
Esok harinya. Suasana Hotel yang sibuk dengan acara pernikahan Edo Darmawan dan Miranda Walk. Edo yang mengenakan kemeja dan jas berwarna putih tulang lengkap dengan dasi kupu-kupu yang dikenakannya saat acara pemberkatan pernikahan dengan Miranda Walk yang memakai gaun pengantin panjang yang berhias dengan Swarovski berwarna senada dengan setelan jas dan celana yang yang dikenakan oleh Edo.
Sementara dikamar 502, kamar Rey dan juga Elea juga tengah sibuk mempersiapkan diri masing-masing untuk acara pemberkatan pernikahan Edo dan Miranda. Elea yang menggunakan gaun putih panjang tanpa lengan begitu sangat memukau seperti Cinderella dengan hells hitam berkilau yang mengerjakan mata. Elea yang berdiri penuh senyum dan segudang cinta di hadapan Rey membantunya mengenakan dasi kupu-kupu yang akan mempermanis penampilan nya ketika menghadiri acara pemberkatan Pernikahan Edo dan Miranda.
Setelah dasi terpasang, kedua kening dan juga hidung yang bersentuhan dengan senyum canda yang menggoda dari keduanya. Rey dan Elea kemudian berjalan keluar kamar menuju ballroom dimana acara pemberkatan pernikahan Edo dan Miranda.
Jessica yang sudah duduk di barisan kedua dari kursi tamu yang disediakan melirik ke arah Rey dan Elea memilih untuk duduk. Hati Jessica lumayan gerah melihat Rey dan Elea yang terlihat bahagia. Tidak sabar menunggu acara pemberkatan selesai, Jessica akhirnya memutuskan untuk keluar dari ballroom untuk menghindari kecemburuannya terhadap Elea. Rey bersikap manis bahkan terlalu berlebihan terhadap istrinya itu. Membuat Jessica enggan menatap keromantisan mereka berdua.
Jessica yang mengibaskan gerai rambutnya ke belakang. Setelah menoleh ke arah Rey dan Elea, berjalan melangkahkan kaki keluar dari ballroom. Ternyata Jessica bertemu dengan Mike Walls di sebuah Hotel tanpa sengaja.
" Kebetulan sekali baby, kita bertemu disini. Jadi aku tidak perlu repot-repot mencari kamu di ballroom pernikahan sahabat kamu." Gaya angkuh Mike.
" Mau apa kamu kesini." Jessica yang terus berjalan menghiraukan Mike dan menuju lift.
" Baby." Mike yang meraih pundak dan lengan Jessica untuk menatapnya.
Jessica menolaknya. Jessica menekan tombol lift kemudian bersedekap memunggungi Mike.
" Baby come on...please! maafkan aku."
Pintu Lift yang terbuka. Jessica melangkah masuk begitu juga diikuti dengan Mike meskipun Jessica sudah mengacuhkannya.
Didalam lift yang hanya berdua. Jessica yang sudah kesal dengan melihat Rey dan istrinya, sekarang malah dikejar Mike Walls yang menambah kekesalannya.
Lift akhirnya tidak lama terbuka. Jessica melangkah keluar begitu juga Mike yang selalu mengintili nya. Langkah kaki Jessica berhenti tepat di depan pintu kamarnya. " Mau sampai kapan kamu mengikuti ku?"
" Sampai kamu memaafkan aku baby."
Jessica yang menghela nafas panjang. " Sudah terlambat Mike!" Jessica membalikkan posisi badannya dan membuka kamarnya. Namun hal yang tidak diduga oleh Jessica, Mike memaksa ikut masuk ke dalam kamar Jessica penuh amarah.
Mendorong tubuh Jessica hingga terpental di ranjang besar hotel. Bugg " Ah." Tubuhnya terkulai di atas ranjang diikuti rambut panjang yang sedikit terlihat berantakan.
Mike menjambak kuat dalam genggamannya rambut panjang kecoklatan milik Jessica.
" Aw.." Jessica yang kesakitan karena rambut kepala yang ditarik kuat oleh Mike.
Dengan wajah marah karena obsesinya ingin kembali memiliki Jessica. " Kamu pikir kamu siapa?" Nada rendah penghinaan Mike untuk Jessica. " Kamu bahkan tak lebih dari seorang wanita malam Jess."
Jessica yang menahan sakit karena jambakan rambutnya dengan dada yang bergemuruh karena ucapan Mike kepada dirinya.
Tanpa terasa bulir-bulir bening jatuh dari pelupuk mata Jessica. Kepalanya mengingat semua kejadian kelam saat bersama Mike.
" Hehm." Nada sinis Mike. " Harusnya kita menikah Jess, namun kamu malah meninggalkan aku, ketika aku jatuh dalam kebangkrutan." Mata Mike penuh amarah menatap Jessica. Mike kemudian menekankan jambakan nya di rambut Jessica.
" Ah..." Jessica yang berteriak kesakitan. " Lepaskan Mike!" Nada getir Jessica.
" Kamu terlalu angkuh Jess, hingga memancing kemarahan ku."
" Ini Mike, yang membuat aku tersadar kalau aku harus meninggalkan kamu. Kamu selalu kasar dengan ku." Jessica yang berusaha melepaskan dari jambakan Mike ke rambutnya.
" Oya Baby. Bukankah kamu yang mengajarinya! Setiap apa mau kamu tidak dituruti, kamu bahkan membanting barang berharga milikku. Apa kamu lupa?" Nada sedang Rey dengan mengingatkan Jessica kembali bahwa awal setelah mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Jessica pernah menginginkan suatu barang mewah dan jika tidak dituruti oleh Mike, Jessica selalu mengancam ingin memutuskan hubungan dengan Mike dan jika Jessica terlalu cemburu dengan Mike yang hanya keluar dengan teman wanita nya. Jessica bahkan tak akan segan membanting barang berharga Mike seperti telepon genggam atau laptop yang digunakan nya untuk bekerja ketika mereka sedang bertengkar. Hal seperti itu yang berulang yang akhirnya membuat Mike ikut berperangai kasar seperti Jessica.
" Sekarang apa mau kamu?" nada tidak berdaya Jessica.
" Kita menikah."
" Mike, aku bahkan sudah melupakan cinta kita. Dan kamu tahu? kalau saat ini aku sedang terluka dengan penyesalan yang pernah aku buat kepada mantan kekasih ku yang dulu aku campakkan dan lebih memilih pria seperti mu." Jessica yang menangis memukul tubuh kekar Mike saking kesalnya dengan hidup yang harus dia jalani saat ini.
" Ha..ha..ha.." Tawa penghinaan untuk Jessica.
" Mike! sadarlah! kamu hanya menginginkan kesenangan sesaat dari aku. Dan aku yakin, kita tak akan bahagia dengan hanya menuruti obsesi mu yang ingin menikah dengan ku."
" Sayangnya tidak Jess." Mike yang kembali mendekatkan wajah nya ke wajah Jessica. " Aku akan sangat bahagia, jika aku bisa memiliki mu kembali." Mike yang mengecup jemari Jessica.
Jessica yang malah ketakutan dengan obsesi Mike yang berlebihan. Mencoba menenangkan dan berusaha menuruti apa mau Mike meskipun itu membahayakan dirinya sendiri. Jessica kemudian berdiri. " Tidak sekarang Mike. Aku butuh waktu. Kita jalani saja."
Mike yang menarik pundak dan lengan Jessica. Membalikkan tubuh Jessica supaya menatapnya. " Sampai kapan Jess? Sampai kapan aku harus menunggu? Sampai kapan?" Mike yang berubah histeris dan menangis marah dengan menyapu semua barang yang ada di atas ranjang dan juga meja nakas.
Jessica yang terhenyak melihat tindakan kasar yang tak wajar dari Mike. Jessica yang ketakutan mencoba melangkahkan kaki berlari ke arah pintu keluar kamar dan ingin membukanya.
" Help...!" Teriakan pertama Jessica.
" Help...!" Teriakan kedua Jessica yang memukul-mukul pintu dengan telapak tangannya. " Help...!" Sayangnya teriakan itu tak terdengar oleh siapa pun karena lorong kamar telah sepi. Semua tamu VVIP sedang berada dalam ballroom dan menghadiri acara pemberkatan pernikahan Edo dan Miranda.
BERSAMBUNG