
~Mimpi~
Angin berhembus menerpa wajah Melody, Rambut panjangnya berkibar tertiup angin. Semerbak harum bunga tercium dihidungnya. Burung burung yang bertengger didahan pohon berkicau dengan merdu , ditambah dengan semburat jingga yang menampakan dirinya di langit. Membuat suasana sore ini terlihat sangatlah indah.
"Melody!" panggil suara itu dari arah belakang.
Melody segera menoleh dan betapa terkejutnya saat melihat sosok sang kakak yang selalu ada dalam benaknya. Dia tersenyum dan langsung berlari kearahnya.
BRUK!
dekapan kerinduan itu benar benar menyesakan dadanya.
"kakaak!"
"aku senang melihatmu tumbuh dewasa!" ucapnya sambil mengelus rambut panjangnya.
"kau tidak merindukanku?" tanyanya.
"aku sangat merindukanmu" ucapnya semakin mengeratkan pelukannya.
Melody mulai menangis sampai terisak isak.
"maafkan aku kak..." ucapnya lalu melepas pelukannya. "aku tidak bisa menjadi adik yang baik, aku benar benar adik yang buruk..."lanjutnya begitu terbata bata.
Haikal tersenyum begitu lembutnya, lalu membelai lembut pipinya. "tidak sayang, kau selalu menjadi yang terbaik untukku, aku tetap menyayangimu, dan selalu ada bersamamu" senyumnya.
Tiba tiba cahaya putih muncul dan siap membungkus tubuh Haikal. "berjuanglah Melody!" ucapnya sebelum dia sirna dan hilang ditelan cahaya itu.
"Kakaaaakkkk!!!" Teriaknya
...****************...
Melody langsung terbangun dari tidurnya dengan rasa kaget yang teramat sangat, keringat dingin bercucuran didahinya, dan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari sebelumnya.
"Melody kau baik baik saja?" tanya Alisya yang baru saja akan membangunkannya.
Dia tak segera menjawab dan mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan. Rasanya tadi itu benar benar terasa nyata. Dekapan hangat kakaknya masih bisa ia rasakan.
Setelah menyadari kalau itu benar benar mimpi, dia langsung saja menyusut keringatnya dan tersenyum pada Alisya. "selamat pagi!"
Alisya yang kebingungan melihat sikap aneh Melody itu hanya tersenyum simpul dan memberikan pakaian untuknya. "ibu membelikan kita pakaian yang sama, cepat ganti bajumu dan bersiap untuk ke kios!"
Melody tersenyum dan langsung menerima baju berwarna merah muda dengan ilustrasi gambar dua orang anak sedang memegang balon.
"apa ini baju persahabatan?" tanyanya begitu antusias.
"sepertinya begitu, selera ibuku benar benar jelek" cibirnya seolah enggan memakai baju merah muda yang sudah dikenakannya itu.
"kau sangat Cantik dengan baju itu!" pujinya tiba tiba saja membuat wajah gadis itu tersipu malu. Bahkan baru kali ini ada yang mengatakan kalau dirinya cantik.
"ayo naik Melody!" ajak Alisya saat dia dan ibunya sudah duduk diantara sayur mayur itu.
"tunggu sebentar!" ucapnya langsung saja pergi kebelakang rumah, dan melihat bunga Carnation yang waktu itu ia tanam dan menyiramnya setiap pagi dan sore, namun sudah seminggu ini dia lupa untuk menyiramnya, dia takut bunga itu akan layu. Tapi tidak, dia sudah mulai tumbuh. Sangat cantik dan indah
Sepertinya Alisya mengurusnya dengan baik.
"bertahanlah 5 tahun lagi sampai dia kembali, karna aku tidak punya harapan lain selain mengharapkanmu tumbuh besar seperti dirinya!" ucapnya penuh harap.
Tiba tiba saja Seseorang menepuk pundaknya, refleks Melody melirik dan terkejut saat Aldrich datang sambil memberikan ponselnya.
"aku menyimpan nomornya diponselku!" ucapnya.
Melody tersenyum lalu meraih ponselnya, mencari namanya di daftar kontak dan menemukan nama Pria itu, langsung saja dia mengirim beberapa pesan untuknya. Setelah itu dia berikan lagi ponselnya pada Aldrich.
"kau simpan saja, oh ya, hari ini aku libur, bolehkah ikut membantumu?" tanyanya menawarkan diri.
Melody meletakan punggung tangannya didahi Aldrich yang masih terasa panas itu. "kau masih demam Aldrich"
"tidak apa apa, aku akan merasa lebih baik saat bersamamu" senyumnya.
Seperti biasa, pria itu selalu saja bersikap seenaknya. Perasaannya mudah berubah dan sikapnya sulit ditebak.
tapi, entah apa yang terjadi, Rasanya hidup ini memang adil, hanya saja dia butuh waktu untuk menyadarinya.
Perlu digaris bawahi, bahwa orang yang datang dan pergi dalam kehidupan seseorang itu hal yang sudah biasa, terkadang kita tidak bisa menerimanya karna terjadi di waktu yang tidak tepat. Tapi begitulah cara tuhan menguji setiap hambanya. Karna orang yang paling kuat itu adalah orang yang sabar.
"Tuhan...tolong kembalikan semua milikku"
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN
I
love
U
all😘😚