
Melody tak sabar menunggu penjelasan Aldrich tentang gadis bernama Moon suki dibuku indah itu.
Sampai akhirnya Aldrich mulai menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan dirinya. Dia tampak sangat keberatan untuk menjelaskannya.
"Tidak apa apa! tidak perlu dijelaskan!" senyumnya sambil mengelus pundak Aldrich mencoba menenangkannya. Meskipun sangat penasaran. Dia tidak harus mengetahui sesuatu yang bukan urusannya.
Namun begitu ia membuka halaman selanjutnya. Melody tertarik dengan beberapa bait puisi yang sangat menyentuh hatinya.
...Rambutmu indah...
...Seputih butiran salju yang pertama kali jatuh ke bumi...
...Matamu berkilauan...
...Bagai air laut yang terpantul cahaya matahari...
...Senyummu begitu cerah...
...Secerah mentari menyinari bumi...
...Aku selalu mengagumi keindahanmu...
...Tapi tak pernah tahu cara mengungkapkan rasa dengan benar...
...Langit menyampaikan rasa cintanya pada bumi dengan menurunkan hujan...
...Matahari menyampaikan cintanya dengan memantulkan cahanya pada bulan...
...Dan aku, hanya bisa menyampaikan cintaku dengan setangkai mawar...
...Mawar putih untukmu...
...Arti dari sebuah kesucian dalam cinta kita...
"bagus sekali!" senyumnya begitu terharu. Ia dapat melihat betapa mendalamnya rasa cinta itu untuknya.
"namanya sangat unik ya, moon suki, apakah dia dari luar negri?"
Tak disangka, pria itu mengangguk pelan. "bagaimana kau tahu?"
"aku hanya menebaknya saja, dia begitu cantik dan elegan. Seperti seorang putri kerajaan" ucapnya tak henti henti mengagumi gadis yang ada difoto itu.
"dia sudah Tiada, dan dialah orang yang kubicarakan tadi!" ucapnya
"tidak apa apa!"
"berapa lama kau berhubungan dengannya?"
"sejak kecil, waktu itu umurku masih 7 tahun, Aku dibawa mama dan papa ke Korea untuk liburan. Dan kami bertemu di wahana bermain. Dia begitu pandai berbahasa Inggris karna ibunya seorang penerjemah. Begitu pula denganku, orang tuaku sudah mengajarkan bahasa Inggris saat aku masih duduk di Taman kanak kanak. Kufikir kami tidak akan bertemu lagi. Tapi begitu aku kembali dan memulai sekolah di bangku Sekolah dasar, kami kembali bertemu karna ibunya menikah lagi dan ikut dengan suaminya" Aldrich menghentikan penjelasannya dan melihat ekspresi Melody yang begitu serius mendengarkan.
Aldrich tersenyum manis membuat gadis itu menjadi salah tingkah dan menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal. "ah biar kutebak! lalu kau berteman dekat dengan Gadis berasal dari Korea itu hingga SMA. Dan begitu kalian akan memulai kuliah, Moon suki kembali ke negaranya dan meninggalkanmu dengan alasan kalian harus berhubungan jarak jauh, namun saat dia berada dipesawat, pesawat itu mengalami kecelakaan dan menewaskan dirinya" jelasnya sukses membuat Aldrich seketika membeku.
"ahahaha jangan serius begitu aku hanya bercanda, Itu hanya cerita yang aku baca di Novel!" ucapnya lagi begitu melihat Aldrich yang langsung diam membantu.
"yah, persis seperti itu"
Degh!
"bahkan kami belum sempat merayakan hari jadi hubungan kami. Aku ingin menunjukan ini padanya dihari perpisahan sekolah. Tapi semuanya jadi begini" keluhnya sambil melihat buku yang masih dipegang Melody.
"maaf!" gadis itu tertunduk, tak menyangka jika tebakannya benar seperti itu.
"kufikir aku tidak akan menemukan gadis sepertinya lagi. Tapi saat melihatmu bergandengan dengan ayahku keluar dari kamar hotel itu, entah kenapa aku berkeyakinan jika kau adalah dirinya. Berulang kali kucoba menepis ketidak mungkinan ini, tapi tetap tak bisa dan berakhir dengan minuman yang membuatku benar benar mabuk. Dan dimalam itu, aku datang kerumahmu, bertemu dengan pamanmu dan tanpa sadar membawamu dan mulai melakukan hal hal yang tidak wajar"
oh, jadi Aldrich tidak pernah menyentuh wanita lain selain Moon suki? itu artinya dia memang pria yang baik. Mungkin hanya ayahnyalah yang cabul. 😂
"yaah kita memang terlihat mirip, tapi sepertinya aku sama sekali memiliki perbedaan yang jauh darinya"
"tidak, mulai dari senyumu, manjamu, tingkahmu, kebodohanmu, benar benar tak ada yang berbeda, dia begitu polos dan...menggemaskan!"
Melody menatapnya mencoba meyakinkan. Namun dia tak menemukan kebohongan dari matanya. dibalik tatapan mata indahnya terlihat kesedihan yang mendalam.
"peluk aku!" Aldrich merentangkan kedua tangannya.
Perlahan, Melody melangkah mendekat dan memeluknya. "aku mengerti perasaanmu!" ucapnya sambil menepuk nepuk punggu Aldrich. Dia bisa merasakan hangatnya tetesan air mata yang membasahi pundaknya.
......................
...----------------...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...