Brother My Husband

Brother My Husband
pelukan



Dita memegang kedua tangan Vano


lalu mengecupnya setelah itu


Dita kembali meletakkannya dan


menarik selimut Vano .....


" sekarang kakak harus istirahat


biar cepat sembuh " ucap Dita


lembut menatap Vano hangat ....


bahkan gadis kecil itu mengelus


kepala Vano dengan sayang .....


tak hanya di bibir Vano ada senyum


tertahan tapi di bibir setiap anggota


keluarga seperti nya harapan


mereka akan segera terwujut ...


" istirahat lah dulu nak "


kata Daddy yang diangguki Vano ...


setelah Vano tertidur semua keluarga


berpindah duduk ke sofa dalam ruangan


rawat Vano yang VIV itu ....


mereka mengobrol dengan


hangat sesekali mereka menoleh


ke arah Vano yang tengah istirahat


di atas ranjang minimalis itu .....


hingga jam makan siang datang


semua keluarga makan dalam


suasana seperti biasa sesekali


mereka juga melihat dan memantau


Vano yang tengah tidur ....


hanya saja Vano sang penipu tingkat


dewa itu benar benar pintar nyatanya


dia sudah bangun dari tadi tapi jika


ada keluarga yang akan menatapnya


dia akan kembali memejamkan mata ....


Vano tersenyum hangat menatap


semua keluarganya yang tengah


makan ada rasa penyesalan dalam


diri Vano karna sudah menjadi pemabuk


selama ini sehingga keluarganya lah


yang menjadi korban ....


" kakak udah bangun "


kata Dita yang sudah berdiri di


sebelah Vano membuat Vano


sadar dari lamunannya ...


" udah "


kata Vano tersenyum menatap


wajah cantik Dita ...


" sekarang makan yaa kak "


ucap Vino dan Mikell yang


sudah langsung saja membantu


kakaknya bangun dan membenarkan


bantal agar Vano bisa duduk bersandar ...


" tapi kakak tidak lapar "


kata Vano menatap kedua adiknya


yang berdiri di sebelah kirinya itu...


" lalu kapan kakak akan lapar"


tanya Mikell menatap Vano sebal


yang lagi lagi mengundang senyum


di bibir Vano ..


kita masih disini dia akan tetap menjadi


orang yang tak mau di atur "


ucapan Vino lalu membawa semua


anggota keluarga pergi dan pulang


kerumah ....


bukannya mereka tak mau mengurusi


Vano tapi Vano adalah orang yang


sangat keras kepala dan dia hanya


akan tunduk pada Dita .......


setelah pamit semua keluarga


pulang kerumah meninggalkan Vano


dan Dita berdua di rumah sakit


lagian jika Dita terus bersama Vano


itu akan mempermudah rencana mereka...


" sekarang makan ya kak "


ucapan Dita yang sedang mengaduk


ngaduk bubur itu ......


Vano hendak menolak tapi belum


juga menjawab tatapan mata Dita


membuat Vano mengurungkan niatnya😂


Dita menyuapi Vano dengan pelan


tanpa membiarkan Vano menolak ...


" udah ya sayang"


mohon Vano ....


Dita menggeleng


" kakak harus makan ,,,, kakak nggak


mau kan lemah terus kayak gini"


lirih Dita .....


" biarin aja Dita,,,,, kalau kakak mati


kakak kan nggak bakalan nyu,,,,,,"


" haaaa ,,, udah"


Dita meletakkan mangkuk bubur itu


lalu berdiri memeluk Vano yang masih


duduk di ranjang itu .....


" kakak nggak boleh ngomong gitu ....


kakak harus sembuh ,,,, kakak sayang


kan sama Dita?" tanya Dita ...


" kakak sayang banget sama kamu "


jawab Vano memegang pinggang


Dita semakin mengeratkan pelukanya


sejenak Vano memejamkan mata


dalam hangatnya pelukan Dita ...


" kakak harus cepat sembuh "


uacap Dita sekali lagi ....


" kenapa kamu malas rawat kakak "


ucap Vano mendongak dalam


pelukan Dita ....


" bukan "


" lalu "


" kalau kakak sakit terus yang peluk


Dita tidur siapa?"


ucapan gadis polos itu yang


membuat senyum lebar terukir di


wajah Vano ....


" emang kamu suka kakak peluk ?"