Forced to Marry

Forced to Marry
Bulan Madu



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya







Naura langsung pergi untuk membersihkan badannya sedangkan Varel memesan makanan untuk dimakan di kamar.


Setelah beberapa menit Naura keluar dengan memakai jubah mandi.


“Kenapa kau tak memakai pakaianmu?”tanya Varel.


“Aku tak bisa”


“Maksutmu?”


“Mama bilang dia sudah memasukan pakaian tidur di koper tapi dia malah membawakan baju kurang bahan”


“Baju kurang bahan?”


“Lihatlah”melihatkan sebuah lingerie pada Varel.


“Apa benar mama memberikannya untukmu?”


“Iya mama langsung memasukan baju ini di dalam koper”


“Jangan gunakan baju itu”cegah Varel.


Meski pun Varel tidak berniat melakukannya dengan Naura tapi jika Naura tetap memakai baju itu mungkin dia akan benar benar melakukanya,bagaimana pun dia hanya laki laki biasah.


“Lalu aku pakai apa?”


“Pakailah baju lain selain itu”


“Baiklah”ucap Naura menurut.


Kini mereka sedang makan malam di balkon kamar hotel,suasana memang romantis tapi tak ada kata romantis bagi mereka.


“Varel besok kita akan ke mana?”tanya Naura.


“Mungkin jalan jalan di sekitar sini”


“Antar aku beli baju tidur”


“Baiklah terserahmu”


Karena hari sudah malam mereka tidur di ranjang yang sama karena Varel mengeluh punggunya sakit.


Malam dingin ini berlalu tanpa mereka melakukan apa apa hanya tidur mengistirahatkan mata.


Tak terasa ternya matahari sudah mulai menampakkan sinarnya,Naura yang merasakan sinarnya langsung terbangun dan berjalan menuju kamar mandi.


Kini pasangan yang sedang berbulan madu itu sudah siap pergi untuk ke mall terdekat dari hotel itu.


“Varel kita ke mall naik apa?”


“Mama telah menyiapkan mobil”


“Oooo”


Kini mereka sudah ada di pusat perbelanjaan dan sudah ada tepat di depan tempat baju tidur langsung memilihnya.


“Varel apa ini bagus,atau yang ini?”


“Terserahmu”


“Aisshh,jawablah”


“Beli saja dua duanya”


“Ide yang bagus dengan itu aku tak perlu berpikir”


Setelah kurang lebih 2 jam mereka di sana akhirnya Naura menyudahi acara berbelanja hati ini,Sebelum berbelanja dia bilang hanya membeli baju tidur sedangkan saat ini dia sedang membawa tas dari brend terkenal di tanganya.


Varel yang melihat itu hanya menggelengkan kepala meliaht tingkah Naura,bagi Varel harga tas itu sangatlah biasah tapi mungkin bagi orang lain harga itu sangatlah mahal.


Karena saat ini jam makan siang mereka berhenti di restoran sushi di mall itu untuk mengisi perut mereka.


Kini mereka sedang berkeliling kota untuk melihat pemandangan yang tidak bisa dilihat di sekitar tempat tinggal mereka.


Karena mereka sangat ke asikan tak terasa waktu berjalan sangat cepat hari sudah malam di tempat mereka sekarang.


“Apa kau lapar?”tanya Varel.


“Sedikit”


“Baiklah kita makan di restoran dekat sini”


“Baiklah”


Mereka pun makan malam di restoran,tiba-tiba Varel memesan minuman beralkohol karena memang malam ini cuacanya cukup dingin.


Niatan Varel meminum sedikit untuk menghangatkan tubuh tak terasa ia habis dua botol,sekarang ia sudah kehilangan kesadarannya.


Naura yang bingung bagaimana membawa Varel kembali ke mobil.


Tak lama setelah itu pelayan restoran lewat,Naura meminta bantuan kepada pelayan itu untuk membawa Varel ke mobil.


Setelah susah payah akhirnya mereka sudah ada di mobil,kali ini Naura yang menyetir tidak mungkin Varel bisa-bisa mereka hilang di telan bumi.


“Sekarang aku harus kemana?”


“Aku sangat tak hafal jalan”ucap Naura sangat panik.


“Ohh iya kan ada GPS dasar seketika otak ku tak berfungsi”ucap nya pada diri sendiri.


Akhirnya mereka sudah sampai kamar hotel,tadi Naura sangat bingung bagaimana membawa Varel ke kamar tak mungkin ia mengendongnya karena badannya yang lebih kecil dari Varel.


“Kenapa kau sangat menyusahkanku?”ucapnya sambil melepas sepatu Varel.


“Kenapa juga mau melakukan tantangan dari Diko”


Flasback


Saat Varel sedang memesan minuman ada seseorang menghampiri Naura.


Tak lain orang itu adalah mantan pacar Naura yang kebetulan sedang ada proyek di wilayah sekitar sini.


“Hai Naura bagaimana kabarmu?”ucapnya.


“Lama tak bertemu dimana suamimu?”


“Sedang memesan minuman”


Tak lama kemudian Varel datang,karena dia sudah tau lelaki itu ia mengambil tempat duduk sangat dekat dengan Naura.


“Kenapa kau kesini?”tanya Varel dengan nada dingin.


“Ohh,aku hanya menyapa Naura”


“Kau tau kan dia adalah istriku”


“Tentu saja lagian berita kalian sudah sampai di telingaku”


“Kalau tak ada yang penting pergilah”usir Varel.


“Bagaimana kalau setelah minum?”tantangnya.


“Baiklah”


“Jika kau bisa menghabisakan 2 botol aku akan pergi”


Tak tunggu itu Varel langsung meminum 1 botol dengan lancarnya.


Naura yang melihat itu tak percaya siswa paling cerdas di kapus ternyata bisa meminum alkohol dengan baik.


Saat Varel ingin meminum botol ke-2 langsung di cegah oleh Naura.


“Varel tak usah hiraukan ucapannya kita pergi saja”


“Tidak,aku akan menunjukan pada laki laki ini”


Varel pun langsung meminum botol ke duanya.


“Sudah habis cepat pergi dari sini”


“Wahh ternyata kau mempunyai bakat meminum”ucap Diko.


“Baiklah aku pergi”


Tetapi saat Diko sudah pergi ia menerima pesan dari seseorang tak di kenal.


“Jaga dia hari ini jangan sampai dia kabur dia sudah ku beri obat perangsang di botolnya”isi pesan itu.


Naura yang tak menghiraukan pesan itu langsung menutup layar ponselnya,lagian Naura juga tak tau efek perangsang itu.


Flasback off


“Kau tunggu di sini aku ingin mandi”ucap Naura pada Varel yang tak sadarkan diri.


Saat ia ingin mengampil pakaian dia teringat baju tidur yang baru dibeli masih ada di bagasi mobil.


“Huhh,aku harus turun ke bawah”


“Varel kau tetap dia di sana”ucap Naura sambil menutup pintu dan menguncinya.


Dia pun pergi mengambil bajunya di bagasi mobil,akhirnya semua sudah selesai kini Naura kembali ke kamar,tetapi saat ia membuka kamar.


“Varel apa yang kau lakukan”teriak Naura.


Naura melihat Varel yang sudah tak memakai baju dan terlihat seperti cacing ke panasan.


“Kenapa sangat panas”ucap Varel.


“Panas?”bingung Naura.


“Iya sangat panas”


“Tahan dirimu akan ku lihat AC nya”


Tapi saat melihat suhu kamar padahal sudah dingin tetapi kenapa Varel masih ke panasan.


Naura seketika ingat pada pesan tadi ia pun langsung membaca efek obat itu di internet.


Dia membaca dengan tak percaya ternyata efeknya sangat berbahaya juga ada artikel obat itu bisa membuat seseorang meninggal jika tak terpenuhi hasrat se*snya.


“Bagaimana aku haru berbuat”panik Naura yang melihat Varel sudah sangat tak kuat.


“Apakah ada obatnya?”tanyanya pada dirinya.


Dia pun browsing tapi tak satupun dia temukan obat satu satunya hanya pelampiasan.


“Varel apakah masih panas?”tanya Naura.


“Sangat panas”ucap Varel.


“Memangnya apa ada yang memasukan sesuatu?”tanya Varel lagi.


“Tadi Diko memasukan obat perasangsang pada minuman mu”


“Gila dia”ucap Varel langsung pergi ke kamar mandi utuk mengurung dirinya di sana tak mungkin ia menyentuh Naura tanpa persetujuannya.


“Varel kenapa kau masuk ke kamar mandi?”


Tak ada jawaban dari dalam karena Varel sedang mati matian menahan adik kecilnya yng sedang uring uringan minta di puaskan.


“Varel jangan membuatku kawatir”


“Kau tidurlah aku akan tetap di sini”


“Tidak lakukan saja”


“Apa yang kau katakan?”tanya Varel bingung.


Ciee nungguin maaf ya aku gantungi dulu kalian baca di cerita selanjutnya ya dan juga buat adek-adek yang belum cukup usia lanjut skip aja ya.


Jangan malah di baca sangat tidak boleh.


Oke sekian dulu makasih💜


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤❤️🖤