
" Aku benci dengan anak ini, aku benci dengan semua ini!" Tangis Kesal Jessica dengan memukul-mukul perut dan janin dalam kandungannya. Namun seketika tangisnya berhenti dan mengemasi barang-barangnya semua untuk dimasukkan ke dalam koper. Jessica kemudian memesan tiket keberangkatannya untuk kembali ke tanah air.
Sementara malamnya di kediaman Keluarga Andro sedang mengadakan pengajian untuk selamatan mendoakan janin kembar dalam kandungan Elea. Rasa bentuk syukur juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena Keluarga Andro segera mendapatkan keturunan kembar sekaligus dari putra dan menantu satu-satunya.
Kediaman Keluarga Andro sangat ramai menggelar acara tersebut. Hingga tepat pukul 22.00 WIB. acara tersebut selesai, tak tersisa satu pun tamu undangan. Namun dari semua mobil telah keluar dari hadirnya sebagai tamu undangan pengajian, Mobil Jessica malah masuk untuk bertamu ke rumah Keluarga Andro.
Jessica yang berjalan dengan slow motion keluar dari mobil menuju pintu utama yang masih terbuka lebar. " Maaf nona acara sudah selesai." tutur bibi kepada Jessica yang tengah berdiri dengan sangat angkuh membuka kaca mata pandangnya. " Tolong panggilkan Rey, katakan padanya, kalau Jessica datang."
" Maaf nona, tapi Tuan Rey, non Elea baik Tuan Di sudah tidak menerima tamu, karena sudah lelah untuk hari ini. Lagian ini juga sudah malam, Sebaiknya nona kembali besok!"
" Panggilkan Rey sekarang!" Nada keras Jessica memancing pendengaran Tuan Di, Elea dan juga Rey. " Saya tidak akan pergi sebelum bicara kepada mereka!" Nada tinggi Jessica kembali.
Rey kemudian berdiri dan beranjak dari double sofa yang disebelahnya adalah Elea. Elea juga ikut menarik jemari suaminya dan ikut berjalan ke arah suara berasal.
" Jessica." bibir lirih Rey berucap tanpa suara. Hanya terlihat gerakan mulutnya. " Sudah bi, bibi sebaiknya ke dalam."
Elea juga yang berdiri di samping suaminya merasa tersentak dengan kehadiran perempuan yang disebut mantan kekasih yang belum bisa move on dari suaminya itu berdiri tepat di hadapannya.
" Ada apa ini? Ada apa malam-malam ribut." Tuan Di yang menyusul Rey dan juga Elea, lanjut matanya mengarah kepada sosok wanita yang berdiri di hadapannya. Jessica. batinnya.
" Baguslah! Kalau kalian berkumpul, jadi aku tidak perlu repot-repot menyampaikan informasi ini."
Rey yang wajahnya mulai tegang dengan apa yang akan disampaikan Jessica. " Beruntung sekali ya kamu Elea, menikah dengan mantan kekasih saya. Bahkan tepat satu bulan usia janin dalam kandungan mu, Keluarga Andro menggelar pengajian mewah malam ini." ucap sinis Jessica kepada Elea.
" Langsung saja Jess! Apa maksud kedatangan mu malam ini?" Rey yang tidak ingin mendengarkan Jessica yang bertele-tele.
Jessica kemudian mengeluarkan beberapa lembar foto dari tas yang dijinjingnya. Foto dimana dirinya sedang tidur bersama Rey di atas ranjang waktu di Australi. Tepatnya saat dia dibawa sekawanan orang suruhan Mike dan dibiarkan begitu saja di apartemen Jessica. Jessica lantas muncul akal liciknya supaya seolah-olah Rey melakukan perbuatan tidak halalnya kepadanya malam itu. " Jangan melupakan kejadian malam itu Rey." Jessica yang menyerahkan foto-foto itu di atas telapak tangan Rey.
Wajah tegang Rey menahan marah. Gigi-giginya saling menggigit didalam mulut bersamaan dengan amarahnya. Nafasnya menjadi mengembang mengempis dengan begitu cepatnya. Meremas seketika foto-foto itu dalam genggamannya.
Elea yang bingung foto apa dan kejadian apa yang dimaksud Jessica.
Tuan Di yang tak kalah tegang juga karena Tuan Di sebenarnya tahu betul sifat keluarga Tom' s Tomas dan Indy. Namun Tuan Di masih merahasiakan semuanya bahkan dari Rey putranya sendiri.
" Tidak apa-apa Rey, sekalipun kamu menyobeknya, aku masih punya filenya. Dan untuk kamu Elea, sedikit lebih pintar lah dalam menjaga suami mu. Karena masih ada mantan kekasihnya yang seperti diriku, yang tidak bisa dia lupakan begitu saja."
" Cukup Jess!" teriak Rey.
" Aku harus katakan kepada Elea bahwa malam itu kita melakukan..."
" Hentikan!" Nada tuan Di yang tak kalah meninggi.
Sementara Elea tersadar bahwa wanita itu berusaha ingin menghancurkan rumah tangganya. Nafasnya mulai sesak tak beraturan.
" Silahkan keluar dari rumah saya!" Mata Tuan Di yang mendelik ke arah Jessica.
" Saya tidak akan keluar, sebelum Rey mau bertanggung jawab dengan kehamilan ku."
JEDER Alangkah terkejutnya tiga orang yang berdiri di depan Jessica. Rey yang mulai kesulitan menelan air ludahnya. Merasa bahwa apa yang dikatakan Jessica semua adalah omong kosong.
" Apa katamu? Kamu hamil? dan sekarang minta pertanggung jawaban kepada saya?" Rey yang menggelengkan kepala tak habis pikir dengan tindakan nekat Jessica.
Sementara Elea yang semua tulang-tulangnya mendadak lemas seketika. Kakinya tiba-tiba tidak mampu menopang tubuhnya dan ambruk seketika mendengar apa yang dikatakan Jessica.
" Elea...Elea..." Rey yang panik dengan istrinya yang tiba-ambruk tak berdaya.
" Keluar kamu Jess! Keluar!" Rey dengan teriakan tertingginya dengan jari telunjuk mengarah ke Jessica untuk keluar dari rumahnya. Sementara Jessica dengan wajah ketegangan dan tidak terima diusir Rey dan digelandang petugas keamanan rumahnya untuk keluar dari rumah. Namun senyum kemenangan dalam hatinya, karena telah menyaksikan sendiri bahwa Elea shock berat yang akan membuat keharmonisan rumah tangga Rey dan juga Elea tergoncang.
Strategi inilah yang sebenarnya mami Indy pernah bicarakan kepada Jessica, strategi dimana Rey dibuat mabuk atau dibuat tidur dengan mencampurkan obat tidur ke dalam minumannya saat bersama Jessica. Lalu melancarkan aksi liciknya dengan mengancam akan menyebarkan foto-foto tidak patutnya ke semua media sosial, media masa maupun wartawan. Dari situ Keluarga Andro akan gentar dan akan menuruti semua permintaan Jessica. Kekayaan yang berlimpah didapatnya sekaligus cinta dari Rey yang akan didapat kembali. Namun saat itu Jessica tidak melakukan rencana jahat saran dari maminya. Namun sekarang malah Jessica mengandung anak dari lelaki jahanam seperti Mike yang tidak pernah diharapkannya. Tetap saja, keberuntungan tipis berada di pihak Jessica saat Mike menghajar Rey dan membawanya ke apartemen karena telah membantu Jessica melaporkan ke polisi Australia saat keduanya berkelahi hebat malam itu. Dan lagi-lagi Rey berarti masih peduli dengannya. Jalan ini adalah jalan keberuntungan untuk sementara. Jessica sadar betul, bahwa janin dalam kandungannya adalah Mike bukan anak Rey. Jessica juga harus menyusun langkah berikutnya supaya keluarga Andro mempercayai apa yang dikatakannya karena menurutnya foto-foto itu adalah bukti nyata dan juga sangat akurat tanpa celah sedikit pun. Kecuali...
Rey bisa membuat ayah dan juga istrinya mempercayai apa yang dikatakannya. Namun, tetap saja, ancaman untuk penyebaran foto ke media masa, media sosial dan wartawan tetap harus dijalankan nya. Guna mendapatkan sebagian kecil kekayaan Keluarga Andro yang bisa dibilang Fantastis.
BERSAMBUNG