Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 6



Rey kemudian melepaskan cengkeramannya dari dasi pak Har. Emosinya memuncak, karena pak Har tidak mendengarkan apa yang dia katakan dan lebih percaya foto itu. " Foto itu memang tidak salah. Tapi bisa membuat salah paham, saya mencium jemari Jessica, karena saya berusaha meyakinkannya supaya dia merasa saya masih mencintainya. Dan membuat dia terbang bagaikan melayang. namun seketika, akan aku hancurkan cintanya atau bahkan obsesinya untuk memiliki ku. Seperti apa yang pernah dia lakukan terhadapku." Rey yang berusaha menjelaskan ke pak Har apa yang terjadi dengan foto yang ada ditangannya.


" Apapun cara anda, tetap salah dimata saya. Lupakan dendam anda. Jika anda tidak ingin kehilangan segalanya."


" Apa maksud pak Har."


" Saya rasa sudah larut malam. Saya harus pulang." Pak Har yang melihat jam melingkar dipergelangan tangan kirinya. Pak Har yang melangkah dan membuka pintu mobil. Namun pandangannya tetiba melihat mobil hitam dengan kaca terbuka. Terlihat jelas sekali bahwa itu Jessica, sedang berada di depan pagar tinggi, depan rumah Rey. " Lihat! seorang wanita akan gigih mengejar prianya. Jika sang pria memberinya harapan taman surga. Apakah itu pantas anda lakukan? sedangkan anda terikat sebuah pernikahan. Apapun alasannya, saya rasa bukan waktunya mempermainkan cinta. Atau itu hanya alasan belaka? Anda sendiri yang lebih tahu jawabannya." Pak Har dengan tegas memperingatkan Rey. " Selamat malam pak Rey." Pak Har masuk ke dalam mobilnya.


Rey keluar pagar menemui Jessica.


" Pulang sekarang Jess!" Nada tegas Rey kepada Jessica.


" Aku tidak akan pulang Rey." Nada menantang Jessica karena sikap Rey.


Rey yang hilang akal dengan sikap Jessica. " Apa yang kamu mau?"


" Kamu."


" Apa kurang jelas? aku sibuk!"


" Kapan kita bisa makan siang seperti kemarin? Atau makan malam seperti janjimu?" Jessica tak ubahnya wanita murahan pengejar pria istri orang.


" Jangan cari masalah Jess, sekarang kamu pulang."


" Kamu takut dengan istri kamu? kamu takut dengan ayah kamu? Aku akan terang-terangan kepada mereka untuk merebut kamu kembali dari Elea."


" Jangan gila kamu Jess!"


Tuan Di dan Elea yang mengetahui Rey sedang menemui seorang wanita diam-diam dari jendela kaca kamar mereka masing-masing.


" Jessica." Tuan Di yang menyebut nama Jessica lirih namun bermakna dalam. " Apakah kabar burung itu benar?" Isi kepala Tuan Di yang penuh dengan pertanyaan. " Pantas ada perang dingin antara Rey dan Pak Har. Tidak biasanya juga pak Har meminta Elea untuk bekerja di kantor. Berarti benar dugaanku, ini adalah strategi yang Pak Har lakukan, supaya membatasi ruang gerak Rey untuk bertemu dengan Jessica. Dia sengaja menyuruh Elea untuk bekerja di kantor. Supaya saya tahu sendiri kejadian yang sesungguhnya karena pak Har masih melindungi Rey, supaya tidak terjadi pertengkaran dengan ku." Tuan Di kembali ke ranjangnya. Waktu tidurnya dibuat tidak tenang memikirkan putra kesayangannya. " Wanita itu terlalu berbahaya Rey." Tuan Di memandangi langit-langit rumahnya dengan perasaan gelisah sepanjang malam.


Sementara di kamar suka-duka. Elea yang juga mengetahui Rey menemui seorang wanita dari balik kaca jendela kamarnya. Namun Elea tidak mengetahui persis siapa wanita yang tengah malam Rey temui. Bahagia hatinya karena dibolehkan bekerja di kantor membuatnya tidak terlalu memikirkan apa yang diperbuat Rey barusan. Elea sibuk mempersiapkan setelan baju kerja dan juga sepatu yang akan dikenakannya besok.


Memadu madankan lalu menempelkan pada tubuhnya di depan cermin di ruang ganti pribadinya.


Rey yang dibuat tidak tenang dengan Pak Har dan juga Jessica. Kamu benar-benar sudah kelewatan Jess, berani-beraninya kamu datang ke rumah malam-malam. Geram Rey pada Jessica.


" Honey...coba lihat bagus mana! setelan baju kerja yang besok akan aku pakai ke kantor." Elea dengan bangganya dan berdiri di depan Rey dan memperlihatkan setelan baju kerja yang ada di genggaman kedua tangannya.


Rey yang masih dengan tatapan kosong. Akibat ulah Pak Har dan Jessica. Rey bahkan tak bereaksi ketika Elea meminta pendapatnya soal baju kerja yang akan dikenakannya. Rey kemudian tersadar jika ada Elea di depannya.


" Kamu melamun honey?"


" Maaf, aku banyak pikiran. Aku rasa kamu tahu, mana setelan baju kerja yang paling tepat buat kamu pakai besok." Rey yang tak bersemangat menidurkan tubuhnya di atas ranjang.


Elea yang memandangi punggung suaminya. Sepertinya dia tidak suka kalau aku bekerja. Aku janji tidak akan mempermalukan kamu Rey. Aku bisa kamu andalkan. Percayalah! Semangat Elea! Menyemangati diri sendiri dan membawa kembali setelan baju ke ruang ganti pribadinya.


Hari ini. Malam tidak begitu bersahabat dengan Keluarga Andro. Aroma kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga Rey dan Elea begitu nyata dengan hadirnya Jessica kembali. Meskipun Rey meyakini hanya aksi balas dendam yang akan dilancarkannya kepada Jessica. Namun seperti memulai genderang perang yang tidak pernah di duga Rey sebelumnya. Jessica benar-benar akan menghalalkan segala cara supaya Rey kembali padanya.


Sementara Tuan Di, Tuan Di sudah menyiapkan strategi supaya anaknya tidak jatuh cinta kembali dengan wanita yang selama ini dipujanya. Wanita yang dulu telah membuat hidup anaknya hancur berkeping-keping. Dan sekarang akan merebut hatinya kembali. Padahal jelas-jelas Jessica tahu kalau Rey sekarang adalah pria beristri. Berharap Rey bisa mengendalikan perasaannya dan bisa jatuh cinta kepada Elea. Sepertinya kehadiran Andro Junior adalah cara satu-satunya supaya rumah tangga mereka berjalan tetap pada jalurnya. Tali pernikahan antara Rey dan Elea tidak boleh putus begitu saja, hanya dengan hadirnya seorang mantan kekasih Rey kembali. Selain Andro Junior, Tuan Di juga sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat Rey sendiri bahkan tercengang dan tak akan pernah percaya pada keputusannya. Dari keputusan yang Tuan Di sudah buat dan rencanakan. Akan membuat Rey berpikir ulang jika dia akan meninggalkan Elea demi Jessica. Kali ini Tuan Di Andro benar-benar harus bersikap tegas dengan Rey. Dia bukan anak kuliahan lagi. Dia sudah menjadi seorang suami yang memiliki tanggung jawab dengan istrinya dan keluarga kecilnya nanti. Dia tidak boleh mempermainkan perasaan wanita. Apalagi mempermainkan pernikahan. sama dengan mempermainkan janji kepada Tuhan.


BERSAMBUNG