
" Daddy enakk "
kata Dita menyuapi Vano
sosis bakar yang tadi mereka
beli ....
" habisin capat ,,,,, Daddy nggak
sabar mau masuk rumah hantu "
kata Vano menatap Dita yang
duduk di sebelahnya memakan
sosis bakar dengan sangat lahap ...
" haaa iya Daddy ,,,, tapi nanti hantuu
nya nggak seram seram kan "
tanya Dita ,,,,dia memang tidak
pernah masuk rumah hantuu sekalipun
berbeda dengan Vano yang setiap
ke pasar malam selalu masuk rumah
hantu bersama kedua adik nakalnya π
" nggak kok hantu nya lucu lucu
kayak kamuu " kekeh Vano
membersihkan bibir Dita yang
terkena saos...
brukkk
" daddy jahat ,,,,, katain Dita kayak
hantuu" sebal Dita memukul lengan
Vano ...
" Daddy becanda ayok "
ajak Vano setelah Dita menghabiskan
sosisnya lalu membayar .....
sampailah mereka di depan rumah
hantuu setelah Vano membeli
tiket ....
" Daddy ,,,,, kok bunyinya serem banget "
suara kecil Dita takut memeluk
lengan Vano semakin erat ....
" di dalam lebih menantang "
kata Vano menggandeng Dita
masuk .....
semakin kedalam semakin merinding
Dita apalagi mendengar suara menyeramkan yang begitu mendominasi
sedangkan Vano nampak santai
sambil memeluk Dita ....
Dita sudah keringatan dibuatnya ...
lalu tak jauh dari mereka ada
yang melintas sambil merangkak
dalam kegelapan namun begitu
cepattt
" akkkkkkk ,,,,,,Daddy "
teriak Dita semakin memeluk
Vano arat sampai nggak bisa masak
" hahahah,, orang itu Dita "
tawa Vano sambil menenangkan
Ditaa....
semakin kedalam semakin seram
saja tapi Vano terus saja menggandeng
Dita bahkan pintu keluar sudah
dekat .....
tapi langkah Dita terhenti saat
merasakan sebuah tangan
memegang bahunya dan saat
Dita berbalik menatap orang itu ...
" kyaaaaaaa,,,,,, akkkkk ...."
Dita memukul bahkan menendang
hantu menyeramkan itu sampai
tergeletak ....
begitulah Dita saat takut berbeda
dengan wanita kebanyakan ....
power nya keluar saat ketakutan
bagaimana tidak takut melihat
seorang lelaki berwajah pucat
darah berpakaian putuh bernoda
tanah ...
" hahahaha,,,, Dita,,, Dita udahh "
kata Vano melerai dan menarik
Dita sambil tertawa keras ...
" hey,,,, udahhh ππππ"
kekeh Vano memeluk Dita karna
gadis kecil itu masih menendang
hantuu yang sudah tergeletak ittu.....
" hiksss ,,,, Dita takuttt ... Dita
mau keluar aja " tangis Dita
dipelukan Vano
" takut gimana ,,,, hantunya yang
takut sama kamu kalau begitu "
kekeh Vano lalu mengulurkan
tangannya kepada hantu itu ....
sambil tetap memeluk Dita yang
bersembunyi takut di pelukannya
" maaf yaaa Mas "
kata Vano sopan dan memberikan
sejumlah uang pada hantu itu
karna Dita sudah menghajarnya π
" baiklah terimakasih "
kata hantu itu senang ...
" akkkkk "
saat Dita berbalik lagi ,,,, hantu itu
malah kembali mengagetkannya
baru pergi ...
setelah mereka keluar...
" hahahaha ,,,,,, emang galak kamu
ya sayang ... Hantuuu aja takut "
tawa Vano tak habis fikir ...
" hmmmm,,,, Dita nggak mau
masuk lagi serem "
kata Dita .....
Vano membawa Dita membeli
minuman setelah berhenti sejenak
barulah Dita mengajak Vano naik
bianglala ...
setelah membeli tiket ...
" Dita nggak usah yaaa ,,,,,,, tinggi
banget ntar jatuhhh " kata Vano
ngeri menatap bianglala yang
tingginya nyaris sama dengan
rumah 3 lantai ....
" udah ayokkk "
kata Dita kesenangan menarik
tangan Vano untuk antri masuk
ke wahana permaian
Vano memang sedikit takut
ketinggian makanya dia tak pernah
mau naik yang beginian sedari dulu
tapi tak ada keluarga yang tau juga
karna pria cuek itu pandai
menutupi kekurangannya....
biasanya Dita selalu naik bianglala
bersama Vino dan Mikell kalau Vano
dia selalu punya alasan agar tak naik
" kita turun aja yuk sayang"
ajak Vano mulai takut saat mereka
sudah duduk berdua berhadapan
disalah satu ruangan bianglala...
" elehhhh Daddy ini kan permainan
anak anak nggak ada uji nyalinya
ngapain takut " ledek Dita
membalikkan ucapan Vano
jlepppp