Brother My Husband

Brother My Husband
gadis polos



" suka banget kak ,,,,, pelukan kakak


hangat banget" kata Dita mengecup


kening Vano yang mendongak


menatapnya ....


" kenapa ngecup "


tanya Vano spontan ...


" kata orang kalau pacar sakit


harus sering di kecup biar cepat


sembuh " kata gadis polos itu ...


Vano tertawa menatap mata polos


itu sangat menggemaskan ...


" kalau begitu kecup lah lagi


biar cepat sembuh "


" iya ,,,,,, sekarang kakak harus


minum obat " kata Dita setelah


mengecup Vano lagi ....


" ayoo minum kak "


kata Dita lagi saat Vano hanya


menatap pil di tangan Dita tanpa


mengambilnya......


" ayok minum sayang "


kata Dita lembut setelah lama


diam menatap Vano ....


Vano tersenyum lalu meminum


obatnya cepat .....


" sekarang istirahat lagi "


kata Dita kembali merapikan bantal


dan membantu Vano berbaring .....


setelah menyelimuti Vano Dita


melangkah pergi untuk ..


" kamu mau kemana ,,,,, jangan tinggalin


kakak" ucapan Vano lirih menatap


Dita sendu ...


" Dita cuma mau ambil ponsel kak ..."


jelas Dita tak jadi pergi dia mengambil


kursi lalu duduk di samping kanan


ranjang Vano ....


" sekarang kakak istirahat ,,, Dita


nggak bakalan tinggalin kakak kok"


kata Dita memegang tangan Vano ....


Vano menatap jam di dinding ternyata


sudah lewat jam 4 sore ......


" sini tidur di samping kakak "


kata Vano bergeser sedikit ...


" Dita temenin kakak disini aja ....


tangan kakak kan lagi di infus ntar


sakit lagi kalau tertarik karna sempit "


kata Dita ...


" nggak bakalan sempit ranjangnya


luas kok " kata Vano meyakinkan ...


" nggak usah Dita duduk disini aja "


" kalau kamu nggak mau ,,,, kakak


nggak bakalan tidur " kata Vano


keras kepala


" kakak kok gitu sih ,,,,,"


kata Dita mengeluh ...


" yaa makanya ayok tidur disini "


kata Vano yang sudah mengembangkan


tangannya seolah isyarat untuk Dita


masuk ke pelukannya ....


" tapi janji ya,,,,, kakak bakalan


istirahat " kata Dita naik ke atas


ranjang dan berbaring di sebelah


Vano ....


" iya sayangku"


kata Vano memeluk Dita


dengan sebelah tangannya ....


Vano tidur telentang dengan


Dita yang tidur miring di sebelahnya


tak lupa Dita nemplok manja di


atas dada Vano ....


" sekarang tidur "


kata Dita lagi ...


" iya "


kata Vano patuh dan memejamkan


mata ...


" kamu juga ikutan tidur "


kata Vano menatap Dita setelah


sekian lama ......


" kan Dita mau temenin kakak "


jawab gadis polos itu


" iya tapi nemeninnya kamu juga


tidur " kata Vano tertawa ....


Dita mengangguk sambil cekikilan


lalu memejamkan mata lagian


Dita juga sudah mengantuk


apalagi elusan Vano di kepalanya


membuat Dita semakin cepat


tidur .......


" gadis polos "


Dita yang sudah tertidur itu .....


Vano sama sekali tak tidur ...


pria dewasa itu hanya menatap Dita


dan sangat sering tersenyum


menikmati lucunya wajah istrinya


saat tidur ...


" hmmmm...."


Dita menggeliat tak nyaman


dalam tidurnya saat Vano


terus mengecupnya ......


entah berapa lama Vano


melakukan aktivitas nya itu


sampai ada yang mengetuk


pintu dari luar .....


" shittt...."


Vano mengumpat kesal


mengganggu saja 😂


" masuklah "


suara datar Vano ....


ternyata dokter dan beberapa


orang suster yang masuk ....


mereka menahan senyum


melihat posisi Vano dan Dita


saat ini ....


apalagi dokter dan suster itu


yang masih sama sama muda ....!


" ada apa ?"


tanya Vano datar tanpa


peduli akan tatapan mereka bahkan


Vano semakin mengeratkan


pelukannya pada Dita walaupun


cuma sebelah tangan ....


" kami datang untuk memeriksa


kondisi tuan muda" kata Dokter


itu sopan ....


" periksalah cepat "


kata Vano yang langsung di


kerjakan oleh mereka ...


saat dokter itu mendekat ke arah


mereka Vano menarik selimut


untuk menyelimuti Dita bahkan


Vano menyembunyikan wajah


Dita disudut dadanya ......


" jangan menatapnya periksalah


cepat " ketus Vano tak suka


dengan tatapan dokter muda itu ...


sebenarnya Vano juga sudah


berfikir dari awal ,,,, harusnya


pernikahan mereka itu memang


harus di adakan resepsi agar


semua orang tau ......


jika tidak ya seperti sekarang


semua orang akan tetap berfikir


bahwa Dita adalah adik Vano


yang begitu manja dan sangat


dekat dengan Vano ......


bahkan dalam kondisi dan


posisi mereka yang seperti


inipun orang lain masih tetap


berfikir bahwa Dita itu adik Vano


tanpa ada hubungan lain karna


memang sudah sedari kecil


Dita begitu manja pada Vano ..


tapi karena beberapa alasan


khususnya keselamatan Dita


makanya resepsinya di tunda ..


" lepaskan infus ini "


kata Vano sangat kesal menatap


infus yang ada di tangannya ....


sangat membatasi ruang gerak nya ...


" maaf tuan muda belum bisa ,,,


karna jika infus ini dilepas maka


anda akan kembali lemah "


jelas dokter itu ...


" aku bilang lepaskan ya lepaskan "


teriak Vano kesal ....


" tidak bisa tuan muda "


Vano mulai berdebat dengan dokter


itu ,,,, apalagi sifat Vano yang keras


kepala yang sangat tak suka di


atur atur orang lain ......


Vano berhenti berdebat saat


Dita terbangun ....


" kak "


suara serak Dita bahkan mata


cantiknya masih sangat sayu


menatap Vano ...


like and vote