Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
makan malam



.


.


.


"Terima kasih kak, "ucap Sonia sambil membuka pintu mobil. Adrian pun mengikuti Sonia yang turun dari mobilnya.


"ngapain kakak ikut turun?"tanya Sonia,


"mau nyapa om dan tante lah"ucap Adrian yang berjalan mendahului Sonia.


"Assalamualaikum om Evan,"sapa Adrian yang melihat Evan duduk diruang tamu yang sebenarnya menunggu anak semata wayangnya yang belum pulang itu.


Evan melihat kearah orang yang menyapanya dan merasa tak asing dengan wajah itu.


"Adrian ya,"ucap Evan.


Adrian pun bersalaman dengan Evan dan tak lupa dengan Anisa yang baru saja keluar dari dapur.


"hai tante Nisa" ucap Adrian yang langsung di sambut pelukan oleh Anisan.


"anak tante, Adrian kapan kamu pulang ke Indonesia sayang"ucap Anisa


"tadi siang tan, langsung kesini nganterin Sonia"ucap Adrian yang menoleh kearah Sonia, yang berjalan pelan² ke kamarnya kek maling.


"Sonia!!" ucap Evan ke anaknya.


"ais...awas lu Adrian"umpat kesal Sonia pelan dan berbalik badan menghampiri orang tuanya.


"papi, Sonia pulang" ucap Sonia cengar cengir ke arah papi nya, takut kena marah karena masalah pagi tadi.


"dasar anak badung, gak ngabarin kalau di rumah om Ardi"ucap Evan menjewer kuping anaknya ini dan di lihat oleh Adrin yang menahan tawa karena melihat Sonia yang seperti itu lah, bayangin sendiri dech.


"ampun pi, ampun pi. Sonia gak ulangin lagi, lama² lepas telingan Sonia, mami tolong!!!" ucap Sonia yang langsung dilepaskan oleh papinya.


Sonia pun langsung berlari kearah mami nya.


"papj jahat bener sih, untung telinga Nia gak lepas. Sakit mi"ucap Sonia manja ke maminya.


"makanya jangan badung, kalau kemana² hubungi papi atau mami, supaya gak khawatir. ya udah sana mandi dulu"ucap Anisa ke Sonia yang langsung menuju kamarnya.


Adrian pun duduk dan mengobrol dengan Evan. Sonia pun turun dan melihat papinya yang ngobrol panjang lebar dengan Adrian, enat ngomongin apa, Sonia juga gak peduli.


"masak apa mi,"tanya Sonia


"ya kesukaan siapa lagi, ayam kecap pedas"ucap Anisa ke anaknya,


"makan banyak dong nanti nih"ucap Sonia yang membuat maminya geleng².


"makan yang banyak ya sayang. gak takut gendut kan"ucap Anisa dan di anggukin oleh Sonia.


Sonia pun di minta mami nya untuk memanggil papi dan Adrian untuk makan malam.


"pi, kak Adrian juga makan malam dulu, sudah disiapin sama mami"ucap Sonia santai.


Mereka pun langsung menuju ke meja makan, dengan posisi Adrian berhadapan dengan Sonia.


"makan yang banyak yang nak Adrian, lama banget gak lihat kamu. makin ganteng saja"ucap Anisa yang di balas senyuman oleh Adrian.


"ganteng darimana coba"ucap Sonia asal nyeplos.


"Sonia, gak boleh kek gitu. Kamu pernah bilang ke mami suka tipe² berwajah kek kak Adrian" goda Anisa ke anaknya.


pipi Sonia pun langsung memerah mendengar candaan maminya itu. Evan tersenyum melihat tingkah kedua remaja itu. Adrian pun langsung mengambil air putih untuk diminumnya.


"pelan² nak makannya"ucap Anisa yang juga menahan senyum melihat tingkah kedua remaja ini.


"mami apa² an sih, bukan gitu juga"ucap Sonia ngambek karena candaan Mami nya.


"loh, memang Adrian ganteng kok, bener gak pi, Lihat nih, sonia jadi salah tingkah"goda Anisa lagi ke anaknya.


"udah mi, jangan godain mereka, jadi merah tuh pipi mereka. udah lanjutkan makannya"ucap Evan.


Setelah makan malan Adrian berpamitan untuk pulang, karena beaok dia harus mendaftar ke sekolah. Sonia pun mengantarkan Adrian keluar.


"hati² kak"ucap Sonia


"iya, benarkah saya tipe cowok kamu"goda Adrian ke Sonia yang langsung memerah pipinya,


"apaan sih kak, udah sana pulang, dah malam"ucap Sonia.


"ya udah, sampai jumpa besok pagi, "ucap Adrian yang langsung masuk ke mobilnya.


"maksudnya?!?"ucap Sonia kepada dirinya sendiri.