
Setelah keluar dari rumah besar itu, Melody melangkahkan kakinya hanya sekedar mencari Wc umum. Diapun menemukannya dan segera masuk kesalah satu kamar mandi setelah memberi sejumlah uang pada penjaga Wc tersebut.
Meskipun tempatnya bau dan kotor, dia tidak peduli, yang penting dia bisa membasahi tubuhnya meski tanpa menyabun dan tanpa sikat gigi, Toh dia juga akan membantu Alisya dikios dengan pakaian rapi, setelah itu dia bisa mandi lagi dirumahnya.
selang 15 menit, dia segera keluar dengan pakaian santainya. Celana panjang dan kaus hitam polos itu terasa ringan dipakai. Setelah berpamitan pada sang penjaga WC, dia kembali menyeret kopernya dan memesan Taxi.
Setelah 30 menit, barulah dia sampai di pasar dan segera menghampiri kios Ibunya Alisya.
"maaf aku terlambat!" ujarnya begitu ia tiba dan kios sudah dikerumuni pembeli.
"kufikir kau tidak akan datang!" seru Alisya sibuk melayani pembeli.
Tanpa menunggu lagi, Melody ikut serta membantu mereka. Walau ini baru pertama kalinya, dia dapat dengan mudah menghibur para pembeli agar mereka sabar menunggu dilayani.
Sampai waktu menunjukan pukul dua belas siang, keadaan pasar mulai sepi karna terik matahari yang semakin naik keatas.
"huh, capek juga ya!" seru Melody yang kini tengah duduk dikursi panjang sambil mengibas ngibaskan tangannya ke wajah karna cuaca panas ini.
"ini sudah biasa!" sahut Alisya ikut duduk.
"yah, bagimu sudah biasa, tapi ini pertama kalinya untukku"
"tapi kau punya sosialisasi yang baik ya, biasanya para pelanggan suka tidak sabar menunggu dan marah marah karna tidak segera dilayani, tapi mendengar gaya bicaramu tadi sepertinya membuat mereka lebih tenang" jelasnya begitu mengagumi kelebihan Melody.
"yah, kau hanya perlu merendahkan suaramu saja!" nasihatnya langsung saja mendapat anggukan kecil dari Alisya.
"ini nak, ibu belikan es krim untuk kalian!" ucap ibunya Alisya sambil menyodorkan dua es krim coklat untuk mereka.
"ah terima kasih bibi, tidak usah repot repot!" ucapnya begitu sungkan. Namun dia tetap menerima pemberian wanita itu.
"bibi senang melihat kalian berdua, sangat akrab seperti adik kakak!" senyumnya sambil mengelus rambut Melody dan juga Alisya.
Melody balas tersenyum, dia baru saja mendapat Sentuhan lembut sang ibu, yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya. Ternyata takdir tidak begitu kejam, ia hanya salah faham kepada tuhan.
...****************...
Sore ini, mereka menyiram tanaman dikebun, dan juga menyiapkan pupuk kandang supaya tanaman sayur dan buah mereka semakin subur. Setelah selesai, Ibunya Alisya segera pergi ke dapur untuk memasak. Sementara Alisya masih sibuk dengan tanamannya.
"menanam bunga Carnation" jawabnya masih sibuk menepuk nepuk tanah agar menjadi padat.
"aku baru dengar!"
"Bunga Anyelir!"
Melody hanya mengangguk pelan, jujur saja dia tidak tahu seperti apa bunga Anyelir itu.
"apakah setelah dia tumbuh bunganya akan cantik?"
"menurutku cantik, tapi yang membuatku tertarik itu maknanya" senyumnya lalu menanam beberapa biji bunga Carnation itu.
"memangnya apa maknanya?"
Alisya menghentikan aktifitasnya dan melirik pada Melody seraya tersenyum. "warna putihnya Carnation memiliki arti sweet and lovely dan warna merahnya bermakna, aku tidak akan pernah melupakanmu"
Mendengar itu, Melody tertegun, entah mengapa hal itu mengingatkannya pada Glan. Seketika rasa rindu mulai merasuk dalam hatinya. Berharap dia baik baik saja disana. Dan menepati janjinya untuk kembali padanya.
"dan jika kedua warna itu ada, maka berarti aku tidak dapat bersamamu" lanjutnya lagi.
Tatapan Melody langsung meredup, dia tidak ingin hal itu terjadi pada sahabatnya. Tiba tiba saja air mata sudah meluncur membasahi pipinya.
"kau baik baik saja?" tanya Alisya khawatir.
"ah iya, aku hanya tersentuh dengan maknanya" senyumnya lalu menghapus air matanya dengan kasar.
"Bisakah aku memilikinya juga?"
Alisya tersenyum dan memberikan beberapa biji bunga itu, dan merekapun menanam bunga bersama sama.
Melody menanamnya dengan sepenuh hati. Dan dengan harapan besar dia ingin Glan tumbuh beriringan dengan bunga Canartion yang ditanamnya. Tumbuh menjadi orang sukses yang membanggakan orang yang mencintainya, dan bisa kembali lagi padanya.
SEMOGA SAJA!