Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
38. Taburan Mawar



Sang Bulan yang mengambil alih dan memimpin langit malam. Walaupun bulan tidak memiliki cahanya sendiri, Diapun membutuhkan matahari untuk menerangi bumi, membuat suasana langit malam menjadi terang dan terlihat indah diiringi dengan kerlap kerlip bintang dilangit.


Melody tersenyum begitu awan yang menghalangi cahayanya sudah pergi. Dia terlihat lebih bersih dan indah.


"andai saja aku bisa seperti bulan, begitu bersinar dan kokoh, jauh diatas sana dan setia menemani langit malam, bahkan tak pernah berkedip sekalipun!" gumamnya begitu dia menikmati suasana malam dibalik jendela kamarnya.


"kenapa tidak mau menjadi bintang saja?" tanya Aldrich tiba tiba saja sudah memeluknya dari belakang. Aroma shampo dan sabunnya begitu memabukan. Membuat Melody tak bisa menolaknya.


"karna aku menyukai bulan"


"kalau aku, lebih menyukai bintang!"


"kenapa? bintang itu hanya seperti bercak kecil dilangit"


"Justru karna itu, Bintang tidak takut jika dianggap kecil. Meskipun massanya lebih besar dari bumi dan matahari dia selalu setia menemani langit malam walau terkadang cahayanya dirampas oleh bulan dan rela meredup di mata bumi"


Melody hanya menganggukan kepalanya pelan.


"apa kau tahu Vega?"


"nama siapa itu?" tanyanya malah membuat Aldrich terkekeh pelan.


"vega adalah bintang yang paling terang dalam rasi Lyra, Vega juga merupakan bintang yang paling terang ke lima dilangit malam" jelasnya membuat Melody terpukau. Padahal pria itu mengambil jurusan hukum. Tapi dia sepertinya memahami ilmu astronomi.


"maukah kau menjadi Vega bagiku? terangi kegelapan dalam hidupku!" tanyanya lagi semakin mengeratkan pelukannya.


"aku tidak mau!" sahutnya langsung menjauhkan diri dari Aldrich.


"kenapa?"


"apa artinya aku akan menjadi penerang yang kelima bagimu? lalu siapa ke 4 bintang lainnya yang akan menerangimu?"


Aldrich terkekeh dan mencubit hidungnya pelan. "pertama mama Vera, lalu mama Anjani, lalu ayahku, dan kau yang kelima" jelasnya


"siapa yang ke empat?"


"Dia...Dia yang sudah ada diatas sana!" senyumnya sambil menatap kelangit.


Dia mulai bertindak aneh lagi.


Dalam sesaat tak ada percakapan diantara mereka. Sampai akhirnya Melody memutuskan untuk kembali memeluknya. Menatap Mata indah itu yang kini tampak berkilauan saat cahaya bulan menyentuhnya.


"Ada apa? kau menginginkan sesuatu?"


Melody mengangguk pelan.


"katakan!"


"aku ingin melihat ruangan itu!"


"kau benar benar ingin tahu?"


"nanti setelah kita menikah!"


Melody mengerucutkan bibirnya kesal dan menjauhkan dirinya dari Aldrich. "aku tidak mencintaimu" ucapnya terang terangan. Dia tidak ingin lagi membuat masalah dalam hidupnya.


"suka atau ti-" kalimatnya terpotong karna Melody menutup bibir Aldrich dengan tanganya.


"suka atau tidak aku tidak akan melepaskanmu!" ledeknya mengikuti gaya bicara Aldrich. Membuat pria itu tertawa melihat tingkahnya.


"kalau kau tidak mau menunjukannya aku akan minta kunci cadangan pada ayahmu!" Melody beranjak meninggalkannya Namun pria itu kembali menariknya.


"mulai sekarang aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu, kau hanyalah milikku!"


Melody tersenyum puas. "jadi, berikan kuncinya!"


Mau tak mau,Aldrich segera memberikan kunci itu dan membiarkan Melody melihat apa yang ada didalam kamar disamping kamar Aldrich.


Cekrek!


Belum sempat pintu terbuka seluruhnya, semerbak bunga mawar tercium begitu wangi. Dan begitu pintu terbuka seluruhnya. Betapa indah ruangan yang dipenuhi mawar itu.


Dinding dindingnya dipenuhi dengan lukisan beberapa karakter disney. Dan buku buku tertata rapi di rak. Lalu Terdapat foto seorang wanita cantik dengan ukuran figura yang besar dan dihiasi mawar putih dipinggarannya. Wanita itu, terlihat sangat mirip dengan Melody. Senyumnya, bibirnya, hidungnya yang mungil begitupun rambutnya, namun dia memiliki bola mata yang hitam pekat.



(ANGGAP AJA SANGAT MIRIP YAH😂)


Dan yang paling membuatnya tertarik adalah buku tebal diatas meja bulat yang ditaburi mawar merah. Sampulnya yang halus dan wangi. Saat membuka halaman pertama. Terukir sebuah kaligrafi indah bertuliskan "Moon!" dan saat membukanya lagi, sebuah foto wanita itu bersama Aldrich yang terlihat begitu mesra dan bahagia.


halaman demi halaman berikutnya, kembali tertulisan kaligrafi indah ukiran tangan yang handal. Kalimat itu bertuliskan


Semua ini milikmu, nona Moon Suki


"moon suki? siapa dia?"


Aldrich tak segera menjawab, dia hanya terdiam dan terus memandangi foto itu, sesekali menatap Melody memastikan kalau mereka benar benar sangat mirip.


...****************...


...----------------...


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***😁🙏


"Orang yang sudah meninggal hanya akan hidup didalam kenangan saja***"