Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
Kebenaran



*Kehilangan orang yang sangat di sayang adalah hal yang menyakitkan


Sebuah janji yang telah terukir harus sirna akan kematian yang tidak seorangpun tahu kapan itu terjadi


***


“Aku mohon di, ayo pulang. Aku mohon di”ucap Bunga dan Ardi pun langsung melepaskan pelukan Bunga dan pergi. Bunga pun hanya berdiri kaku dan tiba-tiba air matanya turun ketika melihat Ardi hilang dikeramaian.


#Ardi Pov'


Tanpa sadar aku menangis didalam mobil dan langsung menancap gas mobil untuk pergi entah kemana. Tanpa aku sadari, aku pergi ketempat yang biasa aku datangi dengan Anisa dan juga merupakan tempat dimana aku putus dengannya. Aku melangkah keluar dari mobilku dan menuju ke kafe tempat biasa aku dan dan Anisa hangout.


Aku tidak tahu kenapa kesedihan ini yang merupakan kesepian selalu aku rasa. Atau sebuah penyesalan. Aku tidak tahu lagi. Yang pasti, aku sungguh merindukannya.


Aku hanya berharap dengan aku melakukan hal-hal yang tidak dia suka, dia akan kembali padaku dan memberiku peringatan untuk menghentikannya. Tapi saat ini, dia belum muncul untukku. Meskipun aku selalu melakukan hal yang tidak dia suka dariku.


Mengapa rindu itu begitu berat, untukku?


#Ardi Pov' end


“Ardi… pulanglah. Aku mohon jangan pernah sakiti dirimu. Aku mohon di, aku gak mau melihat kamu seperti ini. Ini tidak seperti yang aku inginkan. Aku mohon di pulanglah”ucap seorang perempuan yang duduk didepan Ardi yang sedang melamun melihat ke arah jalanan.


Perempuan itu pun menangis melihat keadaan Ardi yang berubah total saat ini. Perempuan itu mencoba memegang tangan Ardi tetapi tangannya tidak bisa menyentuhnya. Perempuan itu pun menangis, tidak bisa menahan rasa sedih yang dia derita.


“Ardi… Ardi…”ucapnya menangis. Ardi langsung terbangun dari lamunannya itu.


“Anisa!?”ucap Ardi yang membuat perempuan itu terkejut dengan apa yang telah dia dengar.


“Anisa. Kamu dimana Nisa, Anisa”teriak Ardi mencari cari Anisa di kafe itu dan membuat para pengunjung risih. Ardi pun diusir keluar karena menggangu pengunjung kafe. Perempuan itu yang melihat Ardi seperti itu pun hanya bisa terdiam dan bersedih karena Ardi tidak bisa dia gapai.


“Ardi maafin aku, maafin aku… ini semua salahku. Aku mohon kembalilah seperti dulu, aku mohon, di”ucapnya yang melihat Ardi seperti orang bodoh saat ini.


“Anisa… kamu dimana Nisa. Maafkan aku Nisa. Aku mohon padamu jangan sembunyi seperti itu, aku mohon Nisa keluarlah. Aku janji gak akan bikin kamu sedih lagi, aku janji. Jadi keluarlah, jangan bermain petak umpet seperti ini, aku mohon Nisa. Aku sangat merindukanmu. Kenapa kamu melakukan hal ini padaku Nisa!”ucap Ardi sambil berlari-lari histeris mencari Anisa. Dia tidak peduli jika orang-orang disana menganggapnya gila.


“Aku mohon kamu jangan seperti ini di. Aku sudah memaafkanmu”ucap perempuan itu yang tidak lain adalah Anisa yang tidak bisa menahan tangisannya.


"Kenapa kamu jadi seperti ini sih di"ucap Anisa menangis sesenggukan melihat kekasih yang sangat dicintainya menggila seperti ini.


“Anisa, benarkah ini kamu, sayang”ucap Ardi yang melihat Anisa dengan samar-samar.


Anisa sangat terkejut ketika Ardi melihat kearahnya. Anisa sangat gelisah dan tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Anisa pun menghapus air matanya itu.


“Kamu bisa melihatku?”ucap Anisa merasa syok.


“Ini benar kamu Nisa, kamu kemana saja, aku sangat merindukanmu”ucap Ardi yang langsung mencoba memeluk Anisa dan sangat terkejutnya ketika saat Ardi akan memeluk Anisa tiba-tiba saja Anisa menghilang.


“Anisa. Anisa kamu dimana Nisa?. Kamu kemana Nisa”ucap Ardi berteriak-teriak seperti orang gila yang berlari kesana-sini. Anisa tidak bisa berbuat apa-apa dan hal yang terjadi itu adalah sebuah keajaiban yang tidak pernah Anisa lupakan, karena dia bisa bicara dengan Ardi walaupun hanya sebentar.


Ardi masih berlari mencari Anisa dan Bunga melihat Ardi seperti itu pun langsung menghentikannya.


“Ardi”panggil Bunga dan Ardi pun menoleh.


“Bunga…”panggil Ardi kembali. Bunga pun menghampiri Ardi yang terlihat seperti orang yang sangat senang.


“Kamu kemana saja sih, aku nyariin kamu tahu gak”ucap Bunga yang khawatir. Ardi pun langsung memegang pundak Bunga dan Bunga sangat terkejut dengan perubahan sikap Ardi ini.


”Kamu kenapa di, kamu sakit”tanya Bunga memegang wajah Ardi. Ardi pun memegang tangan Bunga dan membuat Bunga terkejut dengan apa yang telah dilakukan Ardi kepada dirinya.


“Tadi aku melihat Anisa, tapi saat aku ingin memeluknya dia hilang”ucap Ardi yang langsung membuat Bunga kaget dan mengingat-ingat jika dia melihat orang yang mirip Anisa juga tadi. Ardi terus-terusan menyebut nama Anisa ke Bunga dan itu membuat Bunga tidak tahan.


“Stop!”ucap Bunga, Ardi pun terdiam dan melihat tidak suka ke arah Bunga.


“Kenapa”tanya Ardi dingin.


“Tidak mungkin kamu bisa bertemu dengan Anisa di. Kamu itu hanya berhalusinasi saja, maaf sebelumnya. Kamu kan tahu di, kalau Anisa itu…”ucap Bunga terpotong karena dia tidak tega dengan Ardi. Ardi menatap Bunga dengan tatapan rasa ingin tahu.


“Ardi. Sudah cukup, aku sudah tidak tahan dengan sikapmu di. Cukup di, aku mohon lupakan Anisa, dia sudah bahagia disana di. Tolong di, mengertilah”ucap Bunga yang berusaha memberanikan diri untuk berucap lebih lanjut .


“Maksudmu apa sih Bunga. Aku tadi baru saja berbicara dengan Anisa. Sudah aku mau cari dia”ucap Ardi yang langsung dihentikan oleh Bunga yang menamparnya. Ardi sangat terkejut dengan apa yang telah dia terima.


“Apa yang kamu lakukan hah!”ucap Ardi yang langsung menatap tajam Bunga.


“Apa yang aku lakukan?. Seharusnya aku yang bertanya padamu di!. Sebenarnya apa yang kamu lakukan?. Kamu sudah gila atau gimana sih. Anisa tuh sudah mati di, dia sudah meninggal 1 tahun yang lalu”teriak Bunga histeris dan menangis kearah Ardi yang langsung membeku setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Bunga.


“Aku gak percaya dengan apa yang kamu katakan. Terus tadi siapa hah!. Terus siapa yang bertemu denganku tadi, kalau bukan Anisa”ucap Ardi yang masih kekeh dengan pendiriannya. Hal ini semakin membuat Bunga emosi.


Bunga pun langsung menarik Ardi pergi dan mengajaknya ke makan Anisa. Sampailah mereka ketempat pemakaman umum dan Ardi sangat kaget dengan apa yang dia lihat, nama Anisa terukir dibatu nisan itu.


“Gak mungkin, ini gak mungkin. Kamu bohongkan, ini semua gak bener kan?”ucap Ardi yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Anisa yang melihat hal tersebut hanya menangis dan ketakutan dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Kenapa ini harus terjadi padaku Tuhan, kenapa aku harus mengalami ini semua!"ucap Anisa menangis menatap batu nisan bertulisan namanya.


#Flashback on


“Ardi, aku ingin kita putus”ucap Anisa yang membuat Ardi langsung tersedak oleh minuman yang baru saja masuk kedalam tenggorokannya itu.


Ardi langsung menatap Anisa dengan serius dan setelah beberapa menit kemudian dia tersenyum.


“Serius mau putus. Aku gak suka yeah, kalau kamu bercandanya seperti ini”ucap Ardi yang menganggap hal itu hanya sebuah candaan saja.


“Aku serius di, aku lagi gak main main dengan ucapanku. Lebih baik kita putus, aku hanya tidak ingin kamu…”ucap Anisa yang langsung dihentikan oleh Ardi yang memegang kedua tangan Anisa dan menatap Anisa lembut.


“Jangan diterusin. Aku tahu kamu cuma mau ngeprank aku lagi kan. Sudah deh bercanda yang kayak gini itu gak lucu sayang. Ya sudah sekarang kamu mau pesan apa, keburu malam nih”ucap Ardi mengelus rambut Anisa sayang.


Sedangkan Anisa yang tidak tahan akan sikap itu pun langsung berdiri dan langsung pergi meninggalkan Ardi. Ardi yang terkejut akan sikap kekasihnya itu pun langsung mencoba mengejarnya.


"Anisa, tunggu!. Kamu itu kenapa sih sayang"tanya Ardi yang berhasil menyusul Anisa.


Anisa tetap berjalan tanpa menanggapai panggilan dari Ardi. Ardi pun berlari dan menarik tangan Anisa.


"Kamu kenapa si Nisa?. Kenapa kamu tiba-tiba marah kayak gini?"tanya Ardi yang mulai kesal dengan sikap kekasihnya itu.


"Kamu bilang kenapa?. Seharusnya kamu tahu penyebabnya di!. Kenapa sih kamu pura-pura gak paham dengan yang aku maksud. Aku sudah bilang berkali-kali ke kamu, tapi kamu hanya menganggapnya bercanda. Untuk hal ini aku sekarang gak bercanda, aku serius ingin putus di, aku sudah bosan denganmu"ucap Anisa menggebu yang malah membuat Ardi ketawa karena mendengar perkataan Anisa yang menurutnya hanya bercanda lagi.


"Sudah dong sayang. Gak usah main prank-prank an dong. Aku gak suka candaan ini" ucap Ardi.


"Aku gak lagi ngeprank di, aku serius. Kenapa sih, susah buat kamu mengerti kata-kataku. Kita putus di, kamu tahu artinya bukan. Hubungan kita berakhir disini, cukup sampai sini. Kamu berhak membenciku atau menyumpahiku di. Tapi ini memang yang aku mau di, aku ingin mengakhiri ini semua"ucap Anisa yang langsung pergi dengan menahan tangis yang akan keluar itu.


Ardi masih mencerna perkataan Anisa tanpa dia sadari, Anisa sudah pergi meninggalkannya.


Setelah itu Anisa tidak pernah kelihatan di sekolahnya. Ternyata Anisa pamit ke Bunga pergi ke Amerika karena mendapatkan beasiswa kuliah disana dan meminta bunga untuk menjaga Ardi yang tidak tahu alasan kenapa dia meninggalkannya. Dalam perjalanan ke bandara hal tersebut terjadi dan Bunga sangat shock mendengar hal tersebut.


Bunga menjemput Ardi di rumahnya dan langsung pergi ke rumah sakit. Bunga sangat kaget dan menangis tanpa henti melihat jasad yang wajah tak bisa dikenali itu dengan tanda pengenal Anisa. Ardi yang tidak percaya dengan ini semua tidak menerima hal tersebut, bahwa orang yang terbaring tidak bernyawa itu adalah orang yang dia cintai.


.


.


.


.


.


Next on