Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
Remember 1



#Flashback on


“Anisa..., aku lagi galau”rengek Bunga kepada Anisa yang baru sampai kedalam kelas. Anisa yang sudah terbiasa dengan sikap Bunga yang seperti ini, hanya bisa menghela nafasnya pelan dan langsung duduk di bangkunya.


“Kenapa lagi sih Flower?”tanya Anisa sambil menggoda sahabatnya itu. Karena setiap hari dan dipagi hari, pasti ada saja kegalauan dari sahabat karibnya ini.


“Anisa, you know. My prince ternyata, dia sekarang sekolah disini. Sekolah yang sama denganku. Aku yang baru tahu berita itu, gak nyangka banget tahu gak Nisa. Aku mau tanya sama kamu, ini bukan mimpikan?!"ucap Bunga dengan segala tingkat dramanya yang melebihi para aktor diluaran sana. Hal itu membuat Anisa menggelengkan kepala, tidak percaya melihat sikap sahabatnya ini terlalu over tingkat dewa.


“Apaan sih kamu tuh Bunga. Jangan berlebihan begitu deh, kalau menyikapi. Kamu gak malu apa dilihati teman-teman. Parah aku yang malu malahan. Kenapa aku punya sahabat dengan tingkat lebay melebihi limitid gini sih"ucap Anisa menggoda sahabatnya itu.


Bunga yang mendengarnya pun langsung cemberut dan malah membuat Anisa ketawa dan langsung mencubit gemas pipi sahabatnya yang urat malu sudah putus kali ya. Bercanda gaes...


"Jangan marah gitu dong, Bunga. Nanti cantik lu hilang kan berabe. Your prince bisa berpaling kelain hati. Kamu gak mau kan"goda Anisa yang langsung membuat Bunga menatap tajam kearahnya.


"Jangan berani-berani mereka merebut my prince dariku. Dia cuma milikku"kesal Bunga yang malah membuat Anisa tertawa dibuatnya.


"Iya deh iya. Memang your prince itu yang mana sih, Bunga"tanya Anisa kesahabatnya itu untuk mengalihkan hal yang tadi.


"Ya ampun Nisa, masa kamu lupa sih. My prince yang sering aku ceritakan ke kamu itu loh setiap hari. Kok dilupakan segampang itu sih"kesal Bunga yang baru sadar Anisa sudah meninggalkannya. Sumpah Anisa membuat Bunga semakin kesal.


"Tadi dia yang tanya, sekarang malah ninggalin aku, ngeselin sumpah"kesal Bunga yang langsung mengejar Anisa.


"Anisa!?...tunggu, belum selesai ngomong dah cabut saja sih, kebiasaan"teriak Bunga menyusul Anisa yang ternyata dipanggil oleh guru untuk mengambil beberapa buku cetak di perpustakaan.


"Gini nih kalau jadi ketua kelas, bakalan disusahkan oleh para guru"kesal Bunga yang menghampiri Anisa.


"Ya sudah sih kamu balik saja ke kelas, aku yang ambil buku"ucap Anisa enteng sambil berjalan menuju perpustakaan.


"Gaya bener, memang tangan kamu itu mampu membawa berapa buku cetak, ibu Anisa ketua kelas paling terhormat"ucap Bunga yang langsung ditatap malas oleh Anisa.


“Lah, gantian ngambek. Makanya janganmain tinggal-tinggal saja"ucap Bunga yang langsung ditatap Anisa dengan sebelah alis yang naik sebelah.


"Gak nyambung tahu. Apa hubungannya main tinggal dengan membawa buku"ucap Anisa yang menahan tawa akan sikap sahabatnya itu


"Nah, gitu dong. Kalau senyum kan kelihatan cantik gak horor kayak tadi"goda Bunga yang membuat Anisa menggelengkan kepalanya sekali lagi. Untung gak pusing tuh kepala Anisa ya kan...


"Pelajaran Bu Eko lagi, males banget tahu gak sama pelajaran sejarah. Membosankan, hafalan mulu. Ibu Eko bisa gak sih sehari saja tidak masuk, males setiap mapel sejarah pasti tugasnya hafalan, kalau gak ngeresume terus ceritakan resumean yang kita buat didepan teman-teman lainnya. Ini mapel sejarah atau bahasa indonesia sih. Nyebelin banget…”keluh Bunga yang terus-terusan menyumpahi pelajaran sejarah itu. Anisa pun hanya tersenyum mendengarkan keluh kesah sahabatnya itu.


“Dasar bocah, bisanya ngeluh terus. Mending balik saja sana kamu ke SD dari pada ngedumel terus. dan dari pada kamu ngedumel disini sama aku, mending kamu datangin bu Eko, terus bilang ke dia kalau mapel nya tuh ngebosenin, pasti seru tuh, jadi tontonan menarik dan aku bakalan ada didepan." ucap Anisa menahan tawa karena menggoda sahabatnya itu.


"Benar juga ya. Kalau begitu nanti pas pelajaran sejarahnya Bu Eko, aku bilang ke dia saja. Kalau Anisa kasih saran untuk protes mengenai mapelnya, wkwkwk" Balas Bunga yang malah membuat mereka berdua tertawa.


"Reseh lu ya"kesal Anisa sambil tertawa.


"Lu yang lebih reseh"ucap Bunga sambil mengejek Anisa sambil menjulurkan lidahnya dan langsung berlari menuju perpustakaan.


***


Anisa pun memberitahukan kepenjaga perpustakan untuk meminjam buku cetak sebanyak 15 dan penjaga itu sedang mengambilnya. Sambil menunggu buku-buku itu Anisa pun mencari buku di perpustakaan yang sekalian akan dia pinjam dan pada saat akan mengambil buku itu. Bunga mengagetkan Anisa, hingga buku yang akan diambil itu jatuh dan mengenai seseorang yang ada di lain sisi rak buku tersebut.


"Sorry banget Nisa"ucap Bunga dengan rasa bersalahnya.


Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan kearah mereka dengan membawa sebuah buka yang terjatuh tadi. Tatapannya begitu tajam dan tidak bersahabat. Tapi hal itu tidak mempengaruhi Bunga yang malah senyum-senyum gak jelas dan membuat Anisa bingung dengan sikap sahabatnya ini. Sedangkan Anisa merasa tatapan itu sungguh ingin sekali dia mencoloknya.


“My prince”ucap Bunga yang langsung dilirik oleh Anisa terkejut mendengar Bunga mengatakannya.


"Aku gak salah denger kan?. Dia prince nya Bunga"ucap Anisa pada dirinya sendiri.


Laki-laki itu langsung memberikan buku itu dengan tatapan yang tidak enak dilihat bagi Anisa.


"Suram dan dingin"ucap Anisa dalam hati


“Maaf sudah membuat keributan dan terima kasih”ucap Anisa mencoba memecahkan situasi saat ini. Namun, laki-laki itu tidak menjawabnya dan malah menatap dingin Anisa. Sedangkan Bunga masih terpukau akan keberadaan laki-laki itu yang melangkah pergi meninggalkan mereka.


“Aneh banget sih tuh orang”ucap Anisa dalam hati yang sebenarnya kesal akan tatapan intimidasi itu.


“My prince, ternyata kalau dilihat dari dekat ganteng banget sih. Oh your princess ada sini my prince”ucap Bunga yang langsung kumat lebaynya dan membuat Anisa melirik tidak percay.


Anisa pun langsung menyentil dahi Bunga supaya sadar akan tingkahnya itu.


"Aw...sakit tahu Nisa"ucap Bunga sambil memegang dahinya yang habis disentil oleh Anisa.


“Makanya gak usah lebay kek gitu, geli ngelihatnya. Huft...jadi itu your prince. Sombong gitu(ucap Anisa dalam hati) muka nya SNI(standar negara Indonesia) juga”ucap Anisa yang langsung membuat muka Bunga menekuk kesal.


"Ya elah marah nih anak, iya deh iya mukanya gak SNI, tapi international ok. Gak usah ngambek juga kali"ucap Anisa lagi yang disambut senyum oleh Bunga


*Bertemu dengannya saat itu, aku tidak akan bisa lupa


.


.


.


.


.


Next..


Mohon untuk dukungannya ya teman-teman,


Semoga ceritanya bisa menghibur temen-teman semuanya


Maaf jika ceritanya kalau gak menarik bagi teman-teman


Saya harap ada kritik dan saran dari teman-teman untuk penulis