
Vano tak marah , heran ataupun
kesal pria dewasa itu hanya
tersenyum lebar menatap Dita
yang terlihat sangat marah
bercampur cemburu ....
bahkan Vano tak peduli akan
ponselnya yang dilempar Dita
ke santai ......
" hmmkk,,,"
Dita merengek kesal lalu
berbaring memunggungi Vano ...
" Dita ,,,,, "
panggil Vano menyentuh bahu
Dita yang memunggunginya itu
tapi Dita sama sekali tak mau
disentuh Vano .....
Vano tersenyum perasaannya
menghangat saja melihat
perubahan sikap Dita biasanya
gadis kecil itu memang cemburu
jika ada wanita dekat dengan
Vano tapi tak sampai membanting
ponsel Vano juga .....
sepertinya gadis kecil itu benaran
sangat marah dan cemburu bahkan
sakit hati sepertinya ....
apakah sudah mulai ada rasa
cinta di hati Dita untuk Vano ?π
" hiks ,,,, jangan sentuh ,,, Dita lagi "
teriak Dita sepertinya gadis
kecil itu sudah mewek ...
" dengerin penjelasan kakak dulu "
kata Vano mencoba membalikkan
Dita tapi ,,,,
" akkkk "
rintih Vano saat infusnya tertarik
rasanya cukup sakit .....
" kak Vano "
Dita segera berbalik namun ....
Vano menarik paksa infus
menyebalkan itu hingga
terlepas dari tangannya
sehingga darah mengalir
dari bekas tancapan infus itu ...
Vano kesal saja selain membatasi
ruang geraknya infus juga sangat
mengganggu bagi Vano ....
" dokterr,,,,,"
teriak Dita duduk dan menangis
histeris memegang tangan Vano
yang sudah banyak darah mengalir ...
" ada apa nona "
Dokter itu segera mengobati luka
di tangan Vano sebelum darahnya
keluar semakin banyak karna
Vano menarik infusnya dengan kuat
sehingga menimbulkan luka yang
cukup besar di tangannya ....
" kakak kenapa narik infusnya "
teriak Dita marah namun penuh
kekhawatiran .......
saat Dita akan turun dari ranjang
Vano memegang tangannya
tak membiarkan Dita turun ....
" lepas ,,,, Dita mau telfon Mama"
kata Dita ....
kata Vano bisa kena amuk massa π
dia kalau Mama sampai tau
" mau kakak apa sihh "
habis sudah kesabaran Dita
" ya mau kamu duduk disamping
kakak.... itu aja " jawab Vano
santai .....
Dokter dan suster yang sedang
mengobati luka Vano tak bisa
menahan tawanya .....
mereka benar benar kakak beradik
yang aneh .....!
" jangan kalian pasangkan lagi
infus di tangan ku " tegas Vano
" pasang aja dokter "
kata Dita lebih tegas dari Vano
" nggak ,,,, jika kalian memasang nya
lagi aku akan menariknya kembali"
kata Vano keras kepala ....
" kak Vano ,,,,,, apakah kakak akan
hiks ,,, terus menyakiti diri ,,,, kakak
sendiri haahh " sekarang Dita
tak hanya menangis dan kesal
tapi marah atas kelakuan Vano ...
" apa kakak udah nggak sayang Dita ,,,
kakak mau tinggalin Dita ,,,hiks ...
apa kakak udah nggak mau
hidup sama Dita lagi "
sekarang air mata kesedihan
yang begitu mendalam yang
jatuh dari mata Dita .......
seperti ada rasa sakit dan takut
yang terselip dalam ucapannya !
semua orang membeku mendengar
ucapan Dita termasuk keluarga
yang baru sampai bahkan mereka
masih di depan pintu ruangan ...
refleks saja Vano memeluk Dita
yang sudah kacau itu Vano
tak menyangka bahwa tindakannya
yang melepas infusnya begitu
mengguncang Dita ...
" Dita sayang ,,,, Dita sayang sama
kakak ,,,, kakak harus sembuh ...
Dita nggak mau kehilangan kakak "
tangis Dita memeluk Vano
bahkan suaranya sudah serak ....
" iya ,,,, iya maafin kakak ya ..."
kata Vano merasa bersalah
mengelus kepala dan punggung Dita
" pasang lah lagi infus itu di tanganku "
kata Vano meletakkan tangan
kirinya di dekat dokter dan suster
itu sedangkan tangan kanannya
masih memeluk Dita yang menangis
itu .....
" hey,,,,, udah .... jangan nangis
lagi kakak kan udah mau pasang
infus lagi nih " kata Vano membujuk ....
" siapa yang telfon tadi "
jleppp
mati lampuπππ
salam sehat sahabat gantungan
hadiah buat Author mana ???ππ