Forced to Marry

Forced to Marry
Bab 11 part 6



" Honey, percayalah padaku!" Mike yang menatap mata Elea dalam sembari menyentuh dan menggenggam jemari Elea.


" Bagaimana aku bisa percaya, sementara kamu membohongiku saat itu." Mata berkaca-kaca Elea yang sudah tidak bisa disembunyikan lagi.


" Aku hanya tidak ingin merusak malam pesta dansa kita Honey. Please! Aku mohon kamu mengerti." Rey yang berusaha meyakinkan Elea dengan menceritakan semua yang Edo ceritakan kepadanya.


Sementara di tempat berbeda. Jessica dan mami Indy yang sedang duduk di single sofa masing-masing, tepat di ruang tamu minimalis rumah mereka.


" Aku yakin mi, Rey dan Elea pasti sudah ribut besar." tawa bahagia dalam hatinya Jessica.


" Harusnya kamu tidak perlu menunggu sampai seperti ini Jess, harusnya waktu itu kamu sudah jalankan rencana mami. Tidak harus menunggu Mike melakukannya padamu, baru kamu mengancam Rey."


" Harusnya Mi." Sesak Jessica. " Rey tidak akan tahu kalau ini adalah anak Mike. Dan Mike tidak mungkin meninggalkan Australi hanya mengejar aku yang tidak mau menikah dengan nya."


" Bagus."


Dua wanita yang bersiasat jahat dan licik untuk memeras keluarga Andro.


Keesokan harinya.


Tuan Di yang sudah menyuruh Pak Har untuk mengintai pergerakan mami Indy dan juga Jessica, termasuk mencari tahu apakah benar Rey adalah ayah dari anak yang sedang dikandung Jessica.


Pak Har dan Tuan Di yang duduk bersantai sambil menyeruput secangkir kopi yang sudah dibuatkan oleh bibi.


" Bagaimana?" Tuan Di kemudian meletakkan secangkir kopi seakan lupa bahwa baru saja dia sembuh dan baru pulang dari rumah sakit akibat serangan jantung yang dadakan.


" Iya Tuan, jika untuk kehamilan nona Jessica dan menyangkut siapa ayah biologisnya, saya belum mendapatkan informasinya. Namun untuk pergerakannya mereka setiap hari, terus saya pantau. Termasuk yang baru-baru ini. Bahwa nona Jessica menutup Salon Kecantikannya yang berada di Australi dan juga menjual apartemen yang ada di Australi. Itu menandakan, dia enggan kembali ke negara tersebut, karena sejumlaj aset yang dia miliki sudah semua terjual. Mungkin ini berkaitan dengan kehamilannya bisa jadi? atau memang nona Jessica dan maminya sedang mengalami surut secara finansial, maka dari itu mengapa nona Jessica menjual apartemen dan menutup salon kecantikannya."


Rey yang melihat keduanya seperti membicarakan hal yang serius. Karena tidak biasanya pak Har datang sepagi ini ke rumah.


Rey kemudian melanjutkan langkahnya untuk naik ke lantai dua, ke kamar suka-duka nya dengan membawakan nampan yang diatasnya ada segelas susu untuk ibu hamil dan juga buah-buahan segar.


Tampaknya kedua sepasang suami istri ini sedang berbaikan sementara sampai dimana Rey bisa membuktikan apa yang diucapkannya kepada Elea baru saja. Bahwa bukan dia ayah biologis dari anak yang dikandung Jessica.


" Honey, waktunya kamu minum susu dan makan buah-buahan." Rey yang membawa nampan ditangannya seraya menutup pintu menggunakan kaki kanannya.


Elea yang sudah reda dari amarahnya, meskipun masih sedikit menyimpan rasa kesal terhadap Rey yang kerap membohonginya. Namun Elea mencoba mendinginkan suasana yang akhir-akhir ini terasa panas akibat ulah Jessica.


Keduanya kemudian duduk di pinggir ranjang. Rey yang meminumkan segelas susu ibu hamil kepada Elea. Setelah Elea meneguk segelas susu ibu hamil. Rey dengan lembut membelai perut Elea yang terlihat masih rata. " Sayang...Andro-Andro juniornya papap yey, baik-baik ya...di dalam peyut mommy." Dibaca dengan suara falset bin lucu yang terdengar menggelikan.


" Lihat tuh mommymu, sekayang dia udah bica ketawa." Diakhiri dengan senyuman dan lirikan mata Rey yang dalam penuh arti terhadap istrinya. " Thanks ya Honey." Rey yang menempelkan terlebih dahulu keningnya ke kening Elea kemudian menjalar hidung dan berakhir di tautan bibir keduanya yang saling menyatu. Pertengkaran sengit akhir-akhir ini membuat mereka berdua kangen bermanja-manja ria.


.


.


" Jangan hubungi aku lagi Mike!" Tut...Tut...Tut...Sambungan telepon yang dimatikan Jessica. Jessica meremas ponselnya. Wajah marah yang terlihat jelas dengan hanya mendengar suara Mike. Sedangkan hampir semua pengunjung yang sedang menikmati makan siang menoleh ke arah Jessica yang setengah berteriak di ujung panggilannya.


Jessica yang sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan banyak orang akibat ulah Mike yang memicu kemarahan Jessica. Termasuk pak Har yang sedari tadi memperhatikan Jessica yang duduk di meja kursi paling sudut.


Jessica kemudian dengan kesal menggeser kursi restoran dengan kasar dan berjalan cepat meninggalkan restoran tanpa menyentuh makanan yang sudah dipesannya karena sudah tidak nyaman.


Pak Har sedikit berlari mengejar Jessica. " Nona Jessica."


Langkah Jessica kemudian berhenti. Mendengar suara yang tak asing pernah didengarnya sebelumnya. Jessica menoleh ke belakang dan ternyata benar. Dia sudah tak asing lagi dengan Pak Har, tangan kanan Tuan Di. " Mau apa anda kesini? Oh, rupanya anda mengikuti saya."


" Bisa kita bicara dan memilih tempat. Sepertinya anda tidak jadi makan, buru-buru keluar karena anda marah kepada yang namanya siapa tadi? Mike. Siapa Mike?"


" Bukan urusan anda!" Jessica mulai geram dengan pak Har. " Saya tidak ada waktu, bicara saja disini!"


" Sayang sekali, Tuan Tom's Tomas tidak meninggalkan sepeserpun uang untuk anda dan mami Indy. Melihat anda begitu miris dibalik topeng dan kata Crazy Rich yang tersemat nyata dikalangan pengusaha yang mengenal keluarga Thomas adalah keluarga berada. Namun kenyataannya berbanding terbalik. Setelah kepergian Tuan Thomas. Rupanya hidup anda dan mami Indy seakan tak diakui oleh keluarga nenek buyut kalian yang yang jelas nyata masih memegang dan menjalankan perusahaan warisan keluarga. Anda dan mami Indy harus berjuang sendiri. Itulah mengapa anda begitu ingin Tuan Rey kembali kepada anda. Jangan Mimpi nona!"


Jessica yang berdiri tegak mendengarkan pak Har yang tak ada habisnya membicarakan nenek buyutnya.


" Anda tidak akan pernah bisa menghancurkan Keluarga Andro. Tuan Di bahkan sudah menyiapkan semuanya. Sekalipun anda menggantikan nona Elea, anda tidak akan mendapatkan apa-apa."


" Aku tidak mengerti maksud anda."


" Apa kurang jelas? jika anda hanya ingin kekayaannya keluarga Andro."


" Terserah apa kata anda." Jessica membalikkan badan dan mencoba melangkah. " Katakan kepada Tuan anda! mempersiapkan jantungnya untuk tidak terkejut kembali setelah saya mengundang wartawan dan akan memberi tahu kepada mereka semua." Wajah angkuh Jessica seraya pergi begitu saja meninggalkan pak Har.


" Silahkan saja nona." geram pak Har kepada Jessica. Pak Har kemudian mengambil ponsel disaku jasnya untuk menghubungi Tuan Di dan memberikan informasi kepadanya mengenai negosiasi dengan Jessica yang baru saja dilakukannya. Pak Har juga memberi tahu apa yang didengarnya meskipun dia belum pasti apa masalah Jessica dengan pria bernama Mike hingga Jessica marah-marah disambungan teleponnya.


BERSAMBUNG