
Usai memeriksa ladang dan menghitung penghasilan mereka hari ini, Melody langsung saja bermalas malasan, karna sekarang dia tidak perlu repot repot memetik buah dan sayur lalu menjualnya ke pasar. Sekarang sudah ada beberapa orang karyawannya yang menjual sayuran mereka dan itu menguntungkan kedua belah pihak.
diapun langsung merebahkan dirinya diatas ranjang empuk miliknya. Yah rumah yang sederhana itu kini sudah direnovasi menjadi lantai dua sejak awal kesuksesan mereka.
Sambil menatap Ke langit langit kamarnya, fikirannya berpusat pada Glan, dia ingat dua tahun lalu saat mengunjungi rumahnya berharap kakaknya mau memberi kabar Glan saat itu. Namun sayang, rumah itu sudah kosong dan dijual, dan tak ada yang tahu kemana perginya Gray.
"haaah!" dia menghembuskan nafas pasrah. Lalu melihat ke layar ponselnya dan mengetik pesan untuknya. Mungkin untuk terakhir kalinya.
Melody : 5 tahun sudah berlalu Alga, cepatlah pulang, aku menunggumu
itulah pesan singkat yang ia kirimkan. Setelah itu dia memutuskan untuk pergi menggunakan mobilnya. Walaupun tahu hasil yang akan diterimanya, dia kembali mengunjungi rumahnya.
Kurang lebih 3 jam dia baru sampai disana. Kini rumah itu sekarang dihuni oleh sebuah keluarga bahagia. Dimana ayah ibu dan seorang anaknya sedang bermain ayunan dibawah pohon rindang. Mereka saling bercanda tawa penuh rasa cinta.
Melody mematung memperhatikan mereka, terlintas di benaknya kalau dia juga ingin memiliki keluarga bahagia seperti itu bersama Glan kelak. Sepertinya akan sangat menyenangkan kalau mereka memiliki seorang anak perempuan yang manja dan selalu merengek pada ayahnya untuk selalu dipeluk, sementara dirinya akan merasa cemburu pada anaknya sendiri. Haha dia tidak bisa bayangkan bagaimana ekspresi Glan nanti.
"permisi, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita yang merupakan ibu dari anak itu.
Melody cukup terkejut dan langsung mengusap air matanya yang tiba tiba saja keluar. "ah tidak" ucapnya terbata bata.
"tapi melihat wajahmu sepertinya kau tidak baik baik saja, silahkan masuk!"
ah ramah sekali wanita itu, membuatnya begitu segan. "terimakasih, tapi tidak perlu Nyonya, saya hanya merindukan orang yang pernah tinggal disini sebelumnya" senyumnya agak dipaksakan.
Mendadak wanita itu terdiam dan mengingat sesuatu. "ah tunggu sebentar!" ucapnya buru buru masuk kedalam dan setelah beberapa saat kembali membawa sebuah kotak kayu dengan ukiran indah beserta Kuncinya.
"aku mendapatkan ini didalam laci kamar atas, aku tidak pernah membukanya, sepertinya tuan rumah lupa membawanya. Barangkali ini barang berharga miliknya" ucapnya seraya memberikan kotak kayu itu.
Melody segera meraih kotak kayu itu dan mengucapkan terima kasih, setelah itu di segera pergi dan masuk ke mobilnya lalu membuka kotak kayu itu.
Didalamnya terdapat dua buah gelang hitam. Gelang hitam yang pernah mereka miliki waktu masa kecil, dan gelang hitam couple yang waktu itu pernah ia pakaikan bersama Resya saat di pameran. Lalu ada beberapa mainan masa kecil yang dulu sering mereka mainkan, ternyata Glan masih menyimpan semua itu.
Melody mengambil boneka beruang kecil yang dulu pernah dia cari cari karna hilang.
...~Flash back~...
"Alga boneka beruangku hilang!" teriaknya sambil mengguncang bahu Glan yang saat itu mereka tengah bermain dan belajar bersama.
"aku tidak tahu" jawabnya tak acuh
"bantu aku mencarinya!"
"aku sedang belajar Melody, nanti saja!"
"sekaraang!!!" diapun mulai merengek manja dengan menarik narik tangannya sampai pria kecil itu mengalah dan berpura pura mencarinya. Padahal dia yang menyembunyikan boneka beruang kecil itu, Karna semenjak Melody memiliki boneka itu, dia jadi lebih banyak bermain dengan bonekanya daripada dengan dirinya.
YAH, DIA PENCURINYA. 😂
"huhuhu...bonekaku..." tangisnya semakin menjadi jadi.
"sudah jangan menangis lagi, kau menyakiti kupingku" ucapanya polos.
"huhuhuhu..." Namun Melody malah semakin mengeraskan tangisannya.
"aku akan membelikan boneka baru nanti!"
Demi mendengar hal itu, dia langsung saja berhenti menangis dan merekahkan senyumnya.
"sungguh?"
Glan tersenyum dan menghapus air matanya dengan lembut "sungguh!"
...~Flas back end~...
Melody terkekeh disertai dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya. Ternyata dia yang menyimpan boneka kecilnya itu.
Dasar pria pencemburu!
Lalu dia mengambil beberapa koin uang yang ada didalam kotak itu, yah dia mengingat kembali tentang kembang gula yang ingin dibelinya.
...~Flash back lagi~ 😂...
"Waaaah indah sekali, aku mau itu!" teriaknya saat melihat beberapa anak kecil sedang membeli kembang gula yang pedagangnya berhenti tepat didepan rumahnya.
Melody kembali masuk untuk mengambil uang pemberian kakaknya, namun Glan menyeringai karna beberapa koin itu sudah ia masukan kedalam saku celananya.
"Alga apa kau melihat uangku?" tanyanya sambil membawa sebuah koin uang yang jelas tidak cukup untuk membelinya.
"tidak tahu!"
Gadis kecil itu tertunduk dan terlihat sangat kecewa, namun Glan segera menarik pipinya yang bulat itu dengan gemas. "lupakan saja, ayo kita main!" senyumnya seraya menggenggam tangan Melody dan mengajaknya ke taman.
...~Flash back end~...
Tak cukup sampai disitu, masih ada beberapa lagi kenangan masa kecil mereka yang indah. Seperti gambar persahabatan, gantungan kunci, dan surat surat kecil yang dia simpan. Bahkan Melody sendiri tidak tahu jika barang barangnya yang hilang telah dia simpan dengan baik.
"kemana aku harus mencarimu?! cepatlah kembali Alga! aku sangat merindukanmu..."ucapnya lirih.