
jika mungkin kita berfikir Vano
bahagia mendengar ucapan Dita
nyatanya tidak hatinya semakin
hancur di buatnya .....
menikah dan hidup bersama Dita
memanglah impian Vano hanya saja
bukan dengan cara seperti ini apalagi
Dita yang terpaksa dia mau menikah
bukan karna rasa cinta tapi
atas permintaan keluarga dan rasa takut
Dita tentang posisinya yang akan
digantikan di hati Mama ......
dan yang paling menyakitkan
adalah Dita mau menikah dengan
Vano lantaran rasa kasihan ......
agar Vano tidak menjadi pemabuk
dan sakit ...
Vano memegang kepala Dita
dengan kedua tangannya membuat
gadis kecil itu menatapnya dengan
begitu dekat dan lekat apalagi Vano
yang menunduk menatap Dita ...,
Vano mengelus lembut pipi kenyal
Dita ,membershkan sisa air mata
yang masih menempel di pipi Dita ...
" Dita sayang ,,,,,,,,, kalau memang Dita
nggak mau atau nggak bisa nikah sama
kakak nggak usah memaksakan diri ...
lagian semua yang Dita takutkan itu
nggak akan pernah terjadi kok "
kata Vano dengan lembut .....
" maksud kakak apa ?"
tanya Dita tak sepenuhnya paham ...
" Dita takutkan kalau posisi Dita di hati
Mama tergantikan setelah Mama punya
menantu " kata Vano yang dengan ragu ragu
Dita mengangguk ....
" di hati kakak juga "
kata Dita dengan polosnya sambil
menunduk.....
" nanti kalau kakak udah punya istri
kakak nggak sayang ,,,,hiks,,,sama Dita
lagi " gadis polos itu benar benar jujur ....
" Dita sayang sama kakak ,,, Dita nggak
mau kehilangan kakak " Spontan saja
Dita memeluk Vano erat .....
" Dita memang menyayangi kakak
tapikan Dita nggak mencintai kakak ....
Dita kan dari dulu selalu bilang
sama kakak kalau Dita ingin
menikah dengan pengeran yang
Dita cintai " kata Vano mengingat
impian Dita yang selalu dia bilang pada
Vano yang selalu terdengar menyakitkan
untuk Vano .....
" Dita pasti punya impian sendiri ......
punya pilihan hidup sendiri dan
juga sedang mencintai seseorang
makanya Dita nggak boleh merusak
harapan dan impian Dita hanya karna
rasa takut digantikan ......"
kata Vano dengan tulus ....
Vano bisa mengorbankan semua
kebahagiaan nya demi Dita lagian
percuma Dita bersamanya jika hati
Dita bersama orang lain ....
" tapi Dita tak mencintai siapapun kak "
jawab Dita memeluk Vano membenamkan
wajah nya di dada bidang Vano .....
menghirup aroma tubuh Vano yang
sedari dulu tak pernah berubah ....
Vano memegang dagu gadis kecil
yang sedang bersembunyi manja
di dadanya itu menatap dalam
manik mata hitam pekat itu .....
" bohong kamu "
bantah Vano mana mungkin Dita
tak mencintai atau sekedar menyukai
seorang pun pria dari
sebegitu banyak nya pria yang
mendekati Dita dimanapun apalagi di
sekolah dan ditambah lagi sekarang
di kampus ...
" nggak bohong kak "
jujur Dita mendongak menatap Vano
tapi tangannya masih melingkar
manja di perut dan punggung Vano ...
Vano menolak percaya apalagi sikap
centil Dita selama ini yang selalu
membuat banyak pria baper apalagi
gombalan mautnya .....
belum lagi Dita masih remaja yang
walaupun sudah memasuki tahap
akhir ....
" emang kakak nggak mau nikah
sama Dita " tanya Dita menatap Vano
intens dengan mata cantiknya yang
kelilingi bulu mata yang lentik ....
Dita memang tidak mencintai siapapun
kalau masalah dia suka gombalin pria
dengan kata kata itukan memang hobi
Dita ,,,, ekspresi pria saat di baperin
sangat lucu tapi hanya sebatas itu saja
tak lebih tujuan Dita ......
percaya nggak percaya sih kata
teman dan sahabat Dita bilang
kak Vano mencintai Dita ....
itu dapat terlihat dari cara Vano
memperlakukan Dita
hanya saja otak Dita sangat sulit
untuk mencernanya apalagi Dita
yang tak begitu peka soal perasaan ...
jangankan perasaan orang lain
perasaannya saja sulit Dita mengartikan ...
Vano seperti berjalan di tepi jurang
oleng sedikit mampus ππ
tau dong gimana susahnya bicara
sama orang sensitif dan polos
seperti Dita apalagi gadis kecil itu
yang begitu cepat mengambil kesimpulan
dan ujung ujung nya salah paham ...
" Ka,,,,, Kakak mau ,,, cuma .."
entahlah persetan Vano merasa gugup
bukan maennn rasanya ...
" Cuma apa?"
tanya Dita semakin mengeratkan pelukannya
rasanya Vano sudah keringatan .......
Gimana nggak keringatan coba
Vano yang masih berdiri itu harus
menahan hawa panas lantaran
Dita yang memeluknya erat bahkan
nyaris tanpa jarak .....
tubuh montok dan berisi itu
menempel dengan manjanya ke
tubuh Vano apalagi dada sekal
Dita ....
"demi tuhan imanku sudah menipis "
batin Vano merintih .......
Vano tau kalau Dita itu memeluknya
tak ada tujuan lain kecuali mencari
kenyamanan lagian tak heran ...
memang sudah menjadi kebiasaan
Dita memeluk Vano dari kecil dan
tak hanya Vano saja yang sering di
peluk Dita Mikell dan Vino pun juga ....
namun entah bagaimana dengan
Vano apakah akal sehatnya sudah
mulai hilang bagaimana bisa *afsu nya
menyala bahkan membara saat adiknya
memeluknya .....
memang Sih Dita memiliki tubuh nya
begitu menggoda bahkan lebih
menantang dari cewek sexy ....
gitar Spanyol aja kalah karna cuma
menang body doang lah Dita semuanya
paket komplit lah π
" kamu kan nggak mencintai kakak "
kata Vano mencoba seperti biasa
membuang fikiran kotor nya .....
Dita tersenyum lucu menatap Vano
meletakkan dagu nya di dada Vano
menikmati ekspresi kakaknya itu
gadis kecil itu manjanya semakin
menjadi jadi saja ......
tapi memang biasanya juga begitu !!!
bukan di buat buat kayak tetangga π
" tapi kakak mencintai Dita kannnnπ"
goda gadis nakal itu bahkan matanya
yang masih basah karna menangis
itu ikutan berkedip ....
blussss ....
Vano memegang pinggang Dita
sebelah tangan dan menyentil
kening Dita dengan tangannya yang
satu lagi ....
tapi Vano tak bisa menyembunyikan
rasa malunya .....
...cieeee banyak holang gila disini...
... ππππππ...
... vote...
Canda sayang kasih hadiah dong
biar semangat uppπ