Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
70. Tiga pengantin (final episode)



3 hari lagi menjelang pernikahan, hal yang menggemparkan keluarga Aldrich benar benar Membuat Melody merasa nasibnya diujung tanduk. Bagaimana dia mengumpulkan keluarganya dan menjelaskan kalau tak ingin menikahi Alice dan memilih untuk menikahi Melody dengan didasari rasa cinta. Sementara mereka semua tahu kalau Melody tengah hamil diluar pernikahan dan bukan hasil benih Aldrich sendiri.


Katakan saja, itu hal yang amat mustahil!


Keluarga mana yang tidak akan marah dan kecewa jika anak semata wayang mereka menikahi seorang wanita hamil yang tidak tahu siapa ayahnya? Tentu semua menentang tindakan Aldrich yang sangat bodoh itu.


"Mama tidak tahu apa isi kepalamu sampai kau memutuskan hal semenjijikan ini..." tutur Nyonya Vera tak habis fikir.


"ini bukan soal harga diri ma! aku tidak peduli Siapa Melody dan seperti apa hidupnya, aku sangat tulus mencintainya!"


Melody tertegun, ingin rasanya memeluk pria itu saat ini juga. Namun dia tidak ingin semakin terlihat Tolol dihadapan mereka semua.


di sisi lain, Alice yang sedari tadi tertunduk itu wajahnya sudah memerah, kesal dan marah, tak terima jika harus berakhir seperti ini, mau bagaimanapun Aldrich akan tetap menjadi miliknya.


"maafkan aku..." Melody membungkuk begitu menyadari raut wajah Alice yang tak bersahabat.


"ya sudah kalau begitu kalian menikah saja bertiga!" sahut Nyonya Anjani sangat simpel.


Apa? yang benar saja?


"pernikahan bukan permainan yang menyenangkan!" balas Nyonya Vera tidak setuju.


"kalau begitu, aku saja yang menikahi Melody" sahut Tuan Gilang ikut nimbrung.


haha, lucu sekali! Melody merasa harga dirinya sedang dipermainkan.


"Sekarang tergantung keputusanmu Alice! apa kau siap menikah denganku dan berbagi suami?" tanya Aldrich dengan cepat menyutujui saran Nyonya Anjani.


"Terserah sajal, kalau kau bisa bersikap adil, kenapa tidak?"


Walau wajah itu tampak angkuh, namun sepertinya hati Alice tak sekuat egonya.


"jangan menyesal karna sudah mengambil keputusan itu!" Aldrich menegaskan.


PROK PROK PROK!


Tuan Gilang bertepuk tangan membuat semua orang keheranan.


"Wah Nak, sepertinya kau mewarisi keahlianku!" seringainya.


"yah, tapi aku jauh lebih baik darimu Ayah! ayo tos!" Aldrich mengepalkan tangannya dan langsung dibalas oleh Tuan Gilang dengan mantap.


Pada intinya, harga diri bukan hal yang terlalu penting dikeluarga ini. Benar benar sangat aneh dan tidak biasa. Bahkan Nyonya Vera yang sangat menentang akhirnya menyerah demi kebahagiaan anaknya.


Usai perbincangan yang cukup panas ini, Semua anggota keluarga kembali ke pekerjaan mereka masing masing.


"Alice aku ingin bicara denganmu" sahutnya begitu Alice hendak pulang.


"apa? kau merasa puas?" tanyanya tajam.


Melody menggelang. "tidak, aku hanya ingin kita mulai berdamai, bukankah kita harus akur seperti Nyonya Vera dan Nyonya Anjani? dan kita akan menjadi keluarga bahagia seperti mereka juga" jelasnya.


Alice terdiam dan langsung saja pergi dengan api yang membara dihatinya.


"ahh.. kenapa manusia itu merepotkan!" dengus Melody. Padahal dia mencoba untuk bisa menciptakan kehidupan yang senantiasa bahagia.


"kalian bicara apa?" tanyanya sambil menghampiri Melody.


"aku hanya ingin berdamai. Tapi sepertinya dia sulit sekali menjadi orang baik"


Aldrich terkekeh pelan. "biarkan saja! jangan anggap dia benalu diantara kita, karna aku mulai menyayanginya juga"


Melody tersenyum, pria itu selalu memberinya kejutan tentang tindakannya. "belajar juga untuk mencintainya..."


"kau juga belajarlah untuk mencintaiku.."


Tidak! sampai kapanpun tidak akan yang bisa menggantikan posisi Glan dihatinya. Mungkin Melody bisa menempatkan Aldrich dalam hidupnya. Tapi tidak untuk hatinya. Toh, cinta memang tidak bisa dipaksakan, tapi rasa sayang akan menguatkan hubungan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari pernikahan pun tiba, dimana tamu undangan dikejutkan dengan dua pengantin wanita yang bersanding disamping Aldrich. Mereka langsung bertanya tanya dan menggosipkan hal tersebut. Dan Tuan Gilang menjelaskan kalau mereka memang siap menerima hal ini dan rela berbagi suami.


Tentu saja pendapat orang orang pasti berbeda, ada yang kagum karna sikap tangguh mereka, ada juga yang mencibir dan memaki mereka dengan bisik bisik. Tapi Keluarga Mereka tak peduli, toh semua gosip itu akan cepat berlalu dan tak akan mereka bicarakan berkepanjangan.


Setelah resepsi pernikahan selesai dan para tamu sudah beranjak pulang. Aldrich dan Melody juga Alice berpamitan pada keluarganya. Yah, setelah menikah mereka akan tinggal dirumah sendiri dan Aldrich sudah mempersiapkan hal ini sebelumnya.


"semoga pernikahanmu dan Alice selalu berjalan baik baik saja, dan cepat hamil ya, Mama tidak sabar ingin menimang cucu DARI ANAK MAMA SENDIRI!" senyumnya dengan sudut mata yang menatap Melody dengan tajam.


Ah terserah!


"iya ma, kami pamit!"


...****************...


MALAM PENGANTIN!


Tentu saja hal indah yang sangat diimpikan sepasang pengantin. Namun mereka nampak terlihat canggung karna tidak tahu harus memulai darimana.


"sepertinya ini pengalaman pertama bagimu!" sahut Melody tertuju pada Alice yang tampak gugup.


"emm, kita langsung saja!"


"bertiga?" tanya Alice dengan mata melotot hampir keluar dari rongganya.


"apanya yang bertiga?" tanya Aldrich so polos.


Melody tergelak sambil menepuk nepuk pundak Aldrich.


Pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"nikmati malam kalian..." senyumnya langsung beranjak pergi.


"hey kau mau kemana?" tanya Aldrich langsung meraih tangannya.


"Masih ada hari esok kan?" senyumnya langsung saja membuat Aldrich menyeringai tandanya mengerti.


"Selamat malam nonaku!" teriaknya.


BRAK!


Melody menutup pintunya. Lalu pergi menuju ke kamarnya.


Ahh dia tidak tahu alur kehidupan apa yang dia jalani, yang jelas Melody harus merasa nyaman dengan hidupnya saat ini.


Sekali lagi dia mengelus perutnya dan tersenyum. "aku senang Alga...Tak sabar ingin melihatmu lahir kembali sebagai anakku...haha" tawanya merasa geli.


Begitulah kehidupan, kadang terasa aneh dan konyol dan tak bisa diduga duga. Tapi dibalik itu tentu ada hal yang bisa Melody petik dari pengalamannya selama ini.


Bahwa seseorang bisa datang dan pergi begitu saja dalam kehidupan kita. Tak peduli jika waktu tidak tepat untuk menghadirkan dan meninggalkan orang yang mencintai dan juga dicintainya. Yang jelas takdir selalu berjalan sebagaimana mestinya.


Cintapun pasti akan dipupuk mekar dan tumbuh jauh lebih baik lagi....


Terima kasih Alga....Aku pasti tidak akan pernah melupakanmu....


~DON'T FORGET ME~


...T-A-M-A-T...


-


-


-


-


-


NAH JADI GITU GAYS KEGABUTANKU SELAMA INI....MAKASIH UDH DUKUNG AKU SAMPAI AKHIR😅 DAN ENDINGNYA KEBURU BURU....DAN GAK JELAS😂


ngehehe....


see you again.....