Brother My Husband

Brother My Husband
perasaan Vano



" ngemis "


kata Vano dengan jahatnya


membuat Dita murung bahkan


air matanya sudah menggenang ...


" eeehhhhh"


Vano langsung berhenti berjalan


memeluk dan mengelus lembut


kepala Dita tak peduli akan tatapan


orang .....


" kok nangis sih sayang ,,,,, kakak


becanda ,,, iya ,, iya kita makan


sekarang" kata Vano tertawa ....


" mana ada Dita nangis "


kata Dita menyembunyikan wajahnya


di pelukan Vano ...


" hey kalian liat Dita nangis nih"


kata Vano menatap deretan


karyawannya yang sudah tertawa


geli menatap mereka .......


Vano ternyata bisa jahil juga😅


...diruangan Vano ......


" makan yang banyak biar cepat gede"


kata Vano mengelus kepala Dita


yang makan dengan sangat lahap itu ...


" ihhhh ,,,, Dita udah gede kak ...


malah badan Dita udah gede banget


jadi nggak sexy deh "


kata Dita memelas dan berhenti makan


menatap Vano yang duduk bersandar


santai di sofa sebelah nya


" apa ,,,, badan kamu gede ....


udah pendek kurang berisi lagi"


pendapat Vano menatap Dita


secara keseluruhan ....


" kakak jahat banget sih ,,,,,


Mulut kakak pedas tau nggak "


kesal Dita ...


" ya makanya makan yang banyak


biar kamu nggak kurus "


kata Vano dengan senyum penuh


kemenangannya ...


Dita yang kesal itu langsung


memakan dengan semakin lahap


makanan di atas meja itu agar tak


dikatakan kurus lagi oleh Vano ...


" pinter ,,,, makan yang banyak ya"


Vano berdiri dari duduknya


" kakak mau kemana?"


tanya Dita ...


" ya kerja tuh dokumen udah


nungguin " tunjuk Vano pada


setumpuk dokumen diatas mejanya ....


" kakak nggak makan dulu "


" nanti aja kakak belum lapar "


kata Vano menuju meja kerjanya


" tapi nanti kakak harus makan"


peringat Dita ...


" iya "


***********


Vano mengalihkan pandangannya


dari dokumen yang di pagangnya saat


Dita berdiri tepat di dekatnya ....


" udah selesai makannya"


kata Vano lembut menatap Dita


hangat ....


" udah "


jawab Dita menatap Vano sayu


sepertinya gadis kecil itu punya


keinginan .....


" sekarang mau apa"


Vano meletakkan dokumen nya


keatas meja memegang tangan


Dita lalu mendongak menatap Dita


yang berdiri di depannya .....


Dita menggeleng karna dia terlalu


sungkan untuk mengatakannya


apalagi di ruangan Vano tak ada


kamar tidur ....


tanya Vano karna Dita itu terbiasa tidur


siang sedari dulu ....


" iya ,,, tapi disini nggak ada kamar "


kata Dita menunduk tapi tidak


menatap Vano dia hanya menatap


kakinya ....


" yaudah tidur di pangkuan kakak


aja ya " kata Vano hangat lalu menarik


pelan pinggang Dita sampai Dita


duduk di pangkuannya .....


walaupun Vano terkenal cuek tapi


dia hangat pada Dita sadari dulu ...


" tapi Kak,,,"


kata Dita merasa malu dan juga risih


apalagi ini di kantor .....


" tapi apa?,,,,,, kamu nggak nyaman


duduk di pangkuan kakak "


tanya Vano ....


" nyaman kak tapi,,,,"


" kalau nyaman tidur sekarang ,,,, kakak


juga harus kerja " kata Vano memiringkan


duduk Dita dan menyandarkan kepala Dita


ke dadanya ....


Vano adalah tipe orang yang tak suka


berdebat ?


Vano mengambil jasnya di sandaran


kursi lalu menyelimuti Dita dan


mengelus kepala Dita lembut .....


" tidurlah "


kata Vano lembut mengecup Kening


Dita dan tak lama kemudian Dita


tertidur ......


kadang Vano juga benci dengan dirinya


sendiri kenapa dia harus mencintai


Dita ,,,,, kenapa rasa sayangnya untuk


Dita harus berubah menjadi cinta ...


bukannnya Vano menyalahkan takdir


hanya saja rasanya ini tak adil


untuk Dita ......


apalagi Vano yang tak bisa menutupi


perasaannya membuat semua


keluarga mengetahui nya kecuali


Dita ......


Muahccc....


Vano menatap dalam wajah Dita


wanita yang sudah sedari remaja


Vano sayangi dan cintai bahkan


sampai sekarang rasa itu tak berubah


malah semakin bertambah ......


" maafkan kakak yang sudah jatuh


cinta pada kamu sayang sehingga


kamu harus terikat dalam hubungan


yang tak kamu inginkan ........


tapi jujur saja kakak memang tak


rela melihat kamu bersama yang


lain , hati kakak sakit sayang .....


maafkan kakak karna sudah egois "


Vano mengatakan semua isi hatinya


tanpa sadar .....


" tapi kakak janji akan buat kamu


bahagia dan nyaman berada di


dekat kakak dan semoga suatu


saat keajaiban datang , semoga


suatu saat pintu hati kamu terbuka


dan juga bisa mencintai kakak ....


tapi kakak tak akan pernah memaksa


kamu jika memang kamu tidak bisa


mencintai,,,,, kakak akan mundur


dan melepaskan kamu..."


" hmmmm"


Vano langsung menoleh dan berhenti


berkata saat mendengar suara orang


yang sudah dengan lancang membuka


pintu ruangannya bahkan mungkin


mendengar ucapan Vano


......siapa yang datang .....?......