Brother My Husband

Brother My Husband
istri kesayangan



tak lagi sinis , marah atau apapun yang jelas sekarang hanyalah tatapan memohon Vano yang begitu ingin memeluk Dita membuat keluarga menjadi iba ....


" baiklah aku panggil dokter "


kata Vino ......


ternyata infus Dita maupun Vano belum ada yang bisa dilepas karna kondisi mereka yang belum stabil...


" tapi aku sangat ingin memeluknya"


lirih Vano ....


" baiklah tuan muda kau bisa memeluk nya tapi harus hati hati ya ,,,, jangan sampai infus kalian tertarik dan kalian harus pindah keruang rawat VIP " kata Dokter muda itu yang disetujui Vano dan keluarga ......


setelah melewati rangkaian prosedur akhirnya Vano bisa memeluk Dita seperti keinginannya .....


" dokter kenapa Dita tidak bangun bangun sebenarnya dia tidur atau pingsan " tanya Vano begitu khawatir .....


" pasien hanya berada dalam pengaruh obat tuan yang membuat dia tertidur dengan lelap karna kurang istirahat membuat tubuhnya begitu lemah dan tak bertenaga ditambah lagi kurang asupan makanan sehingga saya memberikan obat tidur padanya agar dia bisa istirahat " jelas dokter itu .....


" tidak berbahaya untuknya kan"


tanya Vano seperti orang bodoh ....


" kak ,,,, mana ada dokter yang memberikan obat berbahaya pada pasiennya " kata Vino geleng kepala ...


" yaaaa kali aja" kata Vano tersenyum malu


" mana mungkin tuan aku meracuni gadis manis ini " kata dokter itu tersenyum menatap Dita membuat dia mendapat pelototan tajam dari Vano tapi sepertinya dokter itu tak peduli .....


" saya permisi tuan,, nyonya " kata dokter itu sopan


" besar juga nyali nih dokter "batin Mikell


lalu menatap Vino yang terkekeh ...


setelah keluarganya pulang tinggallah Vano dengan Dita ditengah kesunyian ruangan rawat mereka .........


muahhcccc


Vano mengecup dengan sangat lama kening Dita mencurahkan segala kerinduan dan kegundahan hatinya pada Dita .......


mendengar cerita keluarga Vano tak bisa berkata apa apa lagi mendengar nya Dita sangat menderita selama beberapa hari ini tapi hati Vano juga bergetar mendengarnya ternyata gadis kecil ini sangat tulus menyayangi Vano .....


" maafin Daddy ya sayang udah bikin kamu khawatir " Vano mengelus kepala Dita dengan sayang memeluk dengan pelan Dita agar infusnya tak tertekan .....


sudah cukup lama Vano menghabiskan waktunya dengan menatap Dita sampai di tengah malam sunyi gadis kecil itu membuka mata ........


" Daddyyy " kata Dita spontan berteriak kesenangan saat membuka matanya dia langsung menatap Vano yang tengah tersenyum padanya ........


" aaaaaa,,,,, Dita rindu Daddy " kata gadis kecil itu kesenangan memeluk Vano ...


" hey ,,, nanti infus kamu terterik sayang "


kata Vano memegang tangan kiri Dita ...


" Dokterrr " teriak Dita langsung duduk diranjang bahkan berteriak tanpa henti sampai dokter menyebalkan itu datang


" apa apa?" kata dokter itu ngos ngosan karna habis lari ....


" Dita mau lepas infus " pinta Dita langsung memberikan tangannya pada dokter itu


" tapi kan belum sembuh " kata dokter itu lembut yang terdengar begitu memuakkan ditelinga Vano ...


" tapi Dita mau peluk Daddy " kata Dita memohon membuat Vano tersenyum senang penuh kemenangan pada dokter itu


" baiklah ,,,,,, tapi janji ya bakalan makan sama minum obat " kata dokter setuju melihat kondisi Dita yang sudah mulai fit


" iya janji dokter " kata Dita tak sabaran


sebenarnya ada rasa tak rela di diri Vano melihat dokter itu memegang tangan Dita tapi harus bagaimana lagi .....


setelah selesai Dita langsung memeluk Vano dan Dokter itu juga sudah keluar dari ruangan mereka .....


" Dita sayang sama Daddy ,,,, hiks ,,,,,maafin Dita Daddy " gadis kecil itu menangis dalam pelukan Vano mengingat hari hari yang dia lalui tanpa Vano di sampingnya


" Daddy jangan kayak kemarin lagi nggak bangun bangun Dita selalu ,,,hiks ,,, tungguin Daddy " tangisnya .....


" mulai hari ini Dita janji bakalan jadi istri yang baik untuk Daddy " kata Dita berjanji


Vano tersenyum lalu menghapus air mata Dita .....


" baiklah Daddy tunggu kamu buktiinnya"


kata Vano tersenyum hangat ....lalu memeluk gadis kecil kesayangan nya itu


" siapa yang sudah berani ingin melenyapkan istriku akan aku buat dia menderita sampai dia mengemis kematian "


kata Vano mengepal tangannya


next


maafkan Author yang sudah lama tidak upp terimakasih buat yang selalu setia menunggu q