Brother My Husband

Brother My Husband
Cici & Dinda ...



" gaya kamu pake ajakin bikin


dedek gemoy sekarang baru disentuh


pahanya aja udah minta ampun "


ledek Vano menaikkan sebelah alisnya


" hmmmm,,,,, tapi kan tadi aneh


rasanya " kata Dita dengan suara


kecilnya ....


" aneh yaaa,,,, sini Daddy kasih


yang nikmat " kata Vano ...


" beneran "


kata gadis polos itu ...


" sekarang baring punggungin Daddy "


kata Vano memberi arahan ...


yang dengan patuh Dita kerjakan ..


Vano menarik selimut memeluk


erat gadis kecil yang memunggungi


nya itu ....


" terus nikmatnya dimana "


Tanya Dita dengan polosnya ..


" sabar ihhh "


kata Vano memasukkan tangannya


kedalam baju Dita dan mulai bermain


main ...


" Daddy,,,, aaaaaa geli"


kata Dita kegelian saat tangan


Vano bermain main diperut ratanya


" sekarang tidurlah "


perintah Vano tapi tangannya


merambat ke atas sampai ke


sikembar Dita yang sekal dan


kenyal itu ...


" eeehhh "


kata Dita memegang tangan Vano


di dadanya ....


" tidur kata Daddy "


kata Vano tegas ....


" tapi Daddy ,,"


ucapan Dita terpotong


" ini punya Daddy jadi Daddy mau


mainin " kata Vano menyatakan hak nya


" iya Daddy tapi elusin kepala Dita Daddy


biar Dita bisa tidur " kata gadis polos


itu ,,,,, dia membiarkan Vano


lantaran Vano sudah pernah menjelaskan


pada Dita tentang hak haknya ..


setelah Dita tidur barulah Vano


memulai aktivitas menyenangkannya ...


...pagi harinya dikampus ..............


Dita berlari kearah Cici dan Dinda


yang sudah menunggunya di


parkir usai memarkirkan mobilnya ...


" Cici ,,,, Dinda "


sorak Dita berlari kearah dua


sahabatnya itu yang sudah


membentangkan tangan nya


lalu Dita memeluk mereka


berdua sekaligus ....


" Dita kangen tauuu "


keluh Dita pada dua sahabatnya


" sama kita juga kangen "


ucap mereka berdua memeluk


gadis pendek yang hanya sebatas


bahu mereka itu πŸ˜‚


" kalian pergi ke luar negrinya luamaaa"


kata Dita mengecutkan bibirnya


dengan lucu membuat Dita langsung


mendapatkan 2 cubitan sekaligus


dari sahabatnya di pipi karna mereka


gemasss ...


" yaaa maaf Dita sayang ,,,, kan kami


perjalanan bisnis " jelas Dinda ....


" dan kami bawain hadiah istimewa


buat kamu " kata mereka dengan


senyum penuh artinya ....


" manaa?"


kata Dita dengan senangnya tak


lupa mata berbinar seperti anak


kecil .....


sahabat mungkin mereka berdua


untuk Dita yang begitu perhatian


dan sangat menyayangi Dita ...


Cici dan Dinda adalah sama sama


anak tunggal dari keluarga kalangan


atas yang membuat kedua gadis


itu di dewasakan oleh keadaan lantaran


tahta calon pewaris tunggal yang


mereka sandang ........


sehingga walaupun mereka masih


kuliah tapi mereka sudah di ajarkan


dan di didik menjadi seorang pewaris


sedari kecil bahkan masa depan


mereka sangat di rencanakan ...


untuk itulah mereka sangat jauh


berbeda dengan Dita apalagi dari


segi kepribadian jika Dita manja


maka mereka adalah anak yang


madiri tapi justru kemanjaan dan


kepolosan Ditalah yang membuat


mereka suka berteman dengan Dita


mereka serasa punya adik kecil


yang harus mereka jaga ...


"nanti pas pulang kuliah yaa "


kata Dinda mengelus lengan Dita ...


" ayok ke kekantin ,,, gue lapar "


ajak Cici ....


" Dita di traktir kan "


kata Dita dengan wajah lucunya


berjalan di tengah kedua sahabatnya


yang saling menggandengnya ...


" emang kamu nggak dikasih uang


jajan sama Kak Vano " tanya Dinda


menaikkan sebelah alisnya ...


" enggak,,,, , Dita cuma dikasih kartu


sama kak Vano " jelas Dita ...


Cici dan Dinda pun paham kartu


seperti apa yang dikasih kak Vano


pada Dita ..


" sama aja bahkan itu udah lebih dari uang jajan Dita "


kata Cici ...


" beda dong Ci ,,, kartukan


nggak bisa buat beli BATAGOR


kalau uang jajan kan bisa "


kata Dita memberi contoh ...


" Dita ,,,,, Dita kamu gimana sih


kalau beli BATAGOR nya di depan


ujung jalan kompleks yaa pasti


nggak bisa mana ada tuh tukang


jual nya alat pembayaran pake kartu "


keluh Cici sebal dengan jawaban


Dita ....


" tuhkan ,,,,, Dita nggak salah


ngomong kan Din"


kata Dita minta pendapat sambil


tersenyum bangga ...


" terserah ,,,,, kalau kamu mau tiap


berangkat kuliah minta aja uang


jajan sama kak Vano "


jawab Dinda tak mau ikutan tapi


memberi solusi


dari pada pusing πŸ˜†


mereka duduk dikantin menatap


banyaknya orang yang juga sedang


makan atau hanya sekedar minum


......


" Ci ,,,, Din ,,,, Dita panggil kak Vano


Daddy sekarang tauuuu "


kata Dita memberi tau ...


" whatttt ? "


jawab mereka terkejut lalu menatap


kearah Dita bersamaan .....


" kok otak gueee travelling yaaa ?"


" hot banget panggilannya "


next......


hadiah dari Cici & Dinda benar benar


meresahkan yang dengan patuhnya


sipolos kenakan 😳😳😳