
...1 hari setelahnya ...........
sore ini Dita sudah siap dengan
baju pengantinnya ,,,,,,,
berputar putar di depan cermin
seperti putri kecil yang begitu
senang dan ceria di temani
oleh keluarganya berdandan ...
lalu berfoto ria dalam suasana
bahagia ......
Vano memasuki kamar Dita
dengan gagahnya memakai
setelan jas putih yang begitu
elegan dan berkharisma ...
" Kak Vano ,,,, Dita cantik banget
pake baju yang kakak pilihin "
sorak Dita berlari kearah Vano
senang walaupun dia sedikit
kesusahan karna memakai gaun
pernikahan yang panjang .....
Vano tersenyum membalas pelukan
hangat Dita mengelus dengan sayang
pucuk kepala Dita ......
gadis kecil itu sangat ceria dari tadi
apalagi semenjak Vano memberikan
baju pengantin nya ....
" ehhhh,,,, ngecup nya nanti aja "
komplen Mikell saat melihat Vano
akan mengecup kening Dita ....
" iri aja lo Kell "
sebal Vano ...
" karna nggak mampu "
kata Vino dengan teganya ....
" kalian itu sama aja "
kata Fira dengan jahatnya
membuat kedua anaknya yang
saling ejek itu Diam ....
" Mama"
rengek mereka berdua...
semua keluarga menghampiri
Vano dan Dita ...
" hey,,, nak nanti peluk Vano nya
puas puas sekarang peluk Daddy
dulu " Ditya merangkul anaknya itu
kepelukannya ....
Dita bersembunyi di pelukan hangat
Daddy rasanya malu sekali Dita
juga tak tau kenapa dia sangat
suka memeluk Vano ......
********
pernikahan antara Dita dan Vano
berlangsung dalam suasana hangat
dan bahagia walaupun hanya dihadiri
oleh keluarga inti saja berserta para
pengawal dan pelayan .......
momentum itu berlangsung dengan
sangat hikmat dikediam mereka ....
Vano dan Dita mengikat janji suci
pernikahan mereka .....
sebuah harapan besar tertumpang
dalam pernikahan ini khusus nya
Vano semoga suatu saat pintu hati
Dita terbuka untuknya dan Vano
bisa mendengar dan merasakan
cinta dari Dita....
walaupun acaranya hanya
keluarga inti tapi sahabat Dita
dan Vano di undang untuk
menghadiri pernikahan ini
walaupun secara rahasia ....
" selamat berjuang kak Vano "
kata Dinda dan Cici bersamaan
kedua gadis manis dan imut itu
tengah menghadap Vano dengan
wajah cerianya ...
" harus semangat"
kedua sahabat Dita ini sangat
tau bagaimana perasaan Vano
terhadap Dita selama ini hanya
saja Dita yang sangat polos dan tak
peka membuat Vano harus berjuang
ekstraa jadinya ...
" iya,,, terimakasih "
kata Vano tersenyum hangat
rupanya kedua sahabat Dita ini
menyadari perasaan Vano terhadap
Dita selama ini ....
" kok selamat berjuang sih Ci ,, Din...
bukannya selamat menempuh hidup
baru ya? " tanya Dita dengan fikiran
polosnya ,,, kan biasanya memang itu
yang diucapkan seseorang kepada
pengantin .....
" emang berjuang buat apa ?"
mengerti arah pembicaraan mereka
" berjuang buat hamilin lo "
sebal Cici dengan sahabatnya
yang kelewat polos itu ...
Dita seperti kena sentrum
mendengar ucapan Cici tiba tiba
Dita merinding jadinya .....
melihat Dita yang memejamkan
matanya Dinda segera menyikut
Cici apalagi Vano jangan ditanya
ekspresinya jadi panik karena
melihat Dita .....
" sayang "
Vano menyentuh bahu Dita ..
" hmmm"
Dita mendongak menatap Vano
terselip rasa takut dan ngeri dari
tatapannya ...
" udah jangan difikitin ya ....
kita jalani saja dulu "
kata Vano lembut membuat Dita
kembali seperti biasa .....
" hehehehe,,,, gue becanda Dit ...
maksud gue berjuang buat membangun
keluarga bahagia gitu " jelaskan Cici ..
" terus hadiah buat Dita mana Ci ,,, Din "
tagih Dita lalu Cici dan Dinda memberikan
hadiah dari mereka untuk Dita
" nah ini buat kak Vano "
gadis kecil itu memberikan lagi
hadiah untuk Vano berupa kotak
kecil sebelum mereka pergi ....
*******
...udah ya langsung saja ke intinya capek bacot muluππππ...
selesai acara pernikahan mereka
Vano membawa Dita ke apartemen
yang jaraknya tak begitu jauh dari
rumah mereka .......
Apartemen mewah tempat biasanya
Vano menginap jika dia ingin
menenangkan Diri dan mengeluarkan
semua sesak di hati dan perasaan nya
selama beberapa tahun ini ....
" kita tinggal disini kak ,,,, berdua doang "
tanya gadis kecil yang masih
bergelayut dan memeluk manja
lengan Vano itu .....
" iya sayang "
kata Vano yang terus berjalan
menuju kamar setelah sebelumnya
menutup pintu apartemen ....
Vano berhenti di depan dua pintu
kamar yang saling bersebelahan ...
lalu Vano membuka salah satu pintu
itu ......
" ini kamar kamu "
kata Vano ,,, dia tak ingin memaksa
Dita untuk langsung masuk kedalam
kehidupannya secara pribadi dulu
tapi Vano ingin Dita merasa nyaman
lebih dulu bukan risih dan malah
tidak nyaman karna kehadiran Vano ....
Dita yang masih memeluk
lengan Vano menatap sekelilingnya
lalu bergidik ngeri menatap seisi
kamar yang begitu sunyi ini .....
" kalau kamu butuh sesuatu ,,,,
kamu bisa panggil kakak di
kamar sebelah " kata Vano lagi
dan meminta Dita untuk melepaskan
tangannya ....
" disini nggak ada pelayan kak "
tanya Dita ....
" ada besok dia datang"
kata Vano ....
cukup lama mereka diam dalam
posisi begitu
" hmmmmm,,,,, Dita takut tidur
sendiri disini Dita mau tidur sama
kakak aja " pinta Dita memohon
membuat Vano tersenyum lebar
inilah keinginan Vano .....
setidaknya dia tak memaksa Dita
karna kalau di paksa pasti Dita jadi
risih dan tak nyaman ....
" yaudah kita tidur di kamar sebelah "
ajak Vano .....
next ....
"ahhhhh"
******* tertahan Dita ditengah
kesunyian malam ....
......Dita diapain tuhππππ......