
" Ditaa "
kata Vano memeluk gadis kecil
yang menatap langit siang yang
cerah dari balkon apartemen ...
"lepasin "
kesal Dita berbalik lalu mendorong
Vano tapi itu tak membuat pondasi
Vano goyah dia tetap saja memeluk
Dita ......
" maafin Ayang "
kata Vano berbicara lebai layaknya
anak remaja pacaran walaupun
sedikit geli..
" nggak mau Ayang jahat ,,, "
kata Dita masih marah ...
tapi mulai melunak lalu Vano
membawa Dita duduk disofa
agar dia bisa jujur pada Dita
" Dita dengerin Daddy yaa ."
kata Vano memegang pipi DitA
agar menatapnya ....
" Daddy minta maaf ,,,, kalau Daddy
mungkin kurang peka dan sering
lupa memperlakukan kamu seperti
pacar Daddy ,,,, Daddy nggak banyak
pacaran jadi nggak tau juga harus apa
apalagi hal2 yang sering dilakukan
orang pacaran " jelas Vano jujur ....
"tapi kan Daddy dulu punya pacar
banyak lagi "kata Dita tak percaya
" iya dulu Daddy punya pacar ,,,
tapi kan udah Daddy jelasin sama
Dita kalau mereka itu hanya
pelampian buat Daddy "
kata Vano mengatakan kejujuran ...
"pelampiasan ,,,,,, jadi Daddy pernah
buat dedek gemoy juga sama
mereka ?" tanya Dita mengintimidasi
Vano bingung harus jujur atau tidak
" jawab Daddy ?"
kata Dita mulai mendesak ...
" iya ,,,,,, tapi cuma sama zaskia "
jujur Vano ....
plakkkk
satu tamparan di wajah Vano
lalu Dita duduk menjauh dari
Vano sambil melindungi perutnya
dengan posesif ....
Vano menyentuh pipinya yang
ditampar Dita .....
" Dita dengerin penjelasan Daddy dulu ,,"
kata Vano kembali mendekati Dita
" gak,,, ,,,,,enggak "
teriak Dita bahkan menendang Vano
saat Vano mencoba mendekatinya
sambil melindungi perutnya posesif...
" Daddy ngelakuin itu karna dia
ngejebak Daddy Dita"
kata Vano mengatakan kebenaran
dan keluarga pun tau itu....
" pergiiii,,,,, Dita benci Daddy ....
Daddy nggak boleh sentuh dedek
gemoy Dita ,,,,,,, Daddy jahat ....
Daddy udah sentuh wanita lain "
" Ditaaa,,,,,,, Daddy ngelakuin itu udah
lama ,,,,, saat usia Daddy masih 20 tahun "
kata Vano memeluk Dita dengan
paksa tanpa mau melepaskan ...
" terus ,,,, dedek gemoy Daddy mana ?"
tanya Dita setelah tenang di pelukan
Vano ....
" nggak ada ,,,,, Daddy nggak punya
dedek gemoy " memang walaupun
saat itu Vano terjebak oleh kondisi
karna Zaskia memasukkan peransang
dengan dosis yang sangat tinggi
keminumannya Vano masih berpikir
jernih kesadarannya sama sekali
tak hilang hanya hasratnya saja
yang menggebu ngebu ...
jadi dia tak menumpahkan sedikitpun benihnya dalam rahim zaskia bahkan
Vano berusaha keras akan hal itu
dan menumpahkan semuanya di luar ...
" dedek gemoy Daddy hanya ,,,"
ucapan Vano terhenti
" jadi dedek gemoy nya Daddy
bunuh " kata Dita ketakutan menatap
Vano takut Vano melakukan hal
yang sama ...
" ya enggak sayang ,,,,, emang
zaskia itu nggak hamil walaupun
kami udah melakukan nya "
kata Vano memberikan jawaban
yang akurat karna Vano dan keluarga
sudah memastikan hal itu ....
" tapi Dita jijik sama Daddy "
kata Dita berlalu pergi meninggalkan
Vano yang masih terdiam mendengar
ucapannya ...
" Dita itukan udah kejadian lama "
kata Vano memegang tangan Dita ...
" tapi tetap aja Daddy pernah melakukannya" kata Dita
" itukan diluar kendali Daddy sayang
lagian kan setidaknya Daddy jujur
kamu taunya langsung dari Daddy
bukan dari orang lain" jelas Vano ...
" iya jugaaa,,,,, pasti rasanya kayak
waktu itu ya Daddy "lirih gadis
polos itu memeluk Vano saat
ingat akan kejadian Vano dulu
" lebih menyiksa lagi sayang "
kata Vano lega setelah Dita
kembali memeluknya ...
" maafin Daddy yaa nggak bisa
menjaganya untuk kamu .....
harusnya kamu juga menjadi
yang pertama " kata Vano
mengelus pipi Dita ...
" nggak papa ,,,,, tapi Daddy harus
janji jangan kayak gitu lagi ..."
" iya Daddy janji ,,,,,, sekarang kamu
sarapan habis ini kita jalan keluar"
drettt
drettt
ponsel Vano berdering ....
mata Dita membulat saat tau
siapa yang menelfon Vano