Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
34. Kembali padaku!



o iya lupa gays, aku belum kasih contoh visualnya ya .....



Nah itu contoh visual Melody, harusnya matanya biru secerah langit ya, tapi karna susah nyarinya yaudah deh 😂. Sesuai sama karakternya dia lucu imut polos😂kadang bodoh😂 hehe



Nah ini Glan Algalasta, cowok dingin yang super cengeng dan baperan keknya😂



Resya kalia, si pejuang cinta😂



Angelica, gak menyeeramkan amat sih😂 berlebihan aja tuh si Melody😂padahal dalam benakku dia cantik sangat



Aril, si cowok lapang dada😅



Aldrcih, si cowok manja 😂tapi penguntit



Sandy, kang mabok😂



Haikal, kakak tercintaku😙😭😂


Ekhem!


Udah ya!😂


Selamat membaca gays😂


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"huh, dia fikir dia ini siapa berani mengurungku dirumah yang besarnya keterlaluan ini? berjalan dari kamar ke depan rumahnya saja butuh waktu berjam jam!" Melody terus ngedumel tidak jelas sambil melihat lihat situasi aman untuk kabur.


"Nona Melody? Anda mau kemana?" tanya seorang pelayan mengagetkannya.


eh? padahal ini masih sangat pagi bahkan matahari belum menampakan wujudnya. Tapi Pelayan itu sudah giat menyiram tanaman.


"Ah aku ingin mencari udara segar Bi, tidak lama kok!" senyumnya dengan wajah secerah mentari.


Dan akhirnya dia berhasil keluar dari rumah Aldrich. Namun mendadak, dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap gerbang besi yang baru saja dilewatinya. Dia Merenungkan kembali perbuatannya itu.


"tidak, ini bukan hal yang benar, Mereka sudah menerimaku dengan sangat baik dirumah ini. Seharusnya aku tidak akan pergi tanpa permisi, kakakku tidak pernah mengajarkanku menjadi anak kurang ajar seperti ini!" ucapnya tiba tiba saja melangkah kembali dan masuk.


Dia kembali kekamarnya, Merapikan apapun yang terlihat berantakan. Lalu pergi kedapur membantu pelayan lain memasak untuk sarapan pagi mereka.


"tidak perlu Non, biar saya saja yang melakukannya!" ucap Wanita paruh baya itu dengan sopan.


"Aku bukan Nona dirumah ini ibu, perlakukan aku seperti pelayan lainnya! Dan untuk kesekian kalinya aku memperingatkan Ibu untuk memanggilku Melody" senyumnya sambil melanjutkan pekerejaan wanita itu.


15 menit kemudian, sarapanpun sudah siap dan Melody beserta Wanita itu menyajikannya diatas meja.


"heemmm wangi sekali!" Seru Aldrich langsung saja duduk dikursinya dan menyantap makanannya tanpa menunggu keluarga yang lain.


"dasar anak nakal, ratusan kali mama bilang jangan makan duluan sebelum yang lainnya datang!" ucap ibu kandungnya sambil mengambil paha ayam yang hendak dimakan Aldrich.


"ah mama tapi aku lapar!" rengeknya manja.


"tunggu yang lain dulu!" tegasnya terlihat sangat berwibawa. Bahkan dia tampak lebih Tua dan lebih berkarisma daripada Nyonya Anjani. Sehingga Nampak nyonya Anjani lah yang seperti istri kedua.


Melody segera permisi setelah persiapannya selesai dan semua keluarga sudah duduk dikursi masing masing


"Melody!" panggil Tuan Gilang.


"iya Paman? eh Tuan maksudku!" cengirnya karna melihat ekspresi kedua istrinya selalu menyorot tajam padanya saat dia memanggil Tuan Gilang paman.


"ayo duduk bersama kami!"


"tidak Tuan, Terima kasih! aku akan kembali ke dapur membantu Ibu Dina!" senyumnya langsung saja beranjak pergi.


...****************...


Sudah berjam jam lamanya Melody memandangi ponselnya. Antara bingung dan sedang berfikir apa yang akan dia katakan kalau menemui Glan nanti.


Drrrt! Drrt!


"haaa yaampun aku tidak sengaja mengangkatnya!!" teriak Melody begitu sebuah panggilan masuk dan ia refleks langsung menekan ibu jarinya pada layar ponsel itu.


"Melody!" panggil suara yang dirindukannya itu.


"i i iya!" sahutnya gugup.


coba dengar, Suaranya sangat....


BERBEDA!


Suara itu begitu


LEMBUT!


TENANG!


Dan....


DAMAI!


bagai tetes embun yang jatuh membasahi dedaunan kemudian terpantul cahaya matahari.


"a apa aku tidak salah dengar? kau s s sedang bicara padaku? dan nada bicaramu...Begitu baik baik saja" ucapnya seakan tidak percaya. Padahal malam itu dia begitu memakinya.


"hem!" sahutnya dengan nada seperti biasanya lagi. "bukan berarti aku melupakan kesalahanmu!" ucapnya lagi.


"ahaha tentu saja!" Cengirnya sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal. Betapa bersyukurnya dia memiliki sahabat yang bukan pendendam.


"Si bodoh Aril itu bilang apa padamu? "jika seseorang mencintaimu apa adanya, dia tidak akan meninggalkanmu" perlu kau tau, menghilangkan rasa cinta lebih sulit daripada kekecewaan"


eh? apa dia sedang berdalih?


"kau mendengar pembicaraanku dengannya waktu itu?"


"hem, aku tidak menyukainya. Seakan dia merendahkanku"


Hening!


dia tidak mengerti apa yang dimaksudkan pria itu. Namun inilah kesempatannya untuk bicara serius dengannya.


"Tolong maafkan aku, maaf karna aku tidak bisa menjaga harga diriku. Sungguh, aku tidak keberatan jika kau tidak mementingkanku lagi, aku hanya meminta satu hal. Jika aku tidak bisa menjadi orang yang penting bagimu. Jadikanlah aku temanmu, Sebatas temanpun tak apa. Aku tidak keberatan!" pintanya. Tak terasa air mata mulai terjun membasahi pipinya. Jauh dari dalam lubuk hatinya, sungguh dia tak ingin mengatakan hal itu.


"tidak!" jawabnya singkat.


"maksudmu tidak bisa jadi teman?"


"hem, aku tidak ingin kau jadi temanku!"


Sakit!


satu kata yang mewakili perasaannya detik ini juga.


"begitu ya, maaf atas kekurang ajaranku ini" ucapnya sebiasa mungkin, berusaha menyembunyikan suaranya yang tercekat karna keluarnya air mata yang tak bisa ia bendung lagi.


"bagaimana caranya aku bisa menebus kesalahanku? aku berjanji akan melakukan apapun yang kau mau" ucapnya lagi.


"Kembali padaku!"


Yang benar saja! seratus persen dia tidak mempercayai ucapannya.


"eh?" sahutnya langsung saja terdiam


"mau tidak? cepat katakan sebelum aku pergi nanti!"


"Pergi? kemana?" tanyanya mengalihkan pembicaraan


"Aku kuliah diluar Negri! kemungkinan dua minggu lagi!"


"Apa?" teriaknya membuat Glan langsung menjauhkan ponselnya dari telinga.


Lalu apa maksudnya dia menyuruh kembali padanya sedangkan dia mau pergi? kebodohan apalagi ini?


"hem, cepat katakan Melody!"


Melody terdiam cukup lama, hal negatif dan positif bertarung dikepalanya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk.......


......................


...----------------...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa komentar yang halus ya, jangan terlalu pedas soalnya aku ga suka yang pedas2.....hehe


emmm.....maaf kalo ceritanya menyimpang atau bertele tele atau ngebosenin atau gitu gitu aja, Atau gak jelas banget


Soalnya aku Gak tau harus ngapain lagi😭😭😭😭😭😭😭😭


***Enggaklah becanda😂


sampai jumpa diepisode selanjutnya***......