Brother My Husband

Brother My Husband
kelereng kecil



Dita berlari kepelukan hangat


Vano memeluk erat pria penyayang


itu dengan erat ....


" beneran kak?"


tanya gadis polos itu mendongak


dalam pelukan hangat Vano


" iya tapi kita harus adakan resepsi


pernikahan kita dulu " kata Vano


mengelus kepala Dita dengan


sayang membuat semua keluarga


tersenyum hangat .......


Vano memang sama seperti Papa


nya sangat tulus dan begitu penyayang ...


" resepsi ...."


mata gadis kecil itu langsung


berbinar membayangkan sebuah


pesta mewah dan pasti Dita akan


terlihat sangat cantik jika memakai


gaun pesta seperti putri di negri


dongeng ....


" iya nanti Mama cariin gaun


pengantin yang paling bagus


buat Dita " kata Mama mengelus


kepala Dita ...


" beneran Mahh"


kata Dita menatap Mama nya


tanpa berkedip ...


" iya sayang,"


" jangan lupa yaa mahh ,,,, Jas buat


kak Vano yang bagus biar dia bisa


kayak pengeran tampan "


pinta anak polos itu ....


" emang sekarang kak Vano nggak


tampan Dita ?" tanya Vino usil


menatap kakaknya itu secara keseluruhan


Vano meneguk salivanya dia


juga jadi penasaran seperti


penilaian Dita terhadap dirinya ,


penampilannya , bahkan perasaan


Dita ...


Dita menatap Vano yang duduk


disampingnya itu dengan detail ...


" tampan kok kak ,,,, tapi belum


kayak pengeran " jawab gadis


kecil itu dengan jujur nya


sedangkan tangannya masih


sibuk memainkan tangan Mama


yang juga duduk disampingnya ...


" ya iyalah nggak kayak pangeran ,,,


mana ada pangeran pake celana


pendek kayak gini πŸ˜†πŸ˜‚"


kata Mikell tertawa keras sambil


menunjuk celana selutut yang


Vano kenakan ...


" apa lagi bajunya πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†"


kekeh Vino yang juga menunjuk


baju kaos tipis yang Vano kenakan


bahkan tanpa dalaman .....


sekarang semua orang menatap.


penampilan Vano sepertinya tadi


dia benar2 buru buru sampai tak


membenahi dirinya dulu jelas


sekali pakaian rumahan yang


dikenakannya ...


prakkk


Vano menggeprak meja membuat


2 anak manusia yang tertawa


keras itu terdiam seketika bahkan


takut .....


takut dihajar karna soal kemarin πŸ˜‚


" kalian tinggal disini lagi aja ya


Mommy kesepian " keluh Tasya


" iya Mom Dita juga kesepian


tinggal di apartemen "


jawab Dita langsung setuju ...


" gimana kak "


tanya Dita lagi setelah ingat kata


Daddy dulu bahwa Dita tak boleh


mengambil keputusan sendiri


kalau sudah menikah harus


berdasarkan izin suami ....


" iya deh ,,,,, tapi untuk malam ini


kita pulang dulu ke apartemen


ada banyak hal yang harus kakak


omongin sama Dita ..."


kata Vano


skippp .....


Vano dan Dita pulang ke apartemen


dengan di antar sopir karna Dita manja


nya kumat πŸ˜‚


di kursi belakang mobil Vano duduk


bersandar mengelus kepala Dita


yang duduk di pangkuannya itu


gadis kecil itu bersandar nyaman


didada Vano lalu meluruskan kedua


kakinya di atas kursi mobil ....


" Dita jangan dielus "


tegas Vano memegang tangan


gadis nakal itu di dadanya dia


tak hanya bersandar dan membenamkan


wajahnya tapi tangan nakalnya juga


main main dengan jahilnya ....


" emang kakak gelii "


tanya Dita tak lagi bersandar tapi


menatap Vano ...


" enggak ,,,,, kakak kaan nggak


penggeli kayak kamu "


kata Vano sambil mengejek Dita


" isshhh,,,,yaudah kalau gitu"


kata Dita kembali seperti tadi


jari jarinya kembali membuat


bidang Vano sesuka hatinya


asal senang ....


" Dita "


kata Vano dengan suara seraknya .


" apa " jawab gadis polos


yang sama sekali tak peka itu ...


" hufffff ,,,, pengawal cepatlah sedikit "


suara lelah Vano ......


pengawal itu menahan tawanya


sebagai laki laki tentu dia tau


seberapa tersiksanya Vano saat


ini namun ....


brukkkk


karna kelewat kencang pengawal


itu jadi tak melihat jalan yang sedikit


becek di tengah jalanan .....


" ahhhkkk ,,,,"


Vano mengerang frustasi karna


sekarang adik kecil yang bermasalah


lantaran Dita duduk di pangkuannya


malah bergesekan


" heyy,,,, kau menyetir yang benar "


teriak Vano kesal ....


" ihhh,,,,, kakak Vano kok pemarah


banget sih ,,,,, kan om nya nggak


sengaja " kata Dita membela pengawal


itu karna kan memang kenyataan


" ohhh,,,,,jadi kamu lebih belain dia"


kata Vano sok merajuk ...


" mmmm ,,,, bukan gitu kak "


manja Dita memeluk Vano ..


" kakak kok nggak pake jaket sih


kan dingin" kata Dita memeluk Vano


semakin erat ....


" kakak nggak sempat pake di apartemen " jawab Vano


membalas pelukan hangat itu...


" kan tadi dirumah utama ada "


jawab Dita iba melihat Vano


pasti dingin malam begitu tak


memakai jaket apalagi baju dan


celana kak Vano pendek...


" kakak lupa "


jawab Vano asal karna kalau di


bilang nggak dingin pasti Dita


tak akan memeluknya lagi ...


jujur saja walaupun Dita sangat


manja tapi entah mengapa Vano


sangat suka bahkan tak pernah


risih ,,, apalagi pelukan Dita bikin


candu tubuh montoknya benar


benar memberikan kehangatan


ekstra super nyaman ...


hanya saja kadang tingkah polos


dan nyelenehnya aja yang bikin


Vano tersiksa ..πŸ˜‚


" ehhh,,,,,ini apa kak?"


tanya gadis kecil itu penasaran


saat dia menatap dada Vano


tempatnya bersandar ada seperti


kelereng berukuran kecil yang menonjol


daribalik baju kaos tipis yang Vano


kenakan apalagi tanpa dalaman


membuatnya semakin jelas terlihat


Dita menusuk nusuk kelereng


menggemaskan itu dengan tangannya


di baju kaos yang Vano kenakan


tapi belum menyingkap baju Vano


" ada dua lagi "


kata Dita menatap nya lalu akan


menyingkap baju Vano karna


penasaran ...


" Dita jangan "


kata Vano memegang baju nya


lalu memeluk gadis kecil itu erat


sampai tak bisa bergerak..


" Dita mau liat "


rengek gadis kecil itu penasaran


dan mencoba mengingat benda


apakah itu ? apa Dita pernah melihatnya


" nggak boleh "


tegas Vano nggak mau memperlihatkan


Vano terus saja menolak sampai


Dita kesal ,,, lagian nggak mungkin


juga gadis kecil itu nggak tau


atau dia lupa ...


" awas aja nanti kak Vano tidur


di liatin " teriak gadis kecil itu


kesal memangku tangannya ...


tapi tetap saja dia penasaran


Vano menahan tawanya menatap


wajah istri polosnya ini dia benaran


nggak tau atau cuma nggak ingat


doang ...


sesampai Di apartemen Vano


langsung menggendong Dita


di pelukannya sebelum gadis


kecil itu melakukan yang aneh


aneh di tengeh keramain orang


dilantai dasar .....


" kak Vano liat ,,,, Dita penasaran "


pintanya lagi saat mereka di lift


berdua saja ..


" iya nanti dikamar "


kata Vano dengan senyum penuh


dambanya ...


bersenang senang dia dengan


istri polosnya !!!


...apa yaaaπŸ˜‰...


vote dulu biar rajin up