Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
Remember 2



#Flashback On


“Nisa, gimana nih!?. Aku kayaknya gak bisa pergi beli buku sama kamu. Masalahnya, mama baru saja nelpon aku. Mama minta aku untuk cepat pulang, soalnya mobil mau dipakai buat arisan. Mobilnya mama masih di bengkel, gimana dong Nisa!?. Kesel deh aku jadinya”ucap Bunga dengan raut wajah menyesal karena harus segera pulang ke rumah. Padahal dia mau jalan-jalan dulu dengan Anisa.


“Ya sudah loh, selow saja kali. Jugaan toko bukunya kan dekat sini. Kamu pulang saja sana. Kasian Mama ica”ucap Anisa melebarkan senyumnya ke sahabatnya itu.


Bunga hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Bagiamana tidak begitu, rencananya dia mau pulang terlambat malah disuruh pulang tepat waktu. Berasa anak teladan begitu.


“Kesel deh, aku sama mama. Males bener aku tuh pulang. Padahal hari ini rencanaku mau shopping bareng kamu setelah cari buku. Huft.. yaudah deh, apalah daya aku ketika mama sudah bersuara. Maaf ya Nisa, kalau begitu aku duluan ya”ucap Bunga dengan muka sedih ala lebaynya yang tidak ketinggalan.


“Iya, hati-hati dijalan ya. Mukanya gak perlu begitu juga kali, dasar lebay”ucap Anisa yang mengelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


Ketika perjalanan menuju ke toko buku, Anisa dihadang oleh beberapa preman yang memang suka nongkrong digang dekat toko buku tersebut.


“Mau kemana dek, mau abang temenin gak”ucap salah satu preman yang mencoba menggoda Anisa. Sedangkan yang satunya mencoba memegang tangan Anisa, tapi ditepis oleh Anisa.


“Permisi, tolong minggir”ucap Anisa yang berusaha sopan.


“Jangan jual mahal begitu donk dek. Ayo abang antar saja”ucap preman satunya lagi.


“Maaf, saya ada urusan. Jadi tolong biarkan saya lewat”ucap Anisa yang kesabarannya sudah mulai habis.


“Galak banget sih, abang baik kok dek, gak bakal macam-macam. Ayo abang antar saja, dari pada nanti digodain sama om-om kan”ucap preman itu sambil menarik tangan Anisa.


Anisa pun mencoba memberontak, tapi tetap saja dia tidak bisa melawan orang-orang itu dan tanpa diketahui salah satu dari preman itu jatuh tersungkur ketanah dan disusul dengan temannya yang juga jatuh. Anisa sontak kaget dan melihat kearah belakang dan dengan cepat tangan Anisa ditarik seseorang yang ternyata adalah prince nya Bunga, ralat maksudnya orang yang disukai Bunga. Anisa dan laki-laki itu pun berlari untuk menghindari preman itu.


“Terima kasih, kalau gak ada kamu mungkin saya sudah...”ucap Anisa yang terpotong oleh ucapan laki-laki itu.


“Sudahlah, untung saja tadi saya lewat sini”ucap laki-laki itu yang langsung pergi dan Anisa langsung menghentikan langkahnya.


“Hei tunggu, boleh saya tahu siapa namamu. Kamu anak baru disekolah saya kan?”tanya Anisa lagi yang langsung merutuki dirinya sendiri.


"Buat apa aku menanyakan namanya sih, gak jelas bener aku hari ini"kesal Anisa dalam hati.


“Buat?. Jangan salah paham dengan hal tadi!?”ucap laki-laki itu tidak lupa ekspresi menyebalkan yang terasa dingin untuk dipandang.


“Ya sudah kalau gak mau kasih tahu, gak rugi juga sih saya. Buat apa juga tadi aku tanya nama sama manusia es, bodoh banget sih aku. dan gak usah kepedean juga sih. Siapa juga yang salah paham idih...amit-amit deh. Orang kayak gitu kok disukai sama Bunga sih, perlu periksa mata kayaknya tuh bocah..”ucap Anisa sendiri yang berjalan meninggalkan laki-laki itu yang mendengar ucapan Anisa.


"Kamu bilang apa barusan. Saya bisa denger ya!!?”ucap laki-laki itu yang dengan cepat menarik Anisa hingga mereka saling menatap satu sama lain karena posisi yang sangatlah dekat dengan jarak, mungkin hanya beberapa centi saja.


Anisa merasa kikuk karena laki-laki itu terlalu dekat dengannya dan menatap Anisa dengan sangat tajam. Hal itu membuat Anisa membeku seketika.


"Mohon maaf, anda bisa beri saya jarak" ucap Anisa mendorong laki-laki itu pelan.


"Denger dengan jelas nama saya Ardi dan saya bukan manusia es, paham!" ucap laki-laki itu yang ternyata namanya adalah Ardi.


"Nama kamu Ardi?"ucap Anisa sedikit memikir.


"Iya, kenapa?. Apa perlu saya perjelas lagi dengan lengkap, nama saya Ardian Putra Pratnojoe dan kamu harus ingat itu"ucap Ardi dengan sikapnya yang selalu dingin itu.


"Oke-oke. Salam kenal, saya Anisa" ucap Anisa mengulurkan tangannya, tapi Ardi hanya melihatnya tanpa membalas uluran tangan Anisa. Anisa pun langsung menarik kembali tangannya dan merasa canggung.


"Sombong amat" ucap Anisa dalam hati.


"Kalau gitu manusia es, eh maksud saya Ardi, saya duluan ya dan terima kasih untuk yang tadi, bye..." ucap Anisa meninggalkan Ardi. Ardi yang melihat itu menyunggingkan bibirnya melihat kepergian Anisa.


"Senang berjumpa denganmu lagi Anisa"ucap Ardi pelan, ketika Anisa sudah meninggalkannya.


***


Beberapa minggu kemudian…


Bunga tidak seperti biasanya yang selalu berinsik dan aktif. Malahan ini kebalikannya menjadi seseorang yang pendiam. Hal ini membuat Anisa menjadi khawatir dengan keadaan sahabatnya itu. Anisa pun mencoba bertanya kesahabatnya itu dan reaksi yang dia dapat malah Bunga menangis dan langsung memeluk Anisa. Anisa bingung dengan kelakuan sahabatnya itu.


“Sudah tenang Bunga, ada apa sih sebenarnya. Jangan nangis kayak gini dong, jelek tahu. Nanti your prince gak suka lagi lihat princess nya mewek kayak anak kecil gini”ucap Anisa menggoda Bunga dan malah semakin membuat Bunga menangis keras.


“Ini ada apa sih, ah. Sudah gak usah bertele-tele lagi, jawab pertanyaanku”kesal Anisa yang mulai jengah dengan sikap sahabatnya itu.


“Ardian, dia punya pacar, Nisa. Aku sekarang sedang broken heart tahu gak!"ucap Bunga menangis sejadi-jadinya. Anisa yang melihat hal itu mulai jengah dibuatnya.


"Ardian lagi"fikir Anisa yang merasa bosan mendengarkan curhatan sahabatnya ini yang terlalu tergila-gila dengan Adrian yang menurutnya, muka dia SNI, tapi sok kecakepan saja.


"Sudah sih Bung, masih banyak Ardian lainnya. Itu abang somay namanya Ardian juga, bolehlah menjadi Ardianmu, ya kan"ucap Anisa asal nyeplos yang langsung dilempari tisu oleh sahabatnya. Bisa-bisanya Anisa menggoda Bunga dalam keadaan seperti ini.


"Masih bisa saja bercanda. Padahal tahu kalau sahabatnya lagi patah hati gini"ucap Bunga yang masih menangis sesegukan, yang malah membuat Anisa tanpa dosa ketawa kecil.


"Iya deh iya maaf. Kalau gak gini saja Bung. Gampangnya kamu doain tuh Ardi putus sama pacarnya, heheh, siapa tahu doa orang patah hati manjur, ya gak"ucap Anisa masih saja dengan bercanda, namun hal itu membuat mood dari Bunga pun kembali lagi.


"Iya yeah. Ih....Anisa memang aku bocah."ucap Bunga yang sadar di jahili oleh Anisa. Anisa malah ketawa setelah menjahili sahabatnya itu.


"Pokoknya gak ada yang bisa milikin my prince, kecuali aku. Kamu harus bantu aku Nisa.. "rengek Bunga masih dengan sesegukannsehabis menangis itu.


"Minta bantu apa lagi Bung. Aku bakalan bantu, jika itu bukan hal yang nyeleneh yeah"ucap Anisa.


Bunga pun memberikan sebuah ide ke Anisa. dan sebenarnya Anisa menolak hal tersebut, tapi mau gimana lagi dari pada sahabatnya itu mewek gak jelas lagi.


***


Anisa pun mencari keberadaan Ardi untuk ke solidaritasannya dengan sahabat manja nya itu. Anisa pun akhirnya menemukan Ardi. Dia sedang berada dikantin bersama teman-temannya. Anisa pun dapat ide, dia membeli jus jeruk dan berjalan kearah Ardi dan pura-pura terjatuh hingga menumpahkan jus jeruk itu tepat dikepala Ardi. Teman-teman Ardi maupun si Ardi terkejut akan hal terjadi.


“Hey… apa-apaan nih”ucap Ardi tidak terima dengan apa yang dilakukan Anisa kepadanya.


Ardi pun mencoba mengontrol emosinya setelah tahu jika Anisa yang melakukan hal itu kepadanya.


“Sorry aku gak sengaja. Tiba-tiba saja aku tersandung" ucap Anisa dengan raut wajah bersalah padahal dirinya sedang menahan senyum.


Ardi menghela napasnya berat setelah apa yang menimpanya.


"Aku bantu bersihin yeah, kalau gitu"ucap Anisa mengambil lap yang ternyata itu lap meja yang berada di meja tempat Ardi dkk duduk tadi. dan dia gunakan untuk membersihkan baju Ardi yang basah.


"Lu itu apa-apa sih, sadar dong itu lap kotor. Sudahlah, kamu gak apa-apa kan. Kakimu gak ada yang lecetkan"tanya Ardi ke Anisa yang malah membuat Anisa terkejut akan perhatian Anisa.


"Eh..iy..iya aku gak apa-apa kok"ucap Anisa merasa canggung akan perhatian dari Ardi yang terkenal cuek itu.


"Dia kenapa sih, kok jadi perhatian gini"gerutu Anisa dalam hati.


"Dia gak lagi kerasukan jin di kantin kan. Kok jadi perhatian gini sih"ucap Anisa dalam hati lagi.


"Gue pergi dulu mau ganti baju"ucap Ardi ke teman-temannya. Anisa yang melihat hal itu pun jadi merasa bersalah.


"Apa tadi aku itu berlebihan yeah pada dia. Ini semua karena sih Bunga nih. Jadi gak enak kan aku sama tu es batu" ucap Anisa yang langsung pergi dari kantin.


***


Anisa melihat Ardi yang keluar dari mobil dan mengenakan seragam olah raga. Anisa pun langsung menghampiri Ardi.


"Hai, kamu ganti baju ini"ucap Anisa yang merasa bersalah.


"Iya, kenapa?. Apa ada yang salah?"ucap Ardi masih dingin kayak es batu.


"Balik lagi tu es batu. Jangan bilang dia punya kepribadian ganda"ucap Anisa dalam hati.


"Sorry banget untuk hal tadi, sungguh"ucap Anisa lagi yang hanya dibalas anggukan dari Ardi yang langsung berjalan meninggalkan Anisa.


"Aku tadi sengaja melakukan hal itu ke kamu"teriak Anisa ketika Ardi meninggalkannya dengan keberaniannya mengakui kesalahannya.


Ardi pun berhenti dan menoleh kearah Anisa dam menatap Anisa dengan tatapan dingin dan mengintimidasi.


"Salah kamu sih, sudah buat sahabatku nangis gak jelas"ucap Anisa lagi. Ardi pun langsung berjalan mendekat ke Anisa.


"Hey kamu kenapa, stop. Kamu mau apa sih"ucap Anisa melangkah mundur karena Ardi mendekatinya.


"Apa yang saya buat hingga teman kamu menangis!?"tanya Ardi dengan tatapannya yang tidak mau lepas menatap Anisa tajam.


"Kamu menyakiti hatinya dan membuat Bunga patah hati. Makanya jadi orang jangan tebar pesona, kalau cuma bikin para fans kamu patah hati. dan kalau punya pacar pun harus sembunyi-sembunyi dong. Kamu gak tahu kalau ada yang tersakiti karen hal itu"ucap Anisa yang menatap Ardi yang juga menatapnya tajam.


Ardi yang mendengar celotehan Anisa pun tertawa entah apa yang lucu, Anisa bingung menanggapinya.


"Lucu. Saya mau punya pacar atau gak, itu bukan urusan kalian. Jadi urus hidup kalian sendiri, gak perlu sibuk mengurusi hidup orang lain kalau diri sendiri gak keurus"ucap Ardi yang langsung pergi dan langsung di tarik tangannya oleh Anisa.


"Maksudmu apaan coba. Kamu lagi bicarain aku kan. Gak bisa ngurus hidupku sendiri?. Kamu itu gak tahu kehidupan aku, tapi berani banget menilainya berasa tahu saja sih. Dasar manusia es" kesal Anisa melepaskan genggamannya dan pergi meninggalkan Ardi.


Ardi pun langsung mengejar Anisa karena ucapan Anisa barusan.


"Kamu bilang apa tadi, manusia es?"ucap Ardi yang menggenggam lengan Anisa.


"Iya, memangkan kamu manusia es, kaku, beku, kaya batu"kesal Anisa.


"Begini ya, saya perjelas ada kesalahpahaman disini. dan untuk temanmu itu, aih...sudahlah lupakan, capek ngomong sama cewek hipertensi begini"ucap Ardi tidak menyelesaikan ucapanya karena ditatap tajam oleh Anisa.


Ardi pun melepaskan genggamannya dan memegang kepalanya pusing, hanya karena menghadapi Anisa.


"Kamu bilang apa tadi, cewek hipertensi?"kesal Anisa gak percaya dengan julukan yang diberikan Ardi untuknya.


"Maksud kamu aku darah tinggi, gitu.. kamu itu yang darah tinggi bukan aku!"ucap Anisa menatap kesal Ardi.


"Tuh kan, kalau bicara sama cewek hipertensi itu gak bakalan menang"ucap Ardi lagi yang malah membuat Anisa semakin kesal.


"Sudahlah, inget ya. Jangan pernah kamu deketin teman aku dan lebih baik gak perlu bertemu lagi, itu lebih aman"ucap Anisa yang meninggalkan Ardi.


"Jangan terlalu benci, cinta kamu nanti"ucap Ardi yang tidak sadar akan apa yang dia ucapkan dan tersenyum melihat kepergian Anisa.


"Cewek hipertensi"guman Ardi sambil tersenyum.


#Flashback off


***


Bunga cepat-cepat mengambil air mineral didalam mobil nya untuk menetralkan fikirannya saat ini dan membasahi tenggorokannya yang mengering karena keterkejutannya tadi.


"No Bunga, no. Kamu mikirin apa sih, gak mungkin itu Anisa. Anisa itu sudah mati. Mana mungkin dia ada disini. Bodoh banget sih aku”ucap Bunga yang badannya masih gemetaran.


“Tapi tadi itu bukan Anisa kan. Kenapa aku berfikir itu Anisa sih. Dasar bodoh”ucap Bunga yang langsung menancapkan gas mobilnya.


Sehari kemudian…


Ardi tidak datang ke kampus lagi, padahal sekarang ada kuliah. Bunga pun kembali menelpon kerumah Ardi dan dijawab oleh ART disana, yang mengatakan kalau Ardi tadi malam tidak pulang. Sedangkan kedua orang tua Ardi sudah pergi ke Singapura untuk urusan bisnis. Bunga menjadi semakin khawatir dan pergi mencari Ardi.


Bunga menelpon salah satu teman Ardi dan menayakan keberadaan pacarnya itu dan ternyata Ardi berada di sebuah club dekat pertigaan kampus. Dia pun menuju ke tempat tersebut dan sangat terkejutnya saat dia melihat Ardi yang sedang mencium mesra seorang wanita entah siapa. Bunga pun menghampiri Ardi dan menarik wanita itu dari pelukan pacarnya dan memberikan beberapa lembar uang ke wanita itu yang langsung pergi ketika diberi uang.


Tanpa ancang-ancng Bunga menampar Ardi sangat keras.


“Kamu itu kenapa sih di. Jangan seperti ini di, (ini tidak seperti yang diinginkan Anisa. Ucap Bunga dalam hatinya)”ucap Bunga.


Tanpa menjawab pertanyaan Bunga, Ardi langsung pergi meninggalkannya. Bunga pun langsung mengejarnya dan langsung memeluk Ardi dengan erat.


“Aku mohon di, ayo pulang. Aku mohon di”ucap Bunga dan Ardi pun langsung melepaskan pelukan Bunga dan pergi. Bunga pun hanya berdiri kaku dan tiba-tiba air matanya turun ketika melihat Ardi hilang dikeramaian.


*Aku sangat mencintainya, tapi dia memiliki perasaan yang berbeda denganku


.


.


.


.


.


Chapter terpanjang nih, sampai 2000 kata...


Author lagi semangat nih🤭


langsung


👇


Next on...