
Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya
•
•
•
•
•
Varel yang sudah tak sanggup menahan langsung menyandarkan Naura ke dinding kemudian kembali ****** bibir Naura tanpa ampun....
Naura yang juga mengiginkan sentuhan dari suaminya itu tak bisa menolak,,dan tidak lama membalas ****** suaminya.
Setelah beberapa menit mereka beradu bibir sambil tangan Varel berusaha melepaskan baju yang sedang di pakai Naura.
Karena merasa hampir ke habisan nafas Naura langsung memalingkan wajahnya ke samping.
Varel yang sudah semakin menggila dengan segera menarik paksa baju Naura dan langsung di lempar ke sembarang tempat.
Sambil terus menyerang Naura dengan *******nya ke seluruh bagian-bagian sensitif Naura.
Akhirnya Naura yang sudah mulai terpengaruh dengan permainan suaminya itu langsung membalas apa yang dilakukan oleh suaminya yang sudah sangat hilang kendali itu.
Karna masih tidak puas dan tidak bebas di sofa akhirnya Varel mengangkat Naura dan membaringkan Naura di atas tempat tidur.
Dan dengan segera Varel langsung melepaskan semua pakaiannya sendiri,dan setelah itu dia menatap Naura dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Kamu cantik luar dalan sayang”ucap Varel dengan lembut.
Dengan segera dia mulai mengarahkan senjatanya yang sudah siap tempur ke sasarannya tapi dengan wajah takut Naura langsung menahannya.
“Pelan pelan Varel,,!aku takut..”ucap Naura.
“Sakitnya akan berubah menjadi nikmat,kamu tenang saja”jawab Varel meyakinkan.
Varel melakukannya dengan perlahan tapi sulit untuk menerobosnya karena telalu sempit,hal itu membuat Varel kesal karna sudah tak kuat menahan hasratnya,,akhirnya dia menutup mulut Naura dengan tangannya.
Dan langsung memaksakan dengan tiga kali hentakan,,keluarlah cairan berwarna merah membuat Naura berteriak dan menangis sambil mengigit tangan Varel.
Dalam kamar itu penuh dengan ke dua insan yang di bakar asmara.
Sudah hampir dua jam mereka bertempur akhirnya Varel tumbang di samping Naura yang sudah sangat lemas tak berdaya itu.
Naura yang sudah tertidur lebih dulu ditutupinya dengan selimut tubuh mereka dengan Varel.
Varel melihat dan mengelus perut rata Naura sambil berkata.
“Tumbuhlah dengan baik di sana”ucapnya.
Karena mereka sudah sama sama lelah mereka tidur sambil berpelukan.
*********
Keesokan harinya Naura yang merasa tak nyaman seperti ada yang memeluknya langsung membuka matanya.
Naura sedang memandangi wajah Varel sambil mengingat kejadia semalam membuat Naura sangat malu.
“Apa aku sangat tampan”ucap Varel menyadari Naura sedang memandangi wajahnya.
Naura yang melihat itu langsung memalingkan penglihatannya menuju arah lain.
“Aku ingin mandi dulu”ucap Naura sambil mencoba berdiri.
“Apa kau bisa berjalan?”goda Varel.
“Memangnya kenapa tidak bisa”jawab Naura.
Saat mencoba melangkah bagian bawah Naura sangat sakit,dia yang hambir terjatuh langsung di tengkap oleh Varel.
Dia mulai mengisi bathup dengan air hangat.
“Varel aku ingin buang air kecil”ucap Naura.
Varel pun langsung mendudukkan naura di kloset.
Saat Naura mencoba untuk buang air kecil bagian bawahnya sangat sakit.
“Varel aku sangat sakitt”ucap Naura sambil menangis.
“Apa sangat sakit?”tanya Varel.
“Sangat sakit aku tak berani menyentuhnya”ucapnya pada Varel.
“Bilaslah perlahan lahan”ucap Varel.
Setelah mencoba dengan hati hati Naura berhasil membilas bagian bawahnya ia langsung di bawa ke bathup.
Ia memasukan badan Naura ke dalamnya dan di susul Varel,mereka mandi bersama tapi tanpa melakukan apapun ya...
Kini Naura sedang mencoba memakai bajunya tapi nihil hasilnya,seskali ya dia bergerak pasti sakit.
“Biar aku bantu”ucap Varel.
Varel pun membantu Naura untuk memakai pakaian,,setelah selesai dan semua sudah rapi Varel memesan sarapan untuk di bawa ke kamar mereka.
“Varel aku minta tolong ambilakan kotak obat di koper”minta Naura.
Varel pun langsung mengambilkan sesuai permintaan Naura.
“Kau mau apa dengan kotak obat ini?”tanya Varel sambil menyerahkan kotak itu.
“Kata mama ada obat pereda nyeri di sana”ucap Naura sambil mencari.
“Mama?”
“Iya mama yang membawakannya”
Flasback
Saat mereka menyiapkan koper tiba tiba mama Varel menyerahkan kotak obat.
“Untuk apa itu ma?”
“Untuk pereda nyeri”
“Pereda nyeri tapi aku sedang tak sakit”
“Kau kan ingin pergi bulan madu jadi ini jika kalian selesai berhubungan badan oleskan saja agar tidak telalu sakit”
Flasback off
Sampai sini aja dulu ya maaf banget upnya telat karena entah kenapa sulit banget lolosnya episod ini.
Maaf juga mungkin minggu ini jarang up karena akunya lagi ujian,tapi aku usahain untuk up sesuai jadwal ya...
Oke sekian dulu makasih💜
jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..
Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..
Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.
Salam dari aku...
Tetep jaga kesehatan dan pola makan
❤️🖤❤️🖤❤️🖤