Brother My Husband

Brother My Husband
jangan sampai perjuanmu sia sia



...2 jam kemudian operasi selesai ...........


setelah melewati rangkaian proses dan prosedur Vano sudah di pindahkan keruang rawat khusus dan tak lama kemudian Vano pun sadar dalam kondisi yang begitu lemah ......


tin


tin


tin


alat pendeteksi detak jantung (EKG) terus berbunyi .....


" Daddy " tangis Dita memeluk Vano .......


setelah sekian lama Vano tersenyum menatap Dita mengelus pipi Dita dengan tangannya yang semakin melemah saja...


" maafkan Daddy yang nggak bisa jagain kamu dengan baik " ucap Vano lirih menatap kening Dita yang di perban ....


" nggak ,,,, nggak Daddy udah jagain Dita dengan sangat baik ,,,, Daddy nggak perlu minta maaf ,,,,sekarang yang terpenting Daddy harus sembuh " ucap Dita berlinang air mata memegang tangan Vano bergetar


" tapi Daddy gagal karna kamu tetap terluka karna kelalaian Daddy " lirih Vano lalu air matanya juga menetes


" Daddy jangan nangis " kata Dita menghapus air mata Vano .....


Vano menatap setiap anggota keluarganya satu persatu lalu tersenyum tulus bahkan dia tak pernah tersenyum setulus itu ...


" Vano titip Dita yaa,,,, dan jaga diri kalian baik baik " ucapnya lirihhhh .....


lalu alat EKG berbunyi dengan nyaring diruangan itu mengundang kepanikan semua orang ......


" Daddy " teriak Dita


" Vanoo"


Dokter dan suster segera bertindak ...


" pasien beberapa organ tubuh pasien komplikasi " ucap Dokter yang mengguncang jiwa keluarga yang mendengarnya ......


Suster meminta mereka semua keluar lalu mereka segera bertindak cepat sampai akhir dokter itu keluar lagi dari ruangan Vano .......


" bagaimana Dokter" tanya Vino dengan ucapan yang tak begitu jelas lagi


" pasien selamat " ucap dokter itu membawa sedikit ketengan diri semua anggota keluarga


" tapi ,,,,"


" kenapa dokterr "


" pasien koma ,,,, dan kami tidak bisa memprediksi berapa lama pasien akan sadar karna beberapa alasan ,,,,,, kita hanya bisa berdoa agar pasien di beri kekuatan untuk melawan racun yang berada dalam tubuhnya dan dia bisa segera sadar "


kata dokter itu .......


" apakah tidak ada cara lain ,,,, selain menunggunya sadar " tanya Daddy


" tidak ada tuan ,,,, kami sudah berusaha semampu kami untuk mengeluarkan semua racun yang sudah menyebar dan sekarang yang tinggal hanyalah sedikit racun yang sempat masuk ke sel saraf bagian dalam kepalanya yang hanya bisa keluar saat pasien sadar dan melakukan kegiatan tapi walaupun sedikit yang tertinggal racun itu sangat berbahaya " jelas dokter lalu pamit pergi ....


...4 hari kemudiannn ...........


Vano masih saja setia menutup matanya seperti sudah tak ada nyawa lagi ditubuhnya bahkan dari pemeriksaan dokter sama sekali tak ada perkembangan ....


sedangkan Dita selama empat hari itu dia selalu menemani Vano tanpa meninggalkan Vano bahkan tak hanya Vano yang sakit .....


tubuh Dita sudah mulai menyusut lantaran gadis kecil itu yang tak mau makan dan minum bahkan tidak tidur dia hanya duduk di samping Vano menatap setiap detik wajah Vano berharap suaminya akan sadar ..........


" kapan Daddy akan sadarr ,,, apakah Daddy nggak ingin liat Dita lagii " tangis Dita kembali terisak memegang tangan Vano


" Daddy harus bangun ,,,, Dita kangen bicara sama Daddy " tangisnya


" Dita ,,,, Vano pasti akan bangun demi kamu" kata Papa yang sudah tergetar mengelus kepala anaknya itu


" lalu kenapa Daddy nggak bangun bangun apa Daddy udah nggak sayang Dita " tangis gadis kecil itu


" Vano sayang sama Dita ,,,,, buktinya dia mengorbankan dirinya hanya untuk Dita "


ucap Mama menangis ....


" kenapa Daddy harus mengorbankan diri Daddy ,,,, kenapa nggak biarin aja Dita yang kena ,,,,,, pasti Daddy nggak akan begini "


tangis gadis polos itu sesak melihat kondisi Vano saat ini.....


Dita mulai goyah lalu pingsan mungkin tubuhnya sudah tak sanggup lagi bertahan lantaran Dita yang jarang sekali makan dan minum beberapa hari ini belum lagi beban pikirannya ......


akhirnya Dita juga dirawat diruangan yang sama dengan Vano bahkan tangan kecilnya juga harus diinfus karna kondisinya yang begitu lemahhh .....


" Kak bangunlah ,,, apa kau tidak kasian melihat Dita ,,,,,, liat kak dia juga dirawat disebelahmu " kata Mikell memegang sebelah tangan Vano


" bangun Kak ,,,, jangan sampai perjuanganmu untuk menyelamatkannya justru malah sia sia ,,,,, bangunlah "


lirih Vino yang juga memeng sebelah tangan Vano .....


like dan vote