Brother My Husband

Brother My Husband
rumah Hantu vs bianglala



" Daddy enakk "


kata Dita menyuapi Vano


sosis bakar yang tadi mereka


beli ....


" habisin capat ,,,,, Daddy nggak


sabar mau masuk rumah hantu "


kata Vano menatap Dita yang


duduk di sebelahnya memakan


sosis bakar dengan sangat lahap ...


" haaa iya Daddy ,,,, tapi nanti hantuu


nya nggak seram seram kan "


tanya Dita ,,,,dia memang tidak


pernah masuk rumah hantuu sekalipun


berbeda dengan Vano yang setiap


ke pasar malam selalu masuk rumah


hantu bersama kedua adik nakalnya πŸ˜‚


" nggak kok hantu nya lucu lucu


kayak kamuu " kekeh Vano


membersihkan bibir Dita yang


terkena saos...


brukkk


" daddy jahat ,,,,, katain Dita kayak


hantuu" sebal Dita memukul lengan


Vano ...


" Daddy becanda ayok "


ajak Vano setelah Dita menghabiskan


sosisnya lalu membayar .....


sampailah mereka di depan rumah


hantuu setelah Vano membeli


tiket ....


" Daddy ,,,,, kok bunyinya serem banget "


suara kecil Dita takut memeluk


lengan Vano semakin erat ....


" di dalam lebih menantang "


kata Vano menggandeng Dita


masuk .....


semakin kedalam semakin merinding


Dita apalagi mendengar suara menyeramkan yang begitu mendominasi


sedangkan Vano nampak santai


sambil memeluk Dita ....


Dita sudah keringatan dibuatnya ...


lalu tak jauh dari mereka ada


yang melintas sambil merangkak


dalam kegelapan namun begitu


cepattt


" akkkkkkk ,,,,,,Daddy "


teriak Dita semakin memeluk


Vano arat sampai nggak bisa masak


" hahahah,, orang itu Dita "


tawa Vano sambil menenangkan


Ditaa....


semakin kedalam semakin seram


saja tapi Vano terus saja menggandeng


Dita bahkan pintu keluar sudah


dekat .....


tapi langkah Dita terhenti saat


merasakan sebuah tangan


memegang bahunya dan saat


Dita berbalik menatap orang itu ...


" kyaaaaaaa,,,,,, akkkkk ...."


Dita memukul bahkan menendang


hantu menyeramkan itu sampai


tergeletak ....


begitulah Dita saat takut berbeda


dengan wanita kebanyakan ....


power nya keluar saat ketakutan


bagaimana tidak takut melihat


seorang lelaki berwajah pucat


darah berpakaian putuh bernoda


tanah ...


" hahahaha,,,, Dita,,, Dita udahh "


kata Vano melerai dan menarik


Dita sambil tertawa keras ...


" hey,,,, udahhh πŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜‚"


kekeh Vano memeluk Dita karna


gadis kecil itu masih menendang


hantuu yang sudah tergeletak ittu.....


" hiksss ,,,, Dita takuttt ... Dita


mau keluar aja " tangis Dita


dipelukan Vano


" takut gimana ,,,, hantunya yang


takut sama kamu kalau begitu "


kekeh Vano lalu mengulurkan


tangannya kepada hantu itu ....


sambil tetap memeluk Dita yang


bersembunyi takut di pelukannya


" maaf yaaa Mas "


kata Vano sopan dan memberikan


sejumlah uang pada hantu itu


karna Dita sudah menghajarnya πŸ˜‚


" baiklah terimakasih "


kata hantu itu senang ...


" akkkkk "


saat Dita berbalik lagi ,,,, hantu itu


malah kembali mengagetkannya


baru pergi ...


setelah mereka keluar...


" hahahaha ,,,,,, emang galak kamu


ya sayang ... Hantuuu aja takut "


tawa Vano tak habis fikir ...


" hmmmm,,,, Dita nggak mau


masuk lagi serem "


kata Dita .....


Vano membawa Dita membeli


minuman setelah berhenti sejenak


barulah Dita mengajak Vano naik


bianglala ...


setelah membeli tiket ...


" Dita nggak usah yaaa ,,,,,,, tinggi


banget ntar jatuhhh " kata Vano


ngeri menatap bianglala yang


tingginya nyaris sama dengan


rumah 3 lantai ....


" udah ayokkk "


kata Dita kesenangan menarik


tangan Vano untuk antri masuk


ke wahana permaian


Vano memang sedikit takut


ketinggian makanya dia tak pernah


mau naik yang beginian sedari dulu


tapi tak ada keluarga yang tau juga


karna pria cuek itu pandai


menutupi kekurangannya....


biasanya Dita selalu naik bianglala


bersama Vino dan Mikell kalau Vano


dia selalu punya alasan agar tak naik


" kita turun aja yuk sayang"


ajak Vano mulai takut saat mereka


sudah duduk berdua berhadapan


disalah satu ruangan bianglala...


" elehhhh Daddy ini kan permainan


anak anak nggak ada uji nyalinya


ngapain takut " ledek Dita


membalikkan ucapan Vano


jlepppp