Forced to Marry

Forced to Marry
Ada yang retak tapi bukan kaca



Haiii temen temen ini karya pertama author dan jika ada kesalahan ya mohon dimaafkan dan juga jalan lupa dukung author dengan vote cerita ini dan like juga tambahkan ke favorit ya






Hari sudah malam tapi Naura masih menyusuri jalanan kota itu,jalan yang sepi seperti hatinya yang kesepian saat ini.


Dia ingin menghubungi seseorang tapi handphone nya ada di dalam mobil.


“Bagaimana ini aku tak tau harus ke mana tak ada transportasi umum yang lewat”ucapnya sendiri.


Tak selang beberapa waktu ada mobil yang berhenti di depan Naura tepat,yang jelas bukan mobil suaminya.


Ternyata ada laki laki yang menghampiri Naura wajahnya seperti tidak asing baginya.


“Naura kenapa kau ada di sini?”ucap laki laki itu.


“Leon”ucap Naura segera memeluk orang itu tak terasa air matanya keluar.


“Kenapa kau menangis?”


“Tidak apa”


“Tak mungkin kau menangis tanpa sebab”


“Aku senang melihatmu jadi aku mengeluarkan air mata”


“Nau aku sudah mengenalmu dari kecil tak mungkin kau sedang tak ada masalah ceritakan padaku”


“Varel meninggalkanku di pinggir jalan untuk menolong wanita yang mungkin ia kenal”


“Dia meninggalkan mu,apa dia ingin mati”


“Jangan katakan seperti itu dia suamiku”


“Suami macam apa yang tega meninggalkan istrinya di pinggir jalan untuk wanita lain”


“Dari pada memikirkan itu ajak aku makan”ucap Naura.


“Apa kau belum makan?”


“Cepatlah aku sangat lapar”


“Baiklah”


Mereka pun meninggalkan daerah itu dan menuju restoran yang sering Leon kunjungi.


Varel pov


Dia sedang menunggu Zevanya di periksa,tetapi entah apa yang di pikirkannya sampai tak menyadari Naura yang tak ada.


“Dokter apa dia baik baik saja?”


“Pasien sudah kami tangani tapi butuh beberapa saat untuknya sadar”


“Terimakasih”


“Kami pamit dulu silahkan jika ingin menjenguknya”


Dokter itu pun langsung meninggalakan Varel,dengan cepat Varel masuk ke kamar rawat inap itu.


“Zevanya ku mohon bangunlah”ucapnya sambil memegangi tangan wanita itu.


Zevanya adalah kekasihnya di masa SMA itu yang dapat membuat Varel ada di titik kebucinan yang amat sangat sangat.


Sama dengan orang yang diceritakannya pada Naura saat sedang berbulan madu waktu itu.


Back to Naura pov


“Silahkan tuan putri”


“Terimakasih”


Naura sudah jauh lebih mending dari pada tadi itu semua berkat Leon yang selama perjalanan tanpa hentinya menghiburnya.


“Tempat apa ini kenapa di sini sangat indah”ucap Naura mengagumin tempat itu.


“Bagus bukan,makanlah cepat agar tak sakit”


“Terimakasih karena selalu ada untukku dan juga sudah menolongku hari ini”


“Kenapa kau mulai bicara formal seperti itu padaku”


“Yaaa,aku benar benar tulus mengatakannya”


“Iya iya sama sama,makanlah yang banyak”


“Ohh iya Leon malam ini aku tak mau pulang dulu”


“Santai saja tidurlah di rumahku”


“Baiklah”


Mereka pun makan malam dengan tenang dan melihat pemandang sekitar.


Sementara di rumah sakit Varel masih tetap menunggu Zevanya siuman.


“Ayo kita pulang sekarang?”


“Ayo,aku sudah lelah”


Naura dan Leon pun segera mininggalkan tempat itu tapi saat Leon melihat gerak jalan Naura seperti ada yang berbeda.


“Naura tunggu”


“Ada apa?”


Tanpa meminta izin Leon membuka sepatu Naura dan benar apa yang dipikirnya kaki Naura sedikit bengkak.


“Mungkin tapi biarkan saja lah”


“Bagaimana bisa di biarkan seperti ini”ucap Leon langsung menggendong Naura.


“Turunkan aku apa yang kau lakukan”


“Diam saja”


“Bagimana aku bisa diam nanti ada wartawan yang melihatnya”


“Biarkan aku tak takut”


“Kau tetap sama Leon keras kepala seperti dulu”


Leon adalah teman Naura dari kecil mungkin sudah di anggap seperti kakaknya sendiri,mereka tak pernah menganggap hubungannya lebih dari adek kakak baik itu Naura atau pun Leon.


Setiap Naura sedih dan memiliki masalah pasti ada Leon di sisihnya yang membuat ia bahagia lagi,dan sebaliknya jika Leon sedang sedih Naura juga ada di sisihnya.


Mungkin jika di lihat dari luar mereka seperti satu pasangan yang sangat cocok.


Tapi sejak kuliah Leon pergi ke luar negri untuk memperbaiki bisnis papanya yang sedang krisis,dan sekarang dia kembali karena sudah bisa menanganinya.


*******


“Naura kamarmu ada di sana”


“Baiklah terimakasih aku tidur dulu”


“Silahkan”


Naura pun memasuki kamar itu dan membuka jendela di sana dan melihat pemandangan malam membuatnya tenang.


“Varel kenapa kau tega meninggalkanku?apa kau tak punya perasaan?mungkin bukan cinta tapi kemanusiaan?mungkin aku salah mengangapmu hanya milikku,kau tau hari ini hari terburukku,dimana aku di tinggalkan suamiku sendiri di pinggir jalan hanya untuk wanita lain,Varel kenapa kau tak memiliki sedikit saja cinta untukku,sedikit saja,aku sudah mulai mencintaimu mulai membuka lembar baru dalam hidupku hanya untukku,tuhan apa kah yang ku lakukan salah?jika salah tolong ingatkan aku,buatlah aku merelakannya untuk perempuan yang dia cinta”batin Naura.


Air mata yang tak bisa di tahan lagi malam ini ia keluarkan sebanyak banyaknya berharap hari esok lebih baik dari hari ini.


Suara tangisan yang menyebar di seluruh ruangan kamarnya itu.


Dengan tak sengaja pelayan rumah Leo mendengar suara tangisan Naura,karena pintu yang tak tertutup sempurna.


Pelayan itu pun melaporkan yang dia dengar pada tuannya untuk mencegah hal yang tak di inginkan.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar Naura,


“Naura apa kau baik baik saja?”


Naura yang mendengar suara itu langsung menghapus aur matanya dan mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya itu.


“Iya aku tak apa”


“Apa aku boleh masuk?”


“Masuk saja”


Leon yang di perbolehkan masuk kamar Naura langsung menghampirinya yang sedang duduk di samping jendela.


“Apa kau masih memikirkan kejadian tadi”


“Tidak”ucap Naura dengan senyum terpaksanya.


“Aku mengenalmu ceritakan semuanya padaku aku siap mendengar semua yang kau katakan”


“Leo apa aku salah jika mulai mencintai suamiku?


Apa aku salah jika mengangap dia milikku?


Apa aku salah jika cemburu pada wanita itu?


Apa aku juga harus melepasnya untuk hidup bahagia?


Apa aku wanita yang egois”ucap Naura dengan air matanya yang mengalir.


Entah mengapa baru dia rasakan tak pernah sesakit ini dan dia juga tak pernah terlihat sangat lemah seperti ini di hadapan laki laki.


Leo yang mendengar pertanyaan yang di ucapkan Naura hanya bisa memeluknya sambil mencoba menenangkannya.


“Kau tak salah jika kau menyukai suamimu,kau juga tak salah jika mengagapanya dia milikmu,kau juga tak salah jika harus cemburu,dan jika benar suamimu tidak bahagia denganmu mungkin kau juga harus rela melepasnya”


“Jika aku tak mau melepasnya apa aku terlalu egois?”


“Itu bukan masalah egois atau tidak tapi tentang bagaimana kau bisa merelakan orang yang kau sayang bahagia dengan yang lain”


“Leo ini sangat sakit”


“Kau harus kuat Naura yang ku kenal tak akan lemah hanya karena cinta”


“Dia bukan Naura yang dulu Leo,Naura yang dulu sudah hilang entak kemana meninggalkan Naura yang sekarang”


“Naura dengarkan aku baik baik kau harus kuat bagaimana pun ini hidupmu keputusan ada di tangan mu,tapi ingat buatlah keputusan yang terbaik untuk hidupmu”ucap Leo sambil memegang bahunya.


“Terimakasih karna telah mau jadi tempatku berbagi luka ini”ucap Naura memeluk Leon.


“Sama sama aku akan tetap ada di sisihmu saat kau melangkah”membalas pelukan Naura.


Oke sekian dulu makasih💜


jangan lua like,vote,dan tambahkan ke favorit yaa..


Maaf kalau ada typo typo karena author bukan komputer jadi pasti ada typo hehe..


Aku akan usahain untuk up setiap selasa dan jum’at tapi kalau telat maaf ya karena aku lagi banyak tugas.


Salam dari aku...


Tetep jaga kesehatan dan pola makan


❤️🖤❤️🖤❤️🖤