
" jika begitu keputusannya sekarang
yang harus kita pikirkan adalah bagaimana
caranya Dita bisa dengan cepat jatuh
cinta pada Vano " kata Papa...
" mereka itu harus tinggal berdua
semakin sering mereka bersama
maka mereka akan saling membutuhkan
satu sama lain maka disitulah cinta
akan mengalir dengan sendirinya "
kata Fira memberikan pendapat
yang masuk akal ...
" emang kamu bisa Fira jauh dari anak kamu"
goda Ditya ...
" mmmm,,,, ya enggak "
kata Fira mana bisa dia jauh
dari anak anaknya ....
apalagi Dita yang begitu lengket
pada Fira ..
" terus kenapa kamu kasih saran begitu "
kesal Tasya dia juga tak bisa jauh
dari Dita dan Vano ...
" tapi kalau menurut Papa itu
keputusan yang tepat deh "
pendapat Sony ...
" tapikan mereka jauh dari kita jadinya "
jawab Mikell ...
" emang kalau Vano dan Dita tinggal
nya pisah ,,,kalian nggak akan pernah
mengunjungi kami " ledek Vano
di tegah keseriusan orang orang ...
" kami serius Vano "
kata Tasya ..
" iya serius ,,, lagian kalau Dita tinggal
berdua sama Vano ya pasti kesepian
makanya nanti kita harus ngumpul
bareng ,,,, lagian kan kita tinggal pisahnya
cuma sekitar dua bulan kalau prosesnya
cepat kita bakalan cepat kembali ....
makanya doain " kata Vano ..
" oke keputusan nya final ya "
tegas Ditya ....
" sekarang baju pengantin buat Dita
gimana kalau nggak ada bisa ngamuk
dianya" kata Vino mengingat kan
Adiknya itu kalau sudah punya ke
inginan dan kalau tidak di penuhi
bisa makin rumit urusan nantinya ...
" itu biar Mama dan Mommy kalian
yang urus besok dijamin jadi "
kata Sony santai ....
" dijamin jadii,,,,,"
teriak Fira dan Tasya
" duit mana "
kata Fira lagi
" utang dulu aja Mah "
jawab Mikell ...
" kamu pikir gorengan bisa ngutang"
kata Tasya ....
sebenarnya kalau uang mah
mereka banyak hanya saja
mereka ingin memancing reaksi
Vano karna dia sedari tadi terus
saja melamun .....
" kak ,,,, Mama minta uang tuh "
kata Vino menyikut Vano ..
" hahhh,,,, buat apa "
kata Vano saat tersadar ..
" buat baju pengantin lah "
jawab Fira datar ...
" tenang aja Maa Vano udah siapin
semuanya kok " jawab Vano
membuat semua orang melotot ...
" kapan kamu siapin Vano "
tanya Ditya
" Vano udah menghubungi pemilik
butik tadi Dad dan nanti Vano sama
Dita tinggal nyoba aja ke sana "
jawab Vano....
" yaudah kalau gitu kamu
temui lah si Dita dulu tuh anak
nggak terkabul malah makin rumit
kita " kata Tasya ....
Dita kalau sudah ngambek nggak
mau keluar dari kamarnya sampai
makan pun tidak .....
*******
" Ditaa"
Vano mengetuk pintu kamar Dita
dari luar namun sama sekali tak
ada sahutan.....
ceklek ...
Vano meneguk salivanya menatap
Dita dalam balutan kimono mandi
yang pendek dan pas body itu ...
terlihat sangat menggoda dan
menggairahkan ........
" Dita baru aja mau buka pintu "
kata Dita menatap Vano yang
masih berdiri diam di ambang
pintu kamar itu ....
Vano masuk lalu menutup pintu
brukkk ....
baru beberapa langkah Vano
berjalan tubuh montok Dita sudah
menghantamnya dengan manja ...
Vano menahan nafasnya saat
dadanya bertabrakan dengan
dada sekal Dita ......
otak Vano jadi tak bisa diajak
kompromi dan sekarang yang
terbayang oleh otak Vano adalah
tubuh Dita dibalik kimono ini
pasti tak tertutup apapun .....
" shitttt"
Vano mengumpat dalam hatinya
mewanti wanti dirinya yang sebentar
lagi berpotensi khilaf .....
" Dita sayang lepasin pelukannya "
mohon Vano dengan suara seraknya ....
" kenapa Dita nggak boleh peluk
kakak lagi " ucapan sendu Dita menatap
Vano sayu .....
" ehhh,,,, bukan gitu sayang "
Vano membalas pelukan Dita
saat dia mulai bisa mengendalikan
hasratnya ....
" kenapa bajunya nggak di ganti sayang ..
kenapa cuma pakai kimono haaa "
kata Vano menunduk menatap
Dita yang masih bersandar manja
di pelukannya...
Dita tak menjawab tapi malah balik
bertanya ....
" kakak ,,,,, Dita mau pakai baju Pengantin
pokoknya " tegas Dita cemberut
semakin mengeratkan pelukannya ....
" iya ,,,, nanti kita ke butik ya coba
baju Pengantin kamu "
kata Vano lembut
" beneran kak ,,,, "
Dita berbinar senang bahkan
mengecup pipi Vano .....
hasrat Vano yang tadinya sudah
turun sekarang naik lagi bahkan
meluap luap apalagi saat Dita
berjinjit Vano melihat dengan
langsung belahan dada sekal
Dita yang begitu berisi itu apalagi
belahan kimono Dita semakin
memperlihatkan nya ....
Vano tidak munafik dia juga seorang
pria normal hasratnya juga akan
naik saat merasakan hal hal begini ....
Vano memegang wajah Dita
lalu segera mendekatkan wajahnya
ke wajah Dita ...
...Vano ngapain yaaππππππ...
...cieee fikiran nya traveling ...
...vote .... ...