
selamat datang di Zona baper
yang lama terabaikan🐱
Dita membuka pintu dengan
ruangan rawat Vano dengan
kencang mengejutkan semua
orang ......
" kak Vanoo"
tangis Dita berlari lalu memeluk Vano
yang terbaring lemah di ranjang rumah
sakit .....
" hikss,,,, tadi kakak pergi ke kantor ,,,
nggak kenapa2 terus kenapa sekarang
masuk rumah sakit" tangis Dita begitu
sedih dan khawatir itu dapat terlihat dari
sikapnya ......
" kakak nggak papa sayang "
kata Vano dengan suara lemahnya
sambil mengelus pelan kepala Dita
yang masih menangis di dadanya ....
" hiksss..... kenapa selalu nggak ada
yang kabarin Dita kalau kak Vano masuk
rumah sakit ,,,, Dita selalu aja ketemu kak
Vano jika kondisinya sudah seperti ini ....
Dita juga ingin temenin kak Vano ..hikss.
Dita juga ingin mendampingi dia "
tangis Dita berdiri menatap semua orang
ada rasa kecewa dan sakit yang terselip
dari nada bicaranya ........
ucapan Dita membuat semua orang
terdiam ,,,, juga ada rasa bersalah dalam
diri mereka , wajarlah Dita berucap begitu
karna memang mereka salah ..
di tengah keheningan dan isakan
Dita Vano menjawab .....
" ini semua permintaan kakak , jangan
salahkan keluarga " kata Vano
menatap Dita....
" jadi kakak yang minta "
kata Dita tersenyum kecut dan
menghapus air matanya kasar ...
semua keluarga tau kalau gadis kecil
itu sedang marah dan kecewa ....
lagian itu hal yang wajar saja karna
dengan tidak memberitau Dita cepat
akan kondisi keluarga tentu saja hal
itu membuat Dita merasa tak dianggap
dalam keluarga .....
" kamu mau kemana sayang ?"
tanya Vano memegang tangan
Dita dengan pegangan yang tak
terlalu kuat bahkan lemah karna
Vano benar2 tak bertenaga saat ini ....
untuk bisa memegang tangan Dita
saja dia paksakan .....
" Dita mau pergi ,,,,, lagian kalian kan
juga nggak anggap Dita ....
buktinya kalian nggak mau
membagi duka kalian pada
Dita .... apakah kalian lupa ...hiks .
kalau Dita juga bagian dari keluarga ini "
kata Dita sendu yang sudah sesak
menahan air mata .....
bukannya Dita ingin memperpanjang
sudah kesekian kalinya terjadi .....
Dita tak pernah di beri tau perihal
penyakit ataupun saat anggota keluarga
sedang dalam masalah termasuk sakit ...
Dita hanya akan diberi tau saat
kondisi keluarganya sudah stabil
perlakuan seperti itulah yang membuat
gadis polos itu secara naluriah merasa
tak dianggap karna dia tak bisa
mengerti apa tujuan keluarganya
melakulan itu ...
" Dita kamu bilang apa sih nak "
kata Fira memeluk anak sekaligus
menantunya itu ,,, ada rasa bersalah
dalam dirinya mungkin jika dia yang berada
di posisi Dita pasti dia juga akan berfikiran
sama .....
" tapi kenyataannya emang gitu Maah "
tangis Dita di pelukan Mamahnya .....
" Kami minta maaf nak ....
kami melakukan itu hanya karna kami
tak ingin kamu bersedih ,,,, hanya itu
saja tak ada niatan lain "
jelas Sony mengelus kepala Dita
menantu sekaligus putri kecil
yang sangat di sayanginya ...
" Papa boong "
kata Dita tak percaya ..
" kami nggak boong "
kata mereka menjawab bersamaan ..
Vano hanya menatap Dita sendu
ingin rasanya Vano memeluk Dita
dan menjelaskan semuanya tapi
apalah daya sekarang kondisinya
sangat lemah dan tak bertenaga
" sayang liatlah Vano"
kata Mommy ...
Dita menatap Vano yang juga tengah
menatapnya dalam diam sepertinya
ada sesuatu yang ingin Vano sampaikan ....
Dita kembali mendekati Vano menunduk
lalu memegang kedua tangan Vano ....
" kakak mau bilang apa "
tanya Dita menatap Vano hangat
tapi tak bisa Dita pungkiri bahwa rasa
khawatir dan sedih terlalu menguasai
dirinya saat ini sehingga air matanya terus
jatuh tanpa bisa ditahan ..
" maafkan kakak ,,,, jangan menangis "
ucapan Vano sendu mengangkat
sebelah tangannya lalu menghapus
air mata Dita setelahnya Vano mengelus
pipi Dita sambil tersenyum .....
Vano seolah mengatakan bahwa
dia baik baik saja namun sedetik
kemudian tangan Vano yang terangkat
membelai pipi Dita terjatuh begitu saja ...
" kak Vano "
tangis Dita,,,,,,, pipi yang baru saja Vano
bersihkan kembali basah dengan
tumpahan air mata ..