
" mulai jahat kamu yaa " kata Vano gemas mengecup pipi gadis manis itu
" aaaaaa ,,,,, Rambut Daddy basah " keluh Dita saat tetesan air dari rambut Vano mengenai wajahnya ....
" kan habis mandi " jawab Vano singkat terus saja menikmati ekspresi wajah Dita yang manis itu ...
namun tatapan terpesona Dita membuat Vano ingin tertawa jadinya sampai suatu hal tak terduga terjadi ..
Dita berjinjit lalu melingkarkan tangannya di leher Vano dan mengecup bibir Vano dengan penuh kehangatan sampai Vano seperti terhipnotis karnanya ....
setelah melakukan itu gadis kecil itu menunduk malu lalu memeluk Vano lagi menyembunyikan wajah merahnya di Dada kekar Vano .....
" gadis nakal " gemas Vano memegang pipi Dita lalu mencium gadis kecil itu tanpa ampun ....
" udah mulai berani ya sekarang " ucap Vano sambil membersihkan sudut bibir istri kecilnya itu ....
Dita yang pendek itu mendongak menatap Vano lalu tertawa ....
" mauuu Dita gigit lagi " kekeh Dita ...
" sakit tauuu " keluh Vano memperlihatkan bekas gigitan Dita di bibir bawahnya .....
" sakit ya Daddy kalau makan yang pedas " tanya Dita
" iya " jawab Vano jujur tapi sebenarnya tak terlalu sakit ....
" rasakan ,,,, besok besok kayak kemarin lagi pipi Daddy yang Dita gigit " sebal Dita cemberut saat ingat Vano di peluk wanita lain ....
" cemburuan banget sayang " tawa Vano
" terserahhhh,,,,,, pokoknya Daddy punya Dita " sebal Dita lalu mendorong Vano keranjang lagi sampai tidur telentang
" ingattt,,,,, punya Dita " teriak gadis nakal itu tepat di telinga Vano setelah menindih Vano .....
" kok Dita jadi berani banget sih sekarang " batin Vano heran menatap mata istri kecilnya yang menempel seperti cicak di atas tubuhnya.....
" Daddy jahatttt " sebal Dita meronta ronta di atas tubuh Vano yang memaksa Vano harus tidur miring agar serba aman ππ
" hey,,,,, Daddy jahat kenapa " gemas Vano menempelkan pipi nya pada pipi kenyal si Dita ....
" Dita dari tadi nunggu Daddy tapi taunya Daddy udah pulang dari tadi juga ,,,,,, kenapa nggak panggil Dita haaaa" kata Dita memukul kepala Vano dengan tangannya karna kesal ...
sekarang Vano yang menindih Dita memegang tangan Dita di atas kepala Dita sampai gadis kecil itu sulit bergerak ...
Vano begitu menikmati ekspresi Dita yang campur aduk itu ....
" eeeeehhhh ,,, hahahaa " Vano tertawa renyah saat Dita yang nakal itu membuka mulutnya hendak menggigit hidung Vano saat Vano mendekatkan wajahnya ....
" lepasinn " teriak Dita karna Vano benar benar mengunci tubuhnya saat ini ....
" mmmmmm,,,,, lepasin Ditaaa ,,,,, Dita kangen mauu peluk Daddy .. udah dari tadi Dita nungguin Daddy pulang " pinta gadis polos itu namun Vano sedikit ragu mendengar perkataan Dita tapi akhirnya Vano melepaskan tangan Dita .......
dan benar saja Dita langsung mengalungkan tangannya dileher Vano memeluk erat Vano penuh kerinduan .........
" kamu beneran kangen sama Daddy ?" ucap Vano membenarkan posisi mereka lalu membalas pelukan Dita ..
Dita mengangguk lalu mengecup pipi Vano sekali saja dan bersembunyi lagi seperti tadi karna maluu ....
" Daddy mana makanan kesukaan Dita " tagih Dita pada suaminya ....
sejenak Vano terdiam lalu membuka laci nakas dan mengambil sekotak wafer coklat yang terlihat sangat enak dari gambar di bungkusnya .....
lalu separuh ragu Vano pun memberikannya pada Dita karna tadi Vano hanya membeli bunga dan lupa membeli makanan untuk Dita karna buru buru pulang dan hanya wafer itu yang ada di laci nakas rupanya karna Vano biasanya selalu menyimpan beberapa makanan ringan di laci nakas kamarnya ......
" aaaaa ,,,,, enakkk " kata Dita melahap wafer itu sampai mulutnya penuh .....
Vano menatap gadis kecil yang sudah duduk bersandar ke kepala ranjang itu dengan senyum .......
Dita memang berbeda dari wanita pada umumnya dia sama sekali tak pandang harga apapun itu yang Vano berikan Vano fikir Dita akan marah karna cuma di kasih wafer doang ....
" kok Daddy belinya cuma sekotak " tanya Dita ......
" Daddy fikir kamu nggak suka " jawab Vano merapikan rambut Dita ....
" Dita kan suka semua makanan asal orang makan pasti Dita makan " kekeh gadis kecil itu ....
" kamu suka Daddy nggak " tanya Vano
" suka,,,,,, tapi sayangnya nggak bisa dimakan " jawab gadis polos yang sibuk makan itu ...
" bisa kata siapa enggak " jawab Vano melepas ikatan kimononya....
" hahhh ,,,, gima bisa ?" heran Dita yang sama sekali tak peka itu dan saat Vano menindihnya ...
" Daddy mau dedek gemoy " pinta si Dita yang sibuk memainkan belahan kimono Vano ......
" istri polos guee,,,,,, ampun dehhh " kata Vano yang otaknya sudah travelling ....
Vano menatap mata polos yang juga menatapnya itu benar benar membuat iman nya goyah .......
istri polosnya ini terlalu menggoda untuk di lewatkan apalagi kepolosannya menambah nilai pluss saja .....
" udah nggak sabar ya mau punya dedek gemoy " tanya Vano mengelus ngelus leher Dita ....
" iya ,,,,, Daddy udah nggak suabar nanti Dita ajak main ,, ajak berantem ,,, ajak jalan ,,,, ajak semua dehhh " ucap gadis polos itu yang sama sekali tak sadar keinganan mendesak suaminya saat ini
" Daddy buatin dedek gemoy nya sekarang " ucap Vano serak lalu memulainya .......