Brother My Husband

Brother My Husband
rasa sakit Dita



Vano tak marah , heran ataupun


kesal pria dewasa itu hanya


tersenyum lebar menatap Dita


yang terlihat sangat marah


bercampur cemburu ....


bahkan Vano tak peduli akan


ponselnya yang dilempar Dita


ke santai ......


" hmmkk,,,"


Dita merengek kesal lalu


berbaring memunggungi Vano ...


" Dita ,,,,, "


panggil Vano menyentuh bahu


Dita yang memunggunginya itu


tapi Dita sama sekali tak mau


disentuh Vano .....


Vano tersenyum perasaannya


menghangat saja melihat


perubahan sikap Dita biasanya


gadis kecil itu memang cemburu


jika ada wanita dekat dengan


Vano tapi tak sampai membanting


ponsel Vano juga .....


sepertinya gadis kecil itu benaran


sangat marah dan cemburu bahkan


sakit hati sepertinya ....


apakah sudah mulai ada rasa


cinta di hati Dita untuk Vano ?πŸ˜ƒ


" hiks ,,,, jangan sentuh ,,, Dita lagi "


teriak Dita sepertinya gadis


kecil itu sudah mewek ...


" dengerin penjelasan kakak dulu "


kata Vano mencoba membalikkan


Dita tapi ,,,,


" akkkk "


rintih Vano saat infusnya tertarik


rasanya cukup sakit .....


" kak Vano "


Dita segera berbalik namun ....


Vano menarik paksa infus


menyebalkan itu hingga


terlepas dari tangannya


sehingga darah mengalir


dari bekas tancapan infus itu ...


Vano kesal saja selain membatasi


ruang geraknya infus juga sangat


mengganggu bagi Vano ....


" dokterr,,,,,"


teriak Dita duduk dan menangis


histeris memegang tangan Vano


yang sudah banyak darah mengalir ...


" ada apa nona "


Dokter itu segera mengobati luka


di tangan Vano sebelum darahnya


keluar semakin banyak karna


Vano menarik infusnya dengan kuat


sehingga menimbulkan luka yang


cukup besar di tangannya ....


" kakak kenapa narik infusnya "


teriak Dita marah namun penuh


kekhawatiran .......


saat Dita akan turun dari ranjang


Vano memegang tangannya


tak membiarkan Dita turun ....


" lepas ,,,, Dita mau telfon Mama"


kata Dita ....


kata Vano bisa kena amuk massa πŸ˜…


dia kalau Mama sampai tau


" mau kakak apa sihh "


habis sudah kesabaran Dita


" ya mau kamu duduk disamping


kakak.... itu aja " jawab Vano


santai .....


Dokter dan suster yang sedang


mengobati luka Vano tak bisa


menahan tawanya .....


mereka benar benar kakak beradik


yang aneh .....!


" jangan kalian pasangkan lagi


infus di tangan ku " tegas Vano


" pasang aja dokter "


kata Dita lebih tegas dari Vano


" nggak ,,,, jika kalian memasang nya


lagi aku akan menariknya kembali"


kata Vano keras kepala ....


" kak Vano ,,,,,, apakah kakak akan


hiks ,,, terus menyakiti diri ,,,, kakak


sendiri haahh " sekarang Dita


tak hanya menangis dan kesal


tapi marah atas kelakuan Vano ...


" apa kakak udah nggak sayang Dita ,,,


kakak mau tinggalin Dita ,,,hiks ...


apa kakak udah nggak mau


hidup sama Dita lagi "


sekarang air mata kesedihan


yang begitu mendalam yang


jatuh dari mata Dita .......


seperti ada rasa sakit dan takut


yang terselip dalam ucapannya !


semua orang membeku mendengar


ucapan Dita termasuk keluarga


yang baru sampai bahkan mereka


masih di depan pintu ruangan ...


refleks saja Vano memeluk Dita


yang sudah kacau itu Vano


tak menyangka bahwa tindakannya


yang melepas infusnya begitu


mengguncang Dita ...


" Dita sayang ,,,, Dita sayang sama


kakak ,,,, kakak harus sembuh ...


Dita nggak mau kehilangan kakak "


tangis Dita memeluk Vano


bahkan suaranya sudah serak ....


" iya ,,,, iya maafin kakak ya ..."


kata Vano merasa bersalah


mengelus kepala dan punggung Dita


" pasang lah lagi infus itu di tanganku "


kata Vano meletakkan tangan


kirinya di dekat dokter dan suster


itu sedangkan tangan kanannya


masih memeluk Dita yang menangis


itu .....


" hey,,,,, udah .... jangan nangis


lagi kakak kan udah mau pasang


infus lagi nih " kata Vano membujuk ....


" siapa yang telfon tadi "


jleppp


mati lampuπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


salam sehat sahabat gantungan


hadiah buat Author mana ???😜😜