Brother My Husband

Brother My Husband
si Montok



" kami pamit dulu "


kata Vano bersalam kepada orang tua


mereka setelah sampai diruang tengah .....


di ikuti Dita .....


" jaga baik baik calon istri kamu Vano


nanti diambil orang lagi " kata Fira


" gagal masuk gawang nanti kamu "


kekeh Sony dengan ucapan vulgarnya ...


plakkkkk .....


" sama anak masih aja ngomong gitu"


kesal Ditya menampar lengan Sony ...


" kok masuk gawang sih Pah ,,,,


emang siapa yang main bola "


tanya Dita polos ...


" udah Dita ayok kita pergi nanti


kakak telat " Vano langsung membawa


Dita pergi setelah bersalam dan pamit


sebelum gadis kecil itu semakin pusing


mendengar bahasa isyarat Papa ...


" kita berangkatnya sama sopir kak"


tanya Dita ...


" iya ,,,, kakak lagi capek nyetir "


jawab Vano duduk di sebelah Dita


" Dita kan bisa bawa mobil kak


Dita aja yang nyetir kalau gitu "


tawar Dita ....


" enggak ,,,, jalan Pak "


kata Vano cuek ....


" ihhhh,,,, ngomongnya biasa aja


Dita nggak suka " kata Dita mendelik


kesal , dia tak suka saja melihat sikap


cuek Vano .....


" nggak suka gimana ,,,, biasanya


kakak juga ngomong gitu "


jawab Vano ...


" ya makanya jangan kayak gitu


bikin kesel tau nggak ,,, kalau


bicara itu yang lembut dikit bukan


ketus " jelas Dita ....


" iya Dita sayang"


kata Vano berbicara lembut menatap


Dita hangat membuat wajah gadis


kecil itu memerah seketika ...


sesampai di kantor Vano keluar dari


mobil lalu mengulurkan tangannya


ke dalam mobil membuat para karyawan


yang sudah berbaris rapi menyambut nya


penasaran ......


Dita berjalan di samping Vano


memeluk manja lengan Vano seperti


kebiasaan nya .....


" udah lama Dita nggak kekantor kakak"


kata Dita ...


" kamu sih diajak nggak mau "


Vano mengacak gemas Rambut


Dita dengan tangan kirinya ....


mata karyawan Vano tak berkedip


menatap Dita apalagi para pria


tubuh berisi itu benar benar sangat


menggoda dan menggugah selera πŸ˜‚


" montok sekali "


kata seorang menejer tanpa sadar


otaknya sudah mentok menatap


body montok itu ...


" shittt"


umpat Vano kesal melihat tatapan


para karyawan kepada Dita ....


Vano melepas jasnya lalu memakaikan


nya pada Dita dan jas Vano sangat


kebesaran oleh Dita bahkan jas


Vano menutupi separuh paha Dita


melebihi rok nya .....


" besok besok jangan pakai baju kecil


kayak gini lagi" omel Vano saat


mereka berada di lift .....


" Pas kok kak nggak kecil kok"


jawab Dita polos menatap bajunya


dari bawah ke atas ....


" huuuf "


lelah Vano bicara dengan gadis polos


ini ....


Vano langsung menuju ruang Meeting


" Dita ikut meeting juga kak"


tanya Dita ....


" iya ,,,, kamu diem aja nanti duduk


disamping kakak " kata Vano ...


Vano kembali memakai jasnya sebelum


masuk ke ruang meeting lalu berjalan


masuk sambil menggandeng Dita ...


meeting hari ini sangat penting dengan


para investor perusahaan besar untuk


mega proyek terbaru Vano .....


jadi banyak direktur perusahaan besar


yang bergabung dan ini adalah pertemuan


pertama mereka secara langsung .....


keputusan Vano untuk membawa


Dita ikut masuk ke ruang meeting


entah keputusan yang tepat atau


malah tidak ....


dan lagi lagi hal yang sama terjadi .....


ternyata didalam ruangan itu isinya


adalah pria semua yang mayoritasnya


adalah direktur muda dari perusahaan


keluarga mereka .......


Vano mencoba bersikap biasa untuk


menjaga formalitas .......


mata mereka menatap Dita intens


siapa yang tak akan tertarik dengan


gadis semanis Dita apalagi tubuh


Vano memang sudah gelisah menatap


tatapan para direktur muda itu pada


Dita tapi melihat Dita yang hanya


cuek dan biasa saja membuat Vano


bisa tenang .......


Vano duduk di kursi paling depan


dan juga menarikkan kursi untuk


Dita di sebelah nya ....


" Kak pinjam ponsel "


kata Dita menampung kan tangannya


karna ponsel Dita ketinggalan ...


Vano memberikan ponselnya pada


Dita dan meminta sekretaris nya memberikan


Dita handset dan setelah Dita mulai


masuk ke server dunia nya dan mulai


asik sendiri menikmati tontonan


kesukaannya barulah Vano memulai Meeting ...


memang di kantor Vano mayoritas


karyawannya adalah pria bahkan


hampir di setiap instansi ...


tapi entah karna alasan apa Vano melakukan


itu ....


panggilan Dita kepada Vano seperti


angin segar untuk mereka yang


memang belum mengenal dekat


Vano dan keluarganya ....


setelah pembukaan meeting semua


orang fokus kepada Vano yang


menyampaikan materi dan pendapat


serta ulasan demi ulasan yang lain


yang saling bersautan ........


hampir satu jam meeting masih


berlangsung tenang namun yang


membuat fokus orang orang hilang


termasuk Vano adalah saat Dita


yang tengah menatap ponsel itu


mulai tertawa walaupun pelan ......


namun tingakah lucu gadis kecil


itu terlalu manis untuk dilewatkan


begitu saja .....


" Dita "


kata Vano lembut mengelus kepala


Dita membuat Dita mengalihkan


tatapannya dari ponsel ke Vano


Vano menggeleng seolah memberikan


isyarat peringatan pada Dita ....


Dita yang mengerti pun mengedarkan


pandangannya ternyata semua orang


sedang menatap nya .....


" wihhhh,,,, ganteng ganteng banget"


batin Dita baru sadar menatap


deretan pria yang duduk melingkar


di meja yang sama dengan nya ....


mungkin lebih dari 15 orang pria ...


melihat mereka yang pada tersenyum


Dita juga ikutan tersenyum walaupun


sedikit canggung ....


" kok bisa nggak sadar sih "


batin Dita menatap deretan


pria tampan yang penuh karisma di


depannya ini apakah sedari tadi dia


terlalu fokus bermain ponsel


sampai tak memperhatikan


deretan pria tampan ini ....


" wahhh,,,,, kalau digombalin pasti


ekspresinya lucu lucu banget "


batin Dita dengan Fikiran jahilnya ...


" heheheheee "


Dita terkekeh pelan menyembunyikan


tawanya saat dia menatap Vano yang


ekspresi nya sangat menyeramkan


sekaligus lucu ......


pasti setelah ini Dita akan kena


amuk sama Kak Vano ......


karna sedari dulu kak Vano selalu


marah jika Dita melirik pria lain ....


Gadis kecil itu memegang tangan


Vano yang duduk disebelah nya


mengelus ngelus tangan Vano


lembut di bawah meja ......


agar Vano tak marah dan yang lebih


menyebalkan adalah senyum manis


tanpa dosa Dita .....


yang sialnya terlalu menggemaskan


di mata Vano ....


setelah nya Vano kembali


melanjutkan meeting .....


" hay "


kata seseorang menyentuh lengan Dita


yang berdiri bersandar ke dinding


diluar ruangan meeting menunggu Vano


Dita akan berbalik namun sayangnya


Dita langsung dipeluk erat oleh


seseorang bahkan wajah Dita


terbenam di dadanya .....


" jangan pernah menyentuh apa yang


bukan milikmu " ucapan tegas yang


terselip makna keras di baliknya ...


lalu Vano mengelus lengan Dita


yang tadi di sentuh oleh pria itu


mengibas ngibasnya seperti membersihkan


sesuatu dengan tangannya di lengan Dita ...


...kasih komentar kalian dong buat ...


...brother kita yang satu ini ........


...sifatnya itu lo πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...


lemitededitions


up 1000 kata lagi kasih sesuatu dong ?