
*Bagaimana bisa aku menjelaskan ini semua kepadamu, jika kamu tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan ini semua.
Maaf jika aku melakukan hal yang tidak kamu suka, tapi semua ini juga demi dirimu. Aku hanya ingin kamu bahagia, tapi hal ini malah membuatmu membenciku.
Maafkan aku …
***
“Ardi!?”panggil Bunga yang langsung menghampiri dan memeluk laki-laki yang sedang duduk di bangku kantin kampus.
“Apa_an sih?!. Lepaskan sekarang atau saya akan membuatmu...”ucap Ardi terpotong oleh Bunga. Sungguh Ardi merasa risih akan keberadaan Bunga saat ini. Apalagi dengan posisi seperti ini.
“Kamu kok gitu sih di, sama aku. Aku itu sangat rindu kamu di"ucap Bunga yang tidak peduli dengan sikap Ardi yang selalu mengacuhkannya dan sudah melepaskan pelukannya itu dan menatap Ardi sedih.
Ardi yang ditatap seperti oleh Bunga pun mengabaikannya dan kembali fokus dengan makanan yang sedang dia santap itu. Bunga yang merasa terabaikan pun, ikut memesan makanan dan sekarang sedang menyantap makanan disamping Ardi.
Karena tidak adanya pembicaraan diantara keduanya. Bunga pun langsung melanturkan sebuah kalimat yang membuat nafas Ardi tidak beraturan dengan mata yang menatap tajam Bunga.
"Kamu tahu gak sih di?. Tidak tahu kenapa, aku merindukan sosok sahabatku yaitu An…”ucap Bunga terpotong karena Ardi pergi meninggalkannya.
“Anisa, di. Aku merindukannya dan kamu seperti ini juga karena dia. Kamu juga merindukannya di, tapi kita tidak akan pernah bisa menemuinya lagi”lanjut Bunga lirih, ketika Ardi pergi meninggalkannya sendiri disana. Bunga menahan air matanya yang ingin keluar sendirinya itu.Setelahnya Bunga pun langsung mengejar Ardi yang pergi menjauh itu.
“Ardi, tungguin aku”ucap Bunga mengejar Ardi. Ardi mendengar panggilan itu sontak berhenti dan menyebabkan Bunga menabrak punggung Ardi. Ardi pun menoleh dan sebuah kenangan itu muncul kembali.
*Kenangan itu tidak bisa dilupakan, itu benar bukan!?
***
#Flashback on
“Ardi…tungguin aku!?. Kita mau kemana sih?” ucap Anisa merasa kesal dengan Ardi yang berjalan mendahuluinya.
“Ikut saja, aku punya kejutan buat kamu dan itu pasti buat kamu senyum-senyum gak jelas”goda Ardi dengan isengnya dan melihat ke arah Anisa yang menunjukan rasa kesal dan lelahnya karena mengikuti langkah Ardi yang begitu lebar. Ardi pun menghampiri Anisa dan langsung menggandeng tangan Anisa dan berjalan kembali.
“Sebentar lagi kita sampai, tutup mata kamu dulu ya”saran Ardi dan Anisa langsung menutup kedua matanya menggunakan kedua tanganya.
"Apaan sih di, jadi penasaran deh. Awas saja kalau gak bisa buat aku senyum-senyum seperti yang kamu bilang tadi, bakalan aku gelitikin kamu sampai kamu memohon apun"ucap Anisa sambil menutup matanya dengan rasa kesal. Sedangkan Ardi menahan tawanya, karena sikap kekasihnya itu.
“Percaya deh, kejutan ini akan sangat membuatmu senang dan jangan sampai kamu ngintip ya. Ookoknya, sebelum aku minta buka mata, jangan buka ok”ucap Ardi yang langsung menuntun Anisa. Anisa pun mengikuti langkah Ardi yang menuntunnya itu.
Sampailah mereka ketempat yang sedang mereka tuju itu.
“Sekarang kamu bisa membuka mata kamu...and surprise...”ucap Ardi yang langsung duduk dan memainkan pianonya.
"Ardi..."ucap Anisa yang terkejut dengan apa yang dia lihat. Kekasihnya sedang memainkan piano untuknya.
" Really, now I have no more words." ucap Anisa lagi.
"Kamu kesambet apa sih di, kok jadi romantis gini. Kamu gak sembunyikan sesuatu dari aku kan" ucap Anisa asal nyeplos yang membuat Ardi refleks menghentikan permainan piano nya dan menatap terkejut kekasihnya yang banyak sekali fikiran negatif diotak kecilnya itu.
"Belum apa-apa, aku sudah dicurigain gini. Kamu gak suka yang aku melakukan hal yang romantis seperti ini untuk kamu"tanya Ardi pura-pura sedih dan malah dibalas senyuman oleh Anisa yang langsung duduk disamping Ardi.
"Yeah, ngambek. Aku kan cuma bercanda sayang. Aku percaya sama kamu kok, mana mungkin kamu melakukan hal yangtidak-tidak dibelakang aku kan. Tapi aneh saya, kamu melakukan hal romantis seperti ini, seorang Ardi gitu. Laki-laki dengan kadar sensitive dan dingin kaya es batu, bisa romantis. Itu suatu yang langka” ucap Anisa menatap Ardi yang juga menatapnya.
“Buktinya, es batu itu telah mencair karena kamu kan" ucap Ardi sok imut ke Anisa yang malah geli melihat tingkah kekasihnya itu.
“Kamu bilang apa tadi. Kamu bisa ulangin, aku tadi gak denger”ucap Ardi menggoda Anisa. Ardi tahu saat ini, Anisa merasa canggung. Maka dari itu, dia ingin membuat suasana disana kembali ceria.
"Apa sih di, reseh deh. Terima kasih sayang"ucap Anisa malu-malu, karena Ardi selalu menggodanya. Ardi pun dengan reflek langsung memeluk kekasihnya itu.
"Aku juga mau berterima kasih kepadamu Nisa, sudah mau menjadi seseorang yang spesial didalam hidupku"ucap Ardi yang langsung melepaskan pelukannya itu.
Ardi melihat wajah kekasihnya yang berubah memerah di area pipi itu. Karena merasa gemas dengan kekasihnya itu, dengan reflek Ardi mencubit kedua pipi Anisa. Anisa yang terkejut malah membuat Ardi ketawa dan membuat Anisa kesal. Anisa pun langsung menggelitik kekasihnya itu karena sebel di isengin sama Ardi. Mereka pun tertawa lepas karena kelakuan yang mereka buat.
*Terima kasih telah hadir dihidupku dan memberi warna baru
#Flashback Off
***
.
.
.
.
.
“Ardi, kok bengong sih. Kamu sakit, ketika kerumah sakit kalau begitu, ayo”ucap Bunga yang khawatir melihat keadaan Ardi ketika dia tadi memanggil untuk menghentikan langkah Ardi.
Ardi yang tersadar akan lamunannya itu pun langsung melepaskan secara kasar genggaman tangan Bunga yang berada ditangannya itu.
“Apaan sih lu?!. Gak usah peduli sama saya dan jangan pernah mengikuti saya. Saya gak suka kami mengikuti seperti penguntit seperti ini, paham!”ucap Ardi yang langsung pergi meninggalkan Bunga. Bunga yang mendapatkan bentakan seperti itu dari Ardi pun, tanpa sadar meneteskan air matanya.
“Kamu kenapa si di. Aku sudah bersabar menunggu kamu yang begini, aku selalu menemani kamu, tapi kamu tidak pernah mengganggapku ada. Terus kenapa kamu memintaku untuk jadi pacar kamu, kalau kamu tidak mau aku perhatiin, malah mengganggap ku sebagai penguntit. Kenapa kamu memberikan harapan yang tidak bisa aku gapai. Segitu cintakah kamu dengan Anisa?. Begitu susahkah kamu melupakannya?. Sekarang ini aku di, sekarang ini aku pacarmu, bukan dia. Dia sudah pergi di, dia sudah mati!!”ucap Bunga berteriak setelah Ardi pergi meninggalkannya.
*Rasa sakit itu masih ada, tapi aku akan tetap bertahan
***
#Beberapa minggu kemudian…
Saat sampai di kampus, Bunga pun langsung mencari keberadaan Ardi dikelas. Namun, yang dia cari itu tidak ada. Bunga pun menghubungi nomer contack Ardi namun tidak ada jawaban disana. Karena merasa khawatir. Bunga pun langsung menelphon ke nomer rumah Ardi dan dijaeab oleh ART disana.
"Non Bunga ya, mas Ardi tadi pagi sudah keluar dari rumah mba."jawab dari ART itu.
"Beneran dia sudah keluar Bu"tanya Bunga meyakinkan.
"Iya non"jawabnya pendek.
""Oh, ya sudah kalau begitu saya tutup ya"ucap Bunga yang langsung menutup sambungan telphone itu.
“Ardi kamu dimana sih??”ucap lirih Bunga.
Bunga yang sedang menuju ke parkiran untuk mencari keberadaan Ardi tiba-tiba dikejutkan oleh seorang perempuan yang mirip dengan seseorang yang dia kenal. “An..An…Anisa”ucap Bunga terkejut.
See You Next On...