Don'T Forget Me

Don'T Forget Me
Ada Apa Dengan Dia II



Ardi saat ini sedang bersama Arine dicafe tempat dia nongkrong kemarin bersama teman-temannya dan Arine. Arine yang tersadar jika dia dibawa oleh Ardi pun hanya bisa menghela napasnya dengan kasar. Namun, ponsel Arine tiba-tiba berdering. Arine pun mengeceknya dan ternyata Naila yang menelphon.


"Iya Nai, sorry banget deh. Aku tadi ada urusan jadi gak balik lagi ke kantin. Oh yeah, kalau gak kamu nyusul aku kesini deh. Bukannya habis ini jadwal kita kosong kan, karena tadi katanya dosennya gak jadi masuk siang ini. Cuma dikasih tugas doang"ucap Arine panjang lebar.


"Lu emang dimana sih, sumpah. Jadi sering ngilang tahu gak"kesal Naila yang menuju kearah mobilnya.


"Sudah dech, males jelasin. Kalau lu mau kesini. Aku kirim alamatnya, bagus buat nongkrong kita orang"ucap Arine asal. Dia tahu kalau Ardi sedang menunggunya berbicara ditelpon.


"Oke, lu kirim alamatnya. Bosen juga aku tuh, main lu tinggal sendiri lagi"kesal Naila.


"Oke deh. Gw matiin dulu ya, habis nih gw search deh. Gw tunggu"ucap Arine mengakhiri sambungan itu.


Arine pun langsung menghampiri Ardi dengan banyak pertanyaan yang ada.


"Lu bawa aku kesini dan meninggalkan tunanganmu disana. Sebuah kejutan tahu gak. Bukan hanya menyakiti satu perempuan, dua perempuan pun kamu sakiti. Bagaimana kalau kak Anisa tahu, ternyata pacarnya ralat maksudku mantan pacarnya seperti ini"sindir Arine yang langsung masuk kedalam cafe yang bertema outdoor itu.


Ardi pun langsung menyusul Arine yang sudah duduk dibangku yang ada disana sambil memainkan ponselnya.


"Kamu ingin tahu kenapa aku melakukan hal itu?"tanya Ardi yang dilirik sekilas oleh Arine yang kembali memainkan ponselnya.


"Gak perlu. Aku gak butuh penjelasan"jawab Arine masih fokus ke ponselnya.


"Oke. Tapi aku bakal tetap jelasin"ucap Ardi tersenyum melihat tingkah Arine yang menurutnya lucu itu.


"Aku cuma males masuk ke kelas saja, jadi pergi"ucap Ardi yang membuat Arine menatap takjub alias terkejut.


"Hah!"jawab Arine menatap Ardi dengan tanda tanya.


"Hanya karena gak mau masuk kelas, kamu ninggalin tunangan kamu. Sungguh, jahat banget tahu gak"kesal Arine yang kembali memainkan ponselnya.


"Katanya gak mau dijelasin"goda Ardi yang membuat Arine jengah.


"Apaan sih"kesal Arine.


"Aku cuma gak mau lihat kamu cemburu saat aku bersama Bunga"ucap Ardi dengan pede nya yang membuat Arine kembali menatap Ardi horor.


"Dan sekali lagi aku ingatkan ke kamu. Aku bukan kak Anisa, aku Arine. Jadi jangan berharap kalau aku adalah perempuan yang kamu tunggu-tunggu itu"kesal Arine yang akan pergi tapi sekali lagi dicegah oleh Ardi.


"Memang kamu bukan Anisa. Tapi memang kita pernah bertemu sebelum ini, jika kamu masih mengingatnya"ucap Ardi membuat Arine mengernyitkan dahinya.


Arine pun kembali duduk dan mendengarkan Ardi berbicara.


"Mungkin kamu belum mengingatnya. Tapi aku selalu mengingat hal itu. Dimana saat itu aku pikir kamu adalah Anisa"ucap Ardi dengan tatapan sedih.


"Tapi yang membuatku bertanya-tanya, bagaiman Anisa secepat itu merubah gaya rambut dan cara bicara yang sangat berbeda. Hingga aku sadar, kalau orang yang aku temui adalah orang yang berbeda. Tapi aku tidak tahu jika kalian adalah sodara kembar. Wajah kalian sangat mirip walaupun postur tubuh dan warna kulit yang sedikit berbeda"ucap Ardi tersenyum dan membuat Arine terdiam.


"Terus maksud kami cerita hal ini apa?"ucap Arine menatap serius Ardi.


"Dan saat itu. Saat aku nganterin kamu pulang, beberapa minggu lalu. Kamu pernah pingsan bukan?"ucap Ardi dan dijawab anggukan kepala dari Arine denga jengah.


"Aku gak tahu, aku halusinasi atau bukan. Tapi, saat kamu pingsan. Aku merasa Anisa ada didirimu. Kamu mengatakan padaku..."ucap Ardi tepotong karena Arine menghentikannya.


"Cukup. Kamu cuma halusinasi, jangan diteruskan. Saat ini, aku bisa saja berfikir negativ ke kamu, paham. Aku peringatkan sekali lagi, AKU BUKAN KAK ANISA!. Kamu paham gak sih, sama kata-kataku. Kamu selalu mendekatiku, apa karena wajahku ini mirip sama kak Anisa, atau karena kamu pikir saat aku pingsan aku kerasukan sama rohnya kak Anisa. Jadi kamu berharap aku kerasukan lagi gitu. Kamu kebanyakan nonton film di. Sungguh kamu laki-laki yang sangat mengerikan tahu gak, jangan sampai aku melihat wajah kamu"kesal Arine yang tiba-tiba pingsan dan membuat Ardi kaget.


"Arine...Arine..., bangun Rine"panggil Ardi dan saat itu Naila baru sampai dan melihat kejadian itu.


Naila pun berlari menuju kearah Arine dan Ardi.


.


.


.


.


.


Next on