Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
Ada apa dengan dia III



"Rine, You're okay"tanya Naila yang saat ini disamping Arine yang terbaring di sofa tempat tinggal teman Ardi yaitu Novan pemilik cafe tempat Arine, Ardi dan Naila berada.


Karena cafe milik Novan itu bertema out door dan ada sebuah gedung berlantai dua disana. Dimana lantai satu digunakan untuk menyimpan segala barang yang berhubungan dengan cafe nya dan penyajian. Sedangkan untuk lantai dua adalah tempat tinggalnya jadi saat Arine pingsan langsung dibawa kesana.


"Ardi dimana?"tanya Arine yang membuat Nila mengerutkan dahinya bingung.


"Di dia diluar Rine. Kita pulang saja ya Rine, aku takut kamu pingsan lagi"ucap Naila yang malah diabikan oleh Arine yang langsung bangun dan keluar dari sana.


Naila pun mengikuti keluar. Betapa terkejutnya Naila ketika Arine menghampiri Ardi yang sedang duduk termenung dan langsung memeluk Ardi yang juga terkejut akan sikap Arine.


Bukan hanya Ardi yang terkejut akan hal itu, teman-teman Ardi yang tidak jauh dari tempat duduk Ardi pun sama terkejutnya.


"Aku merindukanmu Di, aku merindukanmu. Maafkan aku yang meninggalkanmu sendiri seperti ini!. Maafkanku yang membuatmu jadi seperti ini. Maafkan aku Di, maafkan aku"ucap Arine memeluk erat Ardi yang syok dengan apa yang dilakukan Arine.


Ardi pun melepaskan pelukan itu dan menatap Arine dengan seribu tanda tanya disana.


"Apa maksudmu Rine?"tanya Ardi yang sedikit menjauh dari Arine yang aneh.


"Kamu tidak merindukanku, Di. Ini aku Anisa"ucap Arine sontak membuat semua orang yang ada disana menatap tak percaya apa yang diucapkan Arine barusan.


Arine memegangi kepalanya lagi, terasa berat dan sangat sakit. Arine merintih kesakitan dan Ardi hanya melihatnya saja tanpa membantu. Naila yang melihat hal itu pun berlari kearah Arine. Tidak lupa Novan pemilik cafe itu juga membantu menenangkan Arine yang memukul-mukul kepalanya karena kesakitan.


"Biarkan aku sebentar didirimu Rine. Izinkan aku"racau Arine yang ditatap Ardi dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Arine sadar Arine. Hai kamu, jangan berani-beraninya kamu mengambil alih tubuh adikmu ini. Keluar dari sana"kesal Novan yang membuat Naila menatap Novan horor dan tatapan Ardi yang sulit diartikan itu.


"Keluar dari sana, atau perlu aku paksa"ucap Novan lagi dan meminta Dion untuk mengambil air putih.


"Biarkan aku disini, sebentar lagi. Aku mohon"racau Arine yang membuat Novan menatapnya tajam.


"Tidak akan, lebih baik kamu kembali ketubuhmu sendiri!"ucap Novan yang membuat Naila menatap Arine kasian karena tangannya dicekal keras oleh Novan.


Tiba-tiba Ardi menghajar Novan dan menarik Arine dalam pelukannya dan membawa Arine pergi dari sana.


Sontak Novan mengejar untuk menghentikannya. Tapi Ardi dengan sekali tonjok membuat Novan terjatuh, sedangkan Naila hanya diam tidak berani berkutik disana. Hingga Ardi dan Arine pergi dari sana.


"Loh, nih air putihnya. Mana itu cewek tadi, si Arine. Kok ngilang"ucap Dion yang malah mendapatkan helaan napas kasar dari Novan dan Naila yang masih syok dengan apa yang terjadi.


"Kita harus cari si Ardi. Arine dalam bahaya tahu gak?. Sejak si Arine kesini, gw sudah curiga sih, kok ada perempuan yang mirip dengannya yang selalu ngikutin Arine kemana saja. Ternyata benar itu ruh Anisa pacar Ardi. Tapi kenapa dia begitu banget sih, pingin merebut tubuh adiknya sendiri?"kesal Novan yang malah membuat Dion melongo.


"Maksudmu, Arine kerasukan"tanya Naila yang tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Novan pun menganggukan kepalanya. dan Dion masih melongo kayak sapi ompong🤭.


"Maka dari itu kita harus"ucap Nova terpotong ketika Naila sudah menarik tangannya menuju mobil Naila yang terparkir dihalaman cafenya.


"Ayo kejar mereka. Gw gak mau sahabat gw kenapa-kenapa. Sodara gak tahu diuntung"kesal Naila membanting stir ya dan Novan menatap heran Naila.


"Gw gak akan membiarkan dia merebut jiwa Arine. dan lu kenapa gak bilang dari awal sih, kalau Arine diikutin hantu kayak gitu"kesal Naila yang malah membuat Novan terkejut.


"Tapi sama saja. Dia mau merebut tubuh Arine dan bersenang-senang deng Ardi. Gila saja!. Cinta mati bener sih dia sama si Ardi itu, sampai mati pun gak mau melepaskan Ardi, gila gila. Si Ardi itu juga sama saja, sudah tahu kekasihnya sudah diambang Kematian tapi dia masih saja mengharapkan Arine adalah Anisa"kesal Naila sambil melacar keberadaan Arine melalui handphonenya.


Novan yang mendengar hal itu pun hanya menatap Naila jengah. Karena gerutunya dari tadi.


"Nyetirnya hati-hagi dech. Gw tahu Ardi membawa Arine kemana. Utamakan keselamatan kita, jika ingin menyelamatkan mereka"ucap Novan yang ditatap oleh Naila sekilas.


#Disisi Arine dan Ardi berada...


Ardi mengegas motornya kencang dan membuat Arine memeluk erat Ardi dari belakang.


"Kalau lu mau bunuh diri, jangan bawa-bawa gw kenapa sih!. Laki-laki sinting"teriak Arine yang membuat Ardi kaku seketika dan setelahnya menepikan motornya ditrotoar.


Ardi pun menoleh kebelakang dan menatap Arine memejamkan matanya itu. Arine yang tersadar jika motor itu telah berhenti pun membuka matanya. Terkejutnya dia yang melihat Ardi begitu dekat didepannya. Ardi dengan cepat memeluk Arine erat sangat erat dan membuat Arine bingung sendiri.


"Kamu kembali, benar kamu telah kembali"ucap Aridi membuat Arine bingung dibuatnya.


"lu gila ya. Lepasin gak. Di...lepasin gw sesak"kesal Arine.


"Lu Arine kan?. Lu beneran Arine kan?"tanya Ardi berulang kali sambil mengguncangkan pundak Arine dan membuat Arine merasa kesal.


"Apa-apaan sih di, ah. Kesel banget deh. Minggir, gw mau turun"ucap Arine yang malah ditarik Ardi hingga mereka berpelukan lagi.


"Jangan pergi Rine, gw mohon. Maafin gw, gara-gara sikap gw. Lu jadi begini. Lu adalah Arine bukan Anisa, lu Arine. Lu harus ingat itu"ucap Ardi memeluk erat Arine dan membuat Arine kesal akan omongan nglantur Ardi.


"Sumpah nih orang ngelantur ya kalau ngomong. Gw emang Arine dan bukan Anisa. Jadi lepasin pelukan lu. Enak saja main peluk-peluk"kesal Arine sambil mendorong Ardi.


"Gw takut lu pergi Rine. Gw gak bisa mencerna hal yang barusan terjadi pada diri lu. Dan gw takut gak bisa melihat lu lagi"ucap Ardi yang semakin membuat Arine bingung dengan arah pembicaraannya.


"Lu gila ya. Gw gak maksud dengan arah pembicaraan lu. Dan seingat gw, gw tadi di cafe teman lu si Novan deh. Lagi nunggu Naila datang. Kok bisa-bisa.gw sekarang lagi dijalan sama lu sih"kesal Arine dan sebuah mobil yang melewati mereka tadi berputar arah dan kembali mengarah ke mereka dan berhenti.


Seseorang yang keluar dari mobil itu pun berlari dan dengan cepat memeluk Arine erat. Membuat Arine bingung dibuatnya.


.


.


.


.


.


Next on