Brother My Husband

Brother My Husband
pacarnya



" haaaa maafin Dita kak "


kata Dita begitu panik melihat


Vano yang duduk di sebelahnya


kesakitan ....


" Dita kau bisa menghancurkan


masa depan kita " omel Vano


setelah rasa sakit nya mereda ....


" yaa maaf kak ,, kan Dita nggak


sengaja " jawab gadis polos itu


santai bahkan seperti tanpa dosa


saja......


" maaf aja nggak cukup ,,, nyeri tau nggak"


ketus Vano buang muka enggan


menatap wajah polos itu .....


" yaudah sini Dita obatin "


kata Dita tulus ...


" nggak usah "


Vano memilih pergi untuk bersiap siap ..


lagian ya kali Dita mengobati nya


bisa gawat kalau Dita sampai megang 😂


" kak Vano jangan marah "


suara kecil Dita dari balik punggung


Vano karna gadis kecil itu memeluk


Vano dari belakang ...


" kakak nggak marah sayang "


kata Vano berbalik lalu menunduk


menatap Dita hangat ...


entahlah walaupun Vano adalah pria


yang cuek dan dingin tapi tidak


untuk Dita ,, jika bersama Dita Vano


akan berubah bahkan dia bisa menjadi


lembut ...


Vano tersenyum lebar memandang


wajah cantik berseri Dita dibalik make up


naturalnya ,,,gadis kecil itu sangat manis


dan menggoda apalagi kalau tersenyum ...


Vano mengecup gemas pipi Dita ....


" yaudah kakak siap siap dulu sebentar ya "


Dita pun mengangguk ,,,, dia duduk di


tepi ranjang sambil memakai sneakers


nya ......


" kenapa "


tanya Vano saat melihat Dita yang


terdiam mendongak menatapnya ..


" kak Vano ganteng banget "


kata Dita spontan...


" sini Dita rapiin sedikit lagi rambutnya "


Vano duduk disebelah Dita membiarkan


Dita merapikan rambutnya .....


" Dita ternyata pelayannya nggak jadi


datang hari ini ,,, jadi kita sarapan di


luar aja ya " kata Vano ...


" terserah kakak deh "


"yuk pergi "


****************


ditengah keramaian Mall di pagi


hari. Dita memeluk manja lengan


Vano begitupun Vano yang menggandeng


Dita mesra .....


" kak ,,,, kalau kita udah nikah aja


terus kapan kita pacarannya "


tanya gadis polos itu .....


" yaa kalau udah nikah ngapain pacaran


lagi " jawab Vano setelah cukup lama


terdiam .....


" hmmmmm,,,, tapi Dita juga mau pacaran "


rengek Dita karna memang selama ini


Dita tak pernah berpacaran sama sekali


bahkan jika Dita terlalu dekat dengan


pria lain saja pasti keluarga melarangnya


kecuali kak Vano .....


sedari dulu Vano memang lebih


memberikan kebebasan kepada


Dita ketimbang keluarga yang lainnya


makanya Dita sering curhat masalah


perasaannya pada kak Vano


dan kak Vano selalu memberikan solusi


yang terbaik untuk Dita ..!


" yaudah hari ini kamu bakalan


kakak jadiin pacar " kata Vano


memenuhi permintaan Dita .....


" tunggu disini ,,,, jangan kemana mana "


kata Vano memperingati sebelum


meninggalkan Dita sendiri di dalam


resto setelah menarikkan kursi


untuk Dita duduk ....


" kakak mau kemana"


tanya Dita tak mau ditinggal ...


" kakak cuma sebentar "


kata Vano menatap para pengawalnya


yang berdiri dari kejauhan agar menjaga


Dita di tempat VIV yang di pesannya ...


" kak Vano "


panggil lirih Dita saat Vano berlalu


pergi meninggalkannya di ruangan


yang mewah itu sendiri ....


" kak Vano kemana sihh ,,,"


lirih Dita takut menatap sekeliling nya ...


walaupun masih pagi tapi kalau


duduk sendiri diruangan yang cukup


besar ini rasanya menyeramkan bagi Dita ...


tak lama pintu ruangan itu kembali


terbuka ,,masuklah Vano yang membawa


buket bunga dan boneka kecil serta


sebuah kotak kecil yang di pegangnya ...


berlutut di hadapan Dita yang


tengah duduk di kursi itu ....


setelah meletakkan semua yang


dibawanya tadi ke atas meja


" maukah kau menjadi pacarku"


ucapan Vano singkat , padat dan jelas ....


sembari tangannya memegang kedua


tangan Dita .....


mata Dita langsung berbinar di buatnya


seketika wajah cantik Dita bersemu merah


entah perasaan apa lah ini yang jelas


Dita belum pernah merasakannya


selama ini ...


Dita berdiri dari duduk nya lalu


tersenyum lebar dan tak lama


kemudian gadis polos itu


mengangguk malu membuat


Vano semakin gemas melihatnya ...


Vano memakaikan cincin yang


tadi dibawanya di jari manis tangan


kanan Dita karna di jari manis tangan


kiri Dita sudah ada cincin pernikahan


mereka .....


masih dalam keadaan berlutut Vano


mengecup kedua tangan Dita dengan


romantisnya sampai gadis polos itu


serasa meleleh di buatnya ...


Vano menyerahkan buket bunga


sekaligus boneka kecil yang tadi


di bawanya kepada Dita ......


barulah pria dewasa itu kembali


berdiri ...


Vano duduk di kursi lalu


meraih dengan lembut pinggang


gadis kecil itu agar duduk di


pangkuannya.....


" kak ,,,, turunin "


Kata Dita yang menunduk malu


dengan wajah merah tomatnya


jika dulu Dita sangat senang duduk


di pangkuan Vano ,,, semenjak


beberapa tahun belakangan ini


Dita merasa malu dan resah saja


jika duduk di pangkuan Vano ...


Vano memiringkan duduk Dita


di pangkuannya agar dia lebih


leluasa menatap wajah Cantik


Dita dan juga agar Dita nyaman


karna bisa bersandar ke dadanya ...


tapi sepertinya gadis kecil itu


tengah malu itu dapat terlihat


dari wajahnya yang memerah ...


" tatap kakak "


saat Dita menatapnya Vano langsung


mengecup bibir sexy itu tapi hanya


sebatas mengecup tak lebih .....


" mulai hari ini selain jadi istri kakak


Dita juga udah jadi pacar kakak ..


jadi sekarang harus mulai terbiasa


dengan kehadiran kakak di hidup


Dita yaa " ucap Vano menatap


Dita teduh ..


" terus Dita harus panggil pacar


Dita apa " tanya Dita dengan polosnya


lagi ...


" panggil lah suami sekaligus pacar


kamu ini dengan panggil yang mewakili


satu perasaan kamu terhadapnya "


kata Vano formal ...


" Sayang "


ucap Dita spontan setelah dia


sejenak terdiam ......


" serius "


tanya Vano dengan ekspresi datarnya


karna Vano tau kalau Dita ingin memanggilnya


dengan sebutan sayang karna gadis


polos itu sering mendengar remaja


seumurannya memanggil pacarnya


dengan kata itu bukan mewakili


perasaannya terhadap Vano ....


" iya Dita kan sayang banget sama kakak"


entahlah Vano juga tidak munafik


rasanya hatinya berbunga bunga


mendengar perkataan Dita walaupun


pikirannya ragu tentang Dita yang


menyayanginya sepenuhnya tapi


hati nurani nya tiba tiba mengatakan


bahwa ucapan Dita barusan benar


adanya bukan sebatas kata ....


apalagi mata polos yang tak pernah


berbohong itu ....!


" coba panggil lagi "


kata Vano tersenyum hangat sambil


menyendok makanan untuk menyuapi


Dita ....


" Sayang "


ucapan Dita malu malu melirik Vano


dengan ekspresi lucunya ....


muahcc


muahcc


Vano mengecupi dengan gemas


pipi kenyal Dita lalu barulah Vano


menyuapinya makanan