
" kami pamit dulu "
kata Vano bersalam kepada orang tua
mereka setelah sampai diruang tengah .....
di ikuti Dita .....
" jaga baik baik calon istri kamu Vano
nanti diambil orang lagi " kata Fira
" gagal masuk gawang nanti kamu "
kekeh Sony dengan ucapan vulgarnya ...
plakkkkk .....
" sama anak masih aja ngomong gitu"
kesal Ditya menampar lengan Sony ...
" kok masuk gawang sih Pah ,,,,
emang siapa yang main bola "
tanya Dita polos ...
" udah Dita ayok kita pergi nanti
kakak telat " Vano langsung membawa
Dita pergi setelah bersalam dan pamit
sebelum gadis kecil itu semakin pusing
mendengar bahasa isyarat Papa ...
" kita berangkatnya sama sopir kak"
tanya Dita ...
" iya ,,,, kakak lagi capek nyetir "
jawab Vano duduk di sebelah Dita
" Dita kan bisa bawa mobil kak
Dita aja yang nyetir kalau gitu "
tawar Dita ....
" enggak ,,,, jalan Pak "
kata Vano cuek ....
" ihhhh,,,, ngomongnya biasa aja
Dita nggak suka " kata Dita mendelik
kesal , dia tak suka saja melihat sikap
cuek Vano .....
" nggak suka gimana ,,,, biasanya
kakak juga ngomong gitu "
jawab Vano ...
" ya makanya jangan kayak gitu
bikin kesel tau nggak ,,, kalau
bicara itu yang lembut dikit bukan
ketus " jelas Dita ....
" iya Dita sayang"
kata Vano berbicara lembut menatap
Dita hangat membuat wajah gadis
kecil itu memerah seketika ...
sesampai di kantor Vano keluar dari
mobil lalu mengulurkan tangannya
ke dalam mobil membuat para karyawan
yang sudah berbaris rapi menyambut nya
penasaran ......
Dita berjalan di samping Vano
memeluk manja lengan Vano seperti
kebiasaan nya .....
" udah lama Dita nggak kekantor kakak"
kata Dita ...
" kamu sih diajak nggak mau "
Vano mengacak gemas Rambut
Dita dengan tangan kirinya ....
mata karyawan Vano tak berkedip
menatap Dita apalagi para pria
tubuh berisi itu benar benar sangat
menggoda dan menggugah selera π
" montok sekali "
kata seorang menejer tanpa sadar
otaknya sudah mentok menatap
body montok itu ...
" shittt"
umpat Vano kesal melihat tatapan
para karyawan kepada Dita ....
Vano melepas jasnya lalu memakaikan
nya pada Dita dan jas Vano sangat
kebesaran oleh Dita bahkan jas
Vano menutupi separuh paha Dita
melebihi rok nya .....
" besok besok jangan pakai baju kecil
kayak gini lagi" omel Vano saat
mereka berada di lift .....
" Pas kok kak nggak kecil kok"
jawab Dita polos menatap bajunya
dari bawah ke atas ....
" huuuf "
lelah Vano bicara dengan gadis polos
ini ....
Vano langsung menuju ruang Meeting
" Dita ikut meeting juga kak"
tanya Dita ....
" iya ,,,, kamu diem aja nanti duduk
disamping kakak " kata Vano ...
Vano kembali memakai jasnya sebelum
masuk ke ruang meeting lalu berjalan
masuk sambil menggandeng Dita ...
meeting hari ini sangat penting dengan
para investor perusahaan besar untuk
mega proyek terbaru Vano .....
jadi banyak direktur perusahaan besar
yang bergabung dan ini adalah pertemuan
pertama mereka secara langsung .....
keputusan Vano untuk membawa
Dita ikut masuk ke ruang meeting
entah keputusan yang tepat atau
malah tidak ....
dan lagi lagi hal yang sama terjadi .....
ternyata didalam ruangan itu isinya
adalah pria semua yang mayoritasnya
adalah direktur muda dari perusahaan
keluarga mereka .......
Vano mencoba bersikap biasa untuk
menjaga formalitas .......
mata mereka menatap Dita intens
siapa yang tak akan tertarik dengan
gadis semanis Dita apalagi tubuh
Vano memang sudah gelisah menatap
tatapan para direktur muda itu pada
Dita tapi melihat Dita yang hanya
cuek dan biasa saja membuat Vano
bisa tenang .......
Vano duduk di kursi paling depan
dan juga menarikkan kursi untuk
Dita di sebelah nya ....
" Kak pinjam ponsel "
kata Dita menampung kan tangannya
karna ponsel Dita ketinggalan ...
Vano memberikan ponselnya pada
Dita dan meminta sekretaris nya memberikan
Dita handset dan setelah Dita mulai
masuk ke server dunia nya dan mulai
asik sendiri menikmati tontonan
kesukaannya barulah Vano memulai Meeting ...
memang di kantor Vano mayoritas
karyawannya adalah pria bahkan
hampir di setiap instansi ...
tapi entah karna alasan apa Vano melakukan
itu ....
panggilan Dita kepada Vano seperti
angin segar untuk mereka yang
memang belum mengenal dekat
Vano dan keluarganya ....
setelah pembukaan meeting semua
orang fokus kepada Vano yang
menyampaikan materi dan pendapat
serta ulasan demi ulasan yang lain
yang saling bersautan ........
hampir satu jam meeting masih
berlangsung tenang namun yang
membuat fokus orang orang hilang
termasuk Vano adalah saat Dita
yang tengah menatap ponsel itu
mulai tertawa walaupun pelan ......
namun tingakah lucu gadis kecil
itu terlalu manis untuk dilewatkan
begitu saja .....
" Dita "
kata Vano lembut mengelus kepala
Dita membuat Dita mengalihkan
tatapannya dari ponsel ke Vano
Vano menggeleng seolah memberikan
isyarat peringatan pada Dita ....
Dita yang mengerti pun mengedarkan
pandangannya ternyata semua orang
sedang menatap nya .....
" wihhhh,,,, ganteng ganteng banget"
batin Dita baru sadar menatap
deretan pria yang duduk melingkar
di meja yang sama dengan nya ....
mungkin lebih dari 15 orang pria ...
melihat mereka yang pada tersenyum
Dita juga ikutan tersenyum walaupun
sedikit canggung ....
" kok bisa nggak sadar sih "
batin Dita menatap deretan
pria tampan yang penuh karisma di
depannya ini apakah sedari tadi dia
terlalu fokus bermain ponsel
sampai tak memperhatikan
deretan pria tampan ini ....
" wahhh,,,,, kalau digombalin pasti
ekspresinya lucu lucu banget "
batin Dita dengan Fikiran jahilnya ...
" heheheheee "
Dita terkekeh pelan menyembunyikan
tawanya saat dia menatap Vano yang
ekspresi nya sangat menyeramkan
sekaligus lucu ......
pasti setelah ini Dita akan kena
amuk sama Kak Vano ......
karna sedari dulu kak Vano selalu
marah jika Dita melirik pria lain ....
Gadis kecil itu memegang tangan
Vano yang duduk disebelah nya
mengelus ngelus tangan Vano
lembut di bawah meja ......
agar Vano tak marah dan yang lebih
menyebalkan adalah senyum manis
tanpa dosa Dita .....
yang sialnya terlalu menggemaskan
di mata Vano ....
setelah nya Vano kembali
melanjutkan meeting .....
" hay "
kata seseorang menyentuh lengan Dita
yang berdiri bersandar ke dinding
diluar ruangan meeting menunggu Vano
Dita akan berbalik namun sayangnya
Dita langsung dipeluk erat oleh
seseorang bahkan wajah Dita
terbenam di dadanya .....
" jangan pernah menyentuh apa yang
bukan milikmu " ucapan tegas yang
terselip makna keras di baliknya ...
lalu Vano mengelus lengan Dita
yang tadi di sentuh oleh pria itu
mengibas ngibasnya seperti membersihkan
sesuatu dengan tangannya di lengan Dita ...
...kasih komentar kalian dong buat ...
...brother kita yang satu ini ........
...sifatnya itu lo πππ...
lemitededitions
up 1000 kata lagi kasih sesuatu dong ?