Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
53. 5 tahun berlalu



5 TAHUN KEMUDIAN.......


Waktu semakin cepat berlalu, teknologi semakin canggih dan memiliki banyak perubahan. Tak terkecuali kehidupan seseorang. Baik itu perubahan sikap, penampilan, ataupun pola hidup yang mereka jalani seiring berjalannya waktu dan banyaknya pengalaman yang mereka lewati.


5 tahun sudah berlalu, Dimana penantian itu sudah seharusnya terbayar. Menyambut kebahagiaan yang akan datang dan memulai kehidupan baru yang semua orang harapkan, yaitu sebuah kebahagiaan.


Tapi manusia hanya bisa membuat rencana, dan yang menakdirkannya adalah Tuhan. Mungkin saja saat hidup tak sesuai rencana, Tuhan akan memberikan kejutan yang akan membuat seseorang lebih bahagia dari apa yang dia rencanakan sebelumnya.


Gadis bernama Melody itu, semakin terlihat cantik dengan penampilan barunya yang terlihat lebih Fresh , Dia juga mengubah gaya rambutnya menjadi lebih pendek dan usianya sekarang sudah menginjak dua puluh dua tahun. Meski tak bisa menggenggam dunia, dia telah ikut sukses bersama Alisya dan ibunya berkat usaha dan kerja keras mereka selama bertahun tahun.


Mereka berhasil memperluas ladang pertanian sayur mayur dan buahan buahan dengan ketekunan dan juga kerja keras mereka. Meski sempat gagal, mereka tetap tidak menyerah. Bahkan Melody menciptakan inovasi dalam penjualan hasil panen, yakni direct selling tanpa melalu Tengkulak. Dengan cara itu mereka mendapatkan keuntungan yang lebih besar.


Dibalik kesuksesannya, tak lupa dia juga sedang menantikan kepulangan seseorang yang sudah berjanji akan kembali setelah lima tahun. Namun sedihnya, dia tak pernah mendapat kabar dari Glan. Meski sudah ratusan kali pesan ia kirimkan padanya, tak ada satupun yang dia balas. Entah kenapa, pria itu memberi ketidakpastian yang cukup lama. Membuatnya merasa lelah dan ingin menyerah.


Malam ini, seharusnya dia menghadiri pesta ulang tahun Aldrich yang ke 26 sekaligus merayakan perusahaan Buterfly group yang semakin berkembang setelah Aldrich yang mengelola perusahaan tersebut. Bahkan sekarang sudah memiliki cabang diberbagai kota. Yah meskipun begitu, dia sama sekali tidak berubah, tetap menperlakukannya dengan spesial.


DRRT! DRRT!


getaran ponsel digenggamannya itu mengganggu momennya menatap bintang dilangit.


"Hallo!" sahutnya begitu mengangkat sambungan telpon.


"dimana adikku dimalam yang spesial ini!?"ucap suara yang terdengar riuh itu karna suara gelas beradu dan juga senda gurau orang orang ditambah dengan alunan musik yang mengiringinya.


"bukannya kau ditemani pacarmu?"


Yah, Alice dan Aldrich sekarang sudah pacaran dan sebentar lagi mereka akan menikah. Walau dahulu terdapat banyak konflik diantara keduanya. Pada akhirnya, Aldrich tetap menerima perjodohan itu meski tidak mencintai Alice.


"pesta ini tidak akan lengkap tanpa dirimu Melody, ayo cepat datang, Alisya dan ibunya menunggumu dari tadi, jangan kecewakan mereka" jelasnya berhasil membuat Melody mengangguk pasrah. Dia lupa kalau sudah menyuruh Alisya dan ibunya pergi terlebih dahulu dan dia akan segera menyusul.


Namun begitu melihat jam tangan yang tersemat ditangannya, sudah satu jam dia duduk diatas balkon sambil menikmati angin malam.


"baiklah, aku akan datang!" ucapnya segera menutup sambungan telponnya dan bergegas menggunakan mobil Hitamnya yang sudah ia punya satu tahun yang lalu hasil kerja kerasnya.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit akhirnya dia sampai dan langsung disambut beberapa pelayan lama yang kini sudah akrab dengannya. Tampilannya benar benar terlihat Elegan seperti seorang Ratu kecantikan yang mampu menghipnotis semua orang.


Melody berjalan bak model saat mendekati Aldrich dan memberinya bingkisan. Tak lupa dia memeluknya dan mengucapkan selamat. "Selamat ulang tahun dan juga selamat atas kesuksesan perusahaanmu Tuan Aldrich Alderald, Semoga menjadi perusahaan yang semakin maju dengan layanan yang berkualitas dan masa kini"


"terima kasih Melody, selamat juga untuk kesuksesanmu" senyumnya.


Jangan bercanda, bahkan jika dibandingkan dengan dirinya, Melody masih berada sangat jauh dibelakangnya.


"Kau habis darimana dulu?" tanya Alisya merasa kesal karna Melody tak kunjung datang saat dia sudah lama menunggunya.


"maaf, tadi ada sedikit urusan" senyumnya langsung saja menghampiri mereka.


"Silahkan nikmati pestanya!" sahut Alice dengan tatapan tajam seperti ingin cepat cepat mengusirnya pergi. Sedari dulu dia memang sudah tidak suka dengan kehadiran gadis musim semi itu.


"heey Melody!" teriak Tuan Gilang membuat beberapa tamu melirik kearahnya. Karna tak biasanya dia teriak teriak seperti itu didepan umum.


"Ah sejak kapan Tuan pulang?" tanyanya begitu dia menghampirinya dan memberi hormat pada Tuan Gilang dan Nyonya Vera yang menggandeng tangannya dengan romantis.


"kemarin sore!" senyumnya.


"syukurlah"


Karna tamu yang lain mulai berdatangan, mereka disibukan dengan menyambut mereka sehingga memudahkan Nelody untuk cepat cepat pulang.


"Ayo kita pulang!" ajaknya pada Alisya dan ibunya yang kini tengah menikmati makanan diatas mejanya.


"aku hanya tidak nyaman berada ditempat ramai seperti ini bibii" ucapnya membuat alasan.


"setidaknya nikmati pesta dulu, makanannya enak enak loh!" sahut Alisya dengan polosnya. Membuat dirinya sama sekali tidak berubah dari dulu.


"ya sudah kalian nikmati saja ya, kalau begitu aku duluan, sampai jumpa" pamitnya langsung saja pergi setelah mendapat anggukan dari keduanya.


Melody kembali mengendarai mobilnya, tatapannya fokus kedepan. Dan berhenti saat Lampu merah yang menandakan dia harus berhenti sejenak.


Tiiiddd!


suara klakson tiba tiba terdengar disampingnya, Melody langsung saja membuka kaca mobilnya dan melihat seseorang yang tak asing dengan motor yang dinaikinya meski wajahnya tertutup helm yang dipakai pria itu tapi Melody tetap mengenalinya. Yah dialah Aril.


"ayo ke cafe yang ada di dekat taman kota!" teriaknya langsung mendapat anggukan kecil dari Melody.


Merekapun menepi, dan duduk dimeja yang sudah disediakan lalu memesan kopi. Setelah itu mereka berbincang karna sudah lama tak bertemu. Kira kira dua bulan yang lalu.


"bagaimana dengan kuliah mu?" tanya Melody.


"aku baru wisuda dua bulan terakhir ini, dan sekarang akan memulai bisnisku"


"wisuda? kenapa tidak mengabariku? setidaknya aku akan mengucapkan selamat dihari spesialmu itu"


Aril tersenyum dan menyeruput kopinya. "tidak apa apa, lagipula kau juga sibuk dengan pertanianmu kan?" tanyanya.


Melody tertegun, ternyata sampai saat ini pria itu selalu bisa mengerti keadaannya. Tak ada yang berubah dari dirinya. Bahkan sekarang dia jauh lebih baik.


"kenapa kau tidak kuliah sampai S3 saja?"


"itu terlalu lama, nanti aku keburu tua dan tidak bisa menikah"


"hahaha"


mereka pun tertawa bersamaan.


Melody sangat bersyukur dengan kehidupan yang dia jalani sekarang. Orang orang disekitarnya semakin maju menuju kesuksesan. Tak terkecuali dirinya yang benar benar memiliki banyak perubahan. Tapi ada satu hal yang masih ingin ia ketahui, yaitu kesuksesan sahabatnya disana.


Kapan dia akan kembali?....


......................


...----------------...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***HALLO GAYSSS😂


bentar lagi tamat nih😂 ku bingung harus diapain lagi....lagipula sekrang dah mulai disibukan dengan sekolah dan tugas tugas...Mungkin endingnya gantung nanti😂


Makasih buat dukungan kalian cemua😊***


💕


💕