Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
66. Lalu apa yang salah?



Alisya menyambut kedatangan Melody yang sangat kacau dan berantakan. Dia langsung saja menuntunnya duduk di sofa dan membawakannya segelas air.


"apa yang terjadi? apa ada seseorang yang menyakitimu?" tanyanya begitu khawatir. Karna akhir-akhir ini Melody tampak senang dan bahagia, namun malam in terlihati semua masalah tiba tiba menimpa dirinya.


Melody menjelaskan semua kejadian tentang hari ini. Dia terus berpendapat tentang masalah yang tidak masuk di akal. Menurutnya hal ini sangatlah tidak mungkin terjadi, bagaimana bisa seseorang yang meninggal lima tahun lalu bisa kembali setelah sekian lama, bukankah seharusnya dia kembali saat itu juga? tapi mengapa harus menunggu setelah lima tahun?


"aku tidak percaya ini!" sahut Alisya setelah selesai mendengar penjelasan Melody.


"apakah mungkin kakaknya Alga salah menerima informasi? mungkin bukan Alga yang....ah tapi Gray tidak bisa melihat keberadaannya" ucapnya terus bertarung dengan fikirannya .


"maksudnya?" tanyanya tidak mengerti.


Maksudnya? yah, apa maksudnya semua ini..


"ah bagaimana kalau aku memperkenalkanmu pada Alga besok?"


Alisya hanya mengangguk pelan dan mengusap punggung Melody untuk memberinya kenyamanan. Karna dalam kondisi seperti inilah seorang sahabat benar benar dibutuhkan.


...****************...


Mentari kembali menyapa bumi dan harus menyudahi mimpi indah mereka. Melody yang sudah memeriksa Ladang dan menyelesaikan semua aktifitas paginya, dia segera saja meraih ponselnya untuk menghubungi Glan dan menyuruhnya datang.


Tapi tiba tiba saja namanya sudah hilang dari daftar kontaknya. Entah kenapa rasanya aneh sekali.


"kau sudah menghubunginya?" tanya Alisya sambil mengelap keringat didahi Melody dengan sapu tangannya.


"kenapa nomornya hilang? padahal aku sudah memberinya ponsel dan bertukar nomor dengannya!" jawabnya mulai gusar.


"Melody ini serius, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Alisya ikut bingung.


"tunggu hari ini. aku yakin dia pasti akan datang" ucapnya penuh harap.


-


-


-


Matahari berada tepat diatas kepala dan sinarnya sudah mulai terik, dimana cuaca menjadi sangat panas dan gersang. Namun tentu saja angin berhembus kencang, bahkan menerbangkan apapun yang mampu dia hempaskan, membuat cuaca panas ini terasa sejuk saat berada dibawah pohon rindang. Menatap Langit yang cerah dan membiru seolah olah mengajak untuk terbang mengikuti dahsyatnya angin diatas sana.


WUSH!


Melody memejamkan mata saat angin beberapa kali menerpa wajah mulusnya dan membuat anak rambutnya menari nari karna tertiup angin.


Tiba tiba saja dia dikejutkan oleh sentuhan lembut yang membelai wajahnya. Perlahan Melody membuka matanya memperlihatkan manik indah yang dia miliki.


"Melody!" panggil suara yang tak lain adalah Glan.


"kau...selalu saja membuat jantungku tidak normal Alga" senyumnya merasa lega karna pria itu telah datang.


"kufikir kau tidak akan datang"


Glan terkekeh dan tak mengalihkan pandangannya. "bagaimana jika aku benar benar meninggal seperti yang kakakku katakan?"


"tapi buktinya kau masih ada bersamaku kan?"


Glan menoleh dan tersenyum miring. "tak ada yang bisa melihatku selain dirimu"


"Lalu apa salahnya? ini kebahagiaan kita! orang lain tidak perlu tahu!" ucap Melody bersikeras untuk memaksa takdirnya.


"bukan begitu masalahnya!"


"Lalu apa?"


"cinta kita terlarang!"


Melody mengerutkan Alisnya tidak mengerti.


"apa maksudmu?"


Glan menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan.


"sedikit demi sedikit aku mulai mengingat kejadian lima tahun yang lalu, dimana aku berjanji padamu akan kembali dan memulai hubungan kita dari awal....Aku tahu ini berlebihan....Saat itu aku terus terisak dan tak bisa berhenti memikirkanmu...kufikir 5 tahun yang akan datang itu sangatlah lama, kalau saja aku tidak egois, mungkin aku tidak akan pergi dan memilih untuk menghentikanmu dari semua masalahmu yang sudah jelas aku tahu titik masalahnya ada pada pamanmu...Lalu saat aku sudah berada dipesawat dan terbang menuju Amerika, tiba tiba pesawat mengalami kehabisan bahan bakar dan begitu pesawat menghantam kelautan aku tidak ingat apa yang terjadi, aku benar benar mati rasa dan tak memikirkan apapun lagi selain janjiku padamu dan juga pada kakakku....didetik detik terakhir aku meminta pada tuhan untuk bisa menepati janjiku padamu....." Glan menghentikan penjelasannya untuk melihat reaksi Melody yang menatapnya dengan tatapan serius.


"Lalu..."Glan melanjutkan "tiba tiba saja aku terbangun ditempat yang gelap dibawah langit yang seperti hujan bintang. sangat indah dan berkerlap kerlip....Dan itu membuatku sangat bingung, dan saat itu tujuanku hanyalah dirimu...Aku berjalan menuju rumah kakak dan dia sudah tak ada disana...dan aku menemukanmu yang sedang mabuk berat diatas bukit lalu membawamu ke suatu tempat dan kita "melakukan" hal itu" Glan mengakhiri penjelasannya. membuat Melody tidak mengira kalau pria itu mau berbicara panjang lebar.


"itu artinya, kita bisa bersama sekarang!"


Pria itu menggelang. "bagaimana bisa bersama kalau kita sudah berbeda alam? " tanya Glan merasa frustasi.


"sekarang aku faham kenapa orang orang tidak mempedulikanku, karna mereka tidak bisa melihat keberadaanku" lanjutnya.


"Memangnya kenapa kalau hanya aku yang bisa melihatmu? itu bukan masalah besar Alga, lagipula aku tetap bisa berbicara denganmu dan menyentuh...." Melody menjeda kalimatnya saat dia bermaksud memegang tangan Glan namun tubuhnya menjadi transparan dan itu membuatnya sangat terkejut.


DIA TIDAK BISA MENYENTUHNYA!


😭


😅


*******


tinggal beberapa eps lagi nih temen2, bentar lagi End....Berhubung aku udh sibuk sama pelajaran...aku ucapin makasihnya skrg aja deh...Makasih buat kalian yang mau dukung aku....😊


see you