Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 11 part 3



Elea yang terbaring di atas ranjangnya. Masih belum sadarkan diri. Sementara Rey yang berusaha menjelaskan kronologi kejadian sesungguhnya dari awal sampai akhir dimana sampai ada foto tersebut dan kedatangan Jessica malam ini. Tuan Di berusaha mencerna setiap kata yang disampaikan dan mempercayai apa yang dikatakan putranya. Namun Tuan Di masih menggenggam rapat rahasia 20 tahun silam.


Elea yang matanya perlahan terbuka. Memandangi langit-langit atap kamar suka-duka nya.


" Syukurlah kamu sudah sadar." Rey menggenggam dengan mengelus jari jemari istrinya.


Sementara Elea, dengan tatapan segudang tanya kepada suaminya.


" Jangan kamu pikirkan omong kosong Jessica."


" Aku sedang tidak ingin bahas itu." Elea yang mengubah posisi tidurnya dengan memunggungi suaminya.


Sementara Rey yang harus sabar menghadapi istrinya yang sedang hamil dengan kondisi hormon naik turun. Kelima jemari telapak tangan yang ingin menyentuh pelipis istrinya, dia urungkan.


Rey yang meratapi penyesalannya kembali. Telah salah dalam menilai Jessica wanita seperti apa. Rey berusaha menenggelamkan semua masalah malam ini yang dibuat oleh Jessica. Matanya terpejam meskipun hatinya tak tenang memikirkan masalah malam ini.


" Uog..uog..uog." Suara Elea yang mual-mual di pagi hari menggema dari dalam kamar mandi hingga membangunkan Rey yang sedang tertidur.


Semenjak Rey tahu jika Elea menyandang status ibu hamil, Rey tidak pernah absen selalu memberikan perhatiannya kepada Elea sekecil apapun. Misal dalam hal mual, Rey akan selalu mengekori nya kemana pun Elea pergi karena Rey sadar bahwa kehamilan kembar akan membuat calon ibu merasa sedikit kelelahan dan harus ekstra dalam hal semuanya, misal asupan yang dimakan calon ibu karena ibu harus sadar bahwa dalam rahimnya terdapat dua janin sekaligus.


Rey yang bergegas menuju kamar mandi. Memijit tengkuk leher Elea dengan lembut saat Elea sedang mengalami morning sick ness di depan wastafel.


Namun ketika Elea tersadar jika suaminya sudah mengekorinya Elea menampik pijitan suaminya dan beranjak pergi meninggalkan wastafel yang hampir satu minggu ini jika setiap pagi adalah tempat berlabuhnya untuk memuntahkan segala isi dalam perutnya.


Langkah lemas Elea menuju ranjangnya kembali.


" Mau sampai kapan kita akan marahan begini?"


Langkah Elea berhenti sejenak. Wajah sedih plus mual yang melandanya membuat dia enggan membicarakan hal ini pada suaminya.


Rey hanya pasrah dengan sikap istrinya. Rasanya akan percuma jika dia menjelaskan sebelum keadaan Elea benar-benar tenang.


Selang satu jam kemudian. Tuan Di, Rey dan juga Elea yang sedang menikmati makan pagi di meja makan. Suasananya sunyi, hanya suara gemericik air taman yang mengalir sesuai jalurnya. Elea hanya membolak-balik makanannya yang ada di atas piring. Sementara Rey yang sedari tadi memperhatikan wajah istrinya yang tidak bergairah.


" Kamu harus makan yang banyak! ingat, sekarang apa yang kamu makan bukan hanya untuk kamu saja, melainkan dua Andro Junior sekaligus yang berteriak kelaparan di dalam perut mu." Tegas Rey sambil menyuapi makanan ke mulut Elea.


Pertama, Elea ragu akan menangkap suapan Rey masuk ke dalam mulutnya. Namun sedetik kemudian dia berubah pikiran karena menghormati Tuan Di.


" Rey...Rey...Rey..." Teriak Jessica histeris memanggil nama Rey saat digelandang paksa untuk tidak masuk kedalam halaman rumah.


Suara Jessica berhasil memberhentikan suapan Rey kepada Elea. Sesaat bibi datang dengan sangat tergopoh.


" Tuan, petugas keamanan sepertinya kewalahan menghadapi wanita itu."


Rey kemudian beranjak dari kursi makannya, berdiri dan berlari menuju ke Jessica yang sudah tidak waras.


Sama, Tuan Di juga bergegas dengan langkahnya menuju ke wanita yang tidak jauh beda dengan maminya. Indy.


" Rey..." Seringai senyum dari Jessica. " Akhirnya kamu keluar juga."


" Apa mau kamu Jess?"


Jessica tersenyum gamang. " Ini anak kamu Rey!" Jessica dengan akting yang luar biasa. Dengan air mata yang sengaja dia pompa untuk dia jatuhkan, mulai mebanjiri pipinya. " Apa kamu lupa saat kamu melakukannya? Malam itu..."


Ekspresi wajah Rey yang mencoba menepis semua perkataan Jessica. " Hehm...Kamu mengarang cerita Jess."


" Apa jadinya? kalau semua judul berita di internet, Seorang Pimpinan Perusahaan Andro Menghamili Mantan Kekasihnya dan Tidak Mau Bertanggung Jawab. Atau...Perselingkuhan Pimpinan Perusahaan Andro Dengan Mantan Kekasihnya Yang Berujung Kehamilan." Ancam Jessica penuh keyakinan. Sorot mata tajam tanda peperangan akan dimulai dan siap-siap menggempur seluruh pertahanan lawan. Jessica benar-benar diatas angin dengan semua ancaman yang dilontarkan.


Deg. Tiba-tiba Tuan Di memegangi dadanya. Serangan jantung ketika mendapati Perusahaan Andro dalam bahaya, berikut dengan semua harta karunnya yang akan terancam karena keganasan wanita anak dari Tom' s Tomas sama persis dengan ayahnya. Yang keji dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


" Ayah...Ayah..." Rey yang menopang ayahnya yang ambruk. Rey yang panik tidak menghiraukan Jessica yang masih berdiri di halaman. Rey dengan cepat membawa ayahnya dengan mobil menuju rumah sakit, karena Rey yakin akan serangan Jantung yang diderita ayahnya.


Sementara Jessica dengan langkah cepat mengejar Elea yang hendak masuk ke dalam rumah.


" Elea berhenti!" Jessica yang meraih pergelangan tangan Elea.


" Lepaskan!" Nada rendah tegas Elea terhadap Jessica.


Jessica kemudian melepaskan pergelangan tangan Elea.


Dua petugas keamanan yang sampai didekat keduanya berdiri dan akan menggelandang Jessica keluar dari rumah besar itu.


" Sebentar pak! Elea yang memberi titah pada kedua petugas keamanan yang berdiri menjaganya, takut Jessica lepas kendali dan berbuat kasar kepada Elea. " Apa yang mau anda katakan."


" Sebentar lagi...kamu pasti akan menceraikan Rey." Tatapan angkuh Jessica dengan tangan bersedekap di perut ditambah senyum liciknya.


Elea tak bergeming.


" Apa kamu pikir Rey mencintai kamu? kamu tahu, saat di pernikahan Edo, malam pesta dansa. Rey bahkan masih perduli dengan keselamatan saya, dengan membuntuti ku keluar saat pesta dansa, saat aku dibawa mantan kekasih ku bernama Mike. Dia bahkan yang menyelamatkan aku dari Mike."


Dada Elea semakin bergemuruh. Kepalanya mengingat kejadian malam pesta dansa di pernikahan Edo dan Miranda. Saat itu Rey yang katanya ke toilet namun setelah dua jam baru muncul di hadapannya. Ada apa ini? Ternyata banyak kejadian di Australi yang tidak aku tahu. Batin Elea mulai tersadar, padahal Rey selalu ada disampingnya, menggenggam erat jemarinya dan bersikap manis selama disana. Namun ternyata, banyak rahasia yang mulai terbuka dimulai dari sana.


" Apa kamu sudah mengingatnya? Entah alasan apa yang pria katakan untuk menutupi kebohongannya. Dan masih ada satu kebohongan lagi."


" Cukup!" Elea membalikkan posisi tubuhnya dan berjalan masuk kedalam rumah besar Keluarga Andro.


Kedua satpam yang sudah memegangi kedua tangan Jessica. Namun Jessica tetap dengan teriakannya. " Anak dalam kandungan ku adalah anak Rey Elea."


Hingga jelas sekali teriakan Jessica mematahkan gendang telinga Elea. Meremukkan pula hati dan menghancurkan cinta Elea yang mulai bersemi kepada Rey.


Elea dengan kekuatan penuh, berjalan menunduk menyembunyikan kesedihannya. Bulir-bulir bening yang dia tahan akhirnya tumpah juga. Seiring kepalanya penuh tanda tanya, kebohongan apa lagi yang disembunyikan oleh suaminya saat di Australi? hingga wanita itu meminta pertanggung jawaban yang tidak ada hentinya dari Rey.


BERSAMBUNG