varel tetap dengan gaya cool nya.
Sedangkan Naura menanggapi dengan senyum ter cantiknya,banyak kariyawan yang iri dengan pasangan itu.
Mereka sudah ada di lift khusus untuk menuju ruangannya,disana sudah ada sekertaris pribadi Varel yang sangat dia percayai.
“Varel di mana ruanganku?”
“Ikut denganku”
Naura berjalan mengikuti Varel dan di ikuti dengan asistennya.
Sekarang mereka sudah ada tepat di depan ruangan.
“Varel ini kan ruangan mu”
“Memangnya kenapa”
“Kan aku tanya ruanganku”
“Ruanganmu sama denganku”ucapnya sambil berjalan masuk.
Sedangkan asisten Varel hanya diam menyaksikan suami istri sambil diam.
“Ohh iya kamu devan kan?”ucapnya pada sekertaris Varel.
“Iyaa,bagaimana anda dapat mengenal saya”
“Jangan bicara terlalu formal dengan ku pangil saja Naura aku sudah sering melihatmu saat di kampus”
“Kalau begitu saya permisi dulu”
“Tunggu aku mau tanya apa memang biasanya asistennya di tempatkan di ruangannya”
“Sangat tidak mungkin karena biasanya Varel tak suka jika ada perempuan masuk ke ruangannya tanpa izin darinya langsung”ucapnya lebih terasa akrab.
“Tapi kenapa aku di tempatkan satu ruangan dengannya?”
“Entahlah mungkin karena kau adalah istrinya dan dia mungkin dia tak mau istrinya di lirik laki laki lain”godanya.
“Aisstt,baiklah aku ke dalam dulu”
“Baiklah sampai jumpa”
Ternyata Devan sikapnya sangat bersahabat tak seperti yang ia bayangkan(batin Naura).
Naura langsung masuk ke ruangannya.
“Kenapa kau lama sekali,cepat periksakan jadwal ku hari ini”
“Baiklah sebentar aku cek”
Naura menuju meja yang sudah di siapakan untunya dan langsung meng otak-atik komputernya.
“Varel hari ini ada meeting dengan klien dari korea jam 10.00,dan ada makan siang dengan dengan klien perusahaan putra group”
“Apa tidak ada lagi?”
“Sementara hanya itu,mungkin yang lain akan menyusul”
“Baiklah”
Mereka kini sedang bergulat dengan komputernya masing masing,Naura sama sekali tidak ada masalah dengan pekerjaan barunya.
Kini mereka sudah ada di ruang meeting yang sudah ada banyak klien penting dari korea.
Setelah kurang lebih 1,5 jam mereka meeting akhirnya selesai dengan hasil yang memuaskan.
“Varel apa benar mereka brand ambassador produk makanan kita?”ucapnya saat semua orang sudah keluar dan hanya tersisa mereka berdua.
“Memangnya kenapa?”
“Aku sangat mengidolakan mereka”
“Aku tak memikirkan pendapatmu aku hanya memikirkan keuntungan dari menjali kerja sama dengan mereka”
“Kau benar dengan menjadikan mereka brand ambassador penjualan akan menikat pesat,karena banyak di negara ini yang rela membeli barang atau makanan yang kerja sama dengan idolnya”
“Ternyata kau cukup pintar”
“Tentu saja aku kan sudah mendalami ilmu ini lagian aku juga murid paling pintar di universitas”
“Setelah aku”ucap Varel dengan nada meremehkan.
Kini jam makan siang telah tiba Naura dan Varel dalam perjalanan menuju tempat bertemu janji dengan klien Varel.
“Pesan lah makanan sambil menunggu mereka datang”ucap Varel.
“Baiklah”Naura mulai membuka buku menu dan memesan makanan untuk dirinya dan Varel.
“Davan kau ingin memesan apa?”tanya Naura.
“Terserah yang penting bisa kenyang”ucapnya.
“Baiklah”ucap Naura dengan tertawa.
“Apa kau sudah akrab dengan Devan?”
“Kau lihat”
Tak selang beberapa waktu makanan sudah tiba mereka menyantap makanan dengan lahap sambil menunggu,Varel sengaja datang lebih cepat dari waktu yang di tentukan agar mereka bisa makan siang.
Setelah mereka makan klien yang di maksut dalam jadwal Varel tiba,Naura yang sangat terkejut dengan seseorang yang ada di hadapanya sekarang.
“Selamat siang pak Varel maaf lama menunggu”
“Tidak apa”
Mereka pun saling berjabat tangan menandakan kerja sama antar mereka resmi di jalankan.
“Kenapa kau tampak canggung?”tanya Varel saat di perjalanan.
“Tidak ada apa apa”ucap Naura grogi.
“Jangan sembunyikan apa pun dariku”
“Dia adalah mantan pacarku”jawab Naura jujur.
“Mantan pacarmu?”
“Iya”
“Kapan kau berpacaran dengannya”
“Saat aku masih SMA”
Varel yang mendengar itu langsung menghubungi Devan.
“Putuskan hubungan kerja sama dengan putra group”ucap Varel di telpon.
“Varel kanapa kau putuskan?”ucap Naura melihat Varel menutup telponya.
“Tidak apa kurasa tak terlalu berpengaruh”
“Oooo”
Pasti dia cemburu mungkin dia sudah mulai jatuh cinta padaku batin Naura.
Kini mereka sudah ada di rumah dan seperti biasah tak ada interaksi antar mereka berdua.
Tak terasa 5 hari terlewat kan kini mereka harus menepati janji mereka untuk berangkat bulan madu.
Mama Varel sudah menyiapkan semua dari mulai tiket, hotel,dan lainnya.
“Mama kita berangkat dulu”pamit Varel.
“Baiklah,jangan lupa untuk oleh-olenya bawakan mama cucu”
Mereka hanya saling memandang tanpa menjawab ucapan mamanya itu.
Kini mereka sudah ada di bandara Devan sudah berpamitan setelah mengantarkan mereka sekarang hanya ada Varel dan Naura.
Setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
“Huhhhh akhirnya sampai”ucap Naura sambil merebahkan badannya di kasur.
“Aku mandi dulu kau pesanlah makanan untuk makan malam”
“Hemm”
Saat Varel sedang ada di kamar mandi Naura melamun tanpa ada sebab.
Apa yang harus aku lakukan?bukanya bulan madu hanya berlibur bersama pasangan?tapi kenapa mama meminta cucu?batin Naura.
Sekarang hanya itu yang ada di pikiran Naura sampai-sampai dia lupa belum memesan makanan,padahal Varel sudah keluar kamar mandi.
“Apa kau sudah memesan makanan”ucap Varel membuyarkan lamunannya.
“Hah?”
“Apa kau sudah memesan makanan?”
“Makanan?ohh iya aku belum memesannya,sebentar aku akan memesan”
“Biar aku yang pesan kau pergilah bersihkan badanmu”
Maaf ya aku telat up soalnya kemron lagi banyak banget tugas dan entah mengapa otak aku lagi gak bisa mikir.
Oke sekian dulu makasih💜
jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..
Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..
Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.
Salam dari aku...
Tetep jaga kesehatan dan pola makan
❤️🖤❤️🖤❤️🖤