Brother My Husband

Brother My Husband
perjuangan



bianglala nya mulai berputar menyusuri gemerlap malam dalam indahnya kerlap kerlip lampu di malam hari menata keindahan pemandangan malam yang begitu indah .....


bianglalanya naik turun seperti darah Vano ๐Ÿ˜‚


" aaaaa,,,,Ditaaaa"


teriak Vano berpindah duduk disebelah Dita dan memeluk Dita erat saat bianglala nya berhenti dan itu tepat sekali mereka ada dibagian paling puncak ....


" Daddy nanti oleng "


kata gadis polos itu yang masih belum peka bahwa suaminya itu sedang ngeri bercampur takut , sedangkan gadis kecil itu malah terlihat menikmati indahnya pemandangan dari atas bianglala yang begitu tinggi itu


" biarinnn "


kata Vano memejamkan mata semakin mengeratkan pelukannya ...


"Daddy takut "


khawatir Dita saat menatap Vano


" iya ,,,,, Daddy takut sama ketinggian "


jujur Vano ,,,, entahlah yang jelas Vano ngeri dia butuh tempat bersandar saat ini ...


tapi setelah Vano jujur pasti Dita akan terus meledek dan menertawakannya setelah ini begitulah fikiran Vano .....


" yaampun Daddy kok nggak bilang sih " khawatir Dita memberikan Vano pelukan hangat dan kasih sayang bahkan gadis kecil itu mengecup kening Vano lalu menyembunyikan wajah Vano dalam hangat pelukannya plus kekenyalan sikembarnya yang sekal itu ...


" kalau gitu nggak usah naik aja tadi "


sesal Dita mengelus lembut kepala Vano agar Vano tak semakin takut dan ngeri ...


bukan ngeri atau takut lagi yang Vano rasakan tapi kagum ,,, rupanya istri kecilnya memiliki sisi lain yang begitu mengagumkan ternyata dia adalah sosok yang sangat hangat dan penyayang bukan hanya polos seperti covernya ...


lalu bianglala itu kembali berputar tapi saat mereka melewati penjaga permainan Dita memberi kode untuk turun saja pada penjaga dengan bahasa tubuh nya yang khas dan mudah di pahami karna suara musik begitu mendominasi


setelah turun mereka duduk di kursi


lingkar dan Dita memesan minuman


" Daddy masih takut "


tanya Dita mengelus lengan Vano


" takut sih enggak tapi ngeri "


kata Vano meminum minumannya ..


" maafin Dita yaa Daddy ,,,,,kita nggak usah naik wahana lagi kalau gitu " kata Dita pelan lalu merangkul kepala Vano kepelukannya dengan penuh kasih sayang bahkan mengelusnya dengan lembut ....


" cieeeeee "


teriak beberapa pengunjung yang tak jauh dari mereka duduk .......


Vano tersenyum hangat dalam pelukan hangat Dita menyembunyikan wajah nya di dada sekal Dita ,,,,, ternyata istri kecilnya sangat romantis๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


" yaudah kita pulang aja "


ajak Dita.....


Vano menatap hangat mata cantik yang juga menatapnya itu .....


" katanya mau naik kuda putar ayokk "


" haaaa ,,,,, iya Daddy hampir aja lupa "


kata gadis kecil itu langsung berlari sambil


menarik tangan Vano kesenangan ...


" loh kok berhenti kan permainannya di sana?" tunjuk Vano saat Dita tiba tiba berhenti ditengah keramaian orang .....


" Dita mau boneka Daddy "


pinta Dita dengan wajah imutnya menatap penuh damba deretan boneka berukuran keci di balik cermin ding dong yang tak jauh dari mereka ....


" yaudah kita beli "


kata Vano berfikir bahwa Dita hanya ingin boneka .....


" pilihlah " kata Vano saat mereka sampai di depan orang jualan boneka ...


" hmmm,,,,, Dita mau yang itu " tunjuk Dita pada boneka yang berada di sebelah mereka .....


Vano terkejut ternyata si Dita ingin boneka yang berada dalam etalase permainan ding dong yang artinya Vano harus berusaha keras untuk mendapatkannya .....


" yaudah Daddy coba ya "


kata Vano memberi beberapa koin ...


tapi lagi dan lagi Vano mencoba tetap gagal sangat susah untuk mendapatkannya dan ya satu lagi Vano bukanlah orang penyabar ๐Ÿ˜‚


" kita beli aja ya mesin permainannya biar kamu bisa dapat bonekanya " kesal Vano sudah dari tadi mencoba tapi tak dapat satu pun .....


" hmmmm,,,,, Dita mau boneka yang Daddy main bukan beli mesinnya " kata gadis kecil itu cemberut ....


" yaa tapi nggak dapat dapat ,,,, capek Daddy kalau nggak kamu yang main deh " kata Vano lelah membuat beberapa orang yang mendengarnya tertawa ....


" nggak mauuu ,,,,, Dita mau liat perjuangan Daddy " kata gadis kecil itu memangku tangannya .....


" sekali lagi yaa ,,,,,, awas aja nggak dapat gue pecahin nih sampai hancur "


kata Vano mencoba sabar demi gadis kecil yang sudah merajuk itu ....


" haaaaaa ,,,,, dapattt "


senang Dita kegirangan memeluk Vano erat sampai meronta .....


" nih ,,,, " kata Vano menyerahkan boneka yang baru di dapatnya setelah sekian lama berjuang ....


Dita memeluk kesenangan boneka itu


" lagian kenapa kamu pengen banget sih boneka dari situ padahalkan banyak orang lain juga jual lebih bagus lagi " tanya Vano heran ..


" beda tau Daddy ,,,,, kalau kita beli tinggal bayar doang lah kalau ini Daddy kan berjuang untuk mendapatkannya "


kata gadis kecil itu tersenyum menatap Vano .....


" Daddy tau nggak sesuatu yang di perjuangkan dengan susah payah itu sangat berarti " pendapat Dita ....


" seperti kamu "


kata Vano mengecup kening Dita