
Vano mengeratkan pelukannya
lalu mengelus kepala Dita tanpa
menjelaskan apa apa lagi pada
gadis polos itu .....
" hmmmm,,,, kak Vano jawab "
kata Dita mencoba mendongak
dalam pelukan hangat Vano ...
" istirahat dulu sekarang nanti
kakak jawab "
" tapi ,,,, "
" tidur kakak bilang "
kata Vano tak mau di bantah ....
dengan kesal Dita menutup mata
tapi tetap membalas pelukan Vano ..
Vano hanyut dalam lamunan
tapi tangannya masih tetap
setia mengelus kepala dan
punggung istri kecilnya ......
jujur saja Vano benar benar
bingung dia tak tau harus apa
lagi sekarang semua nya terjadi
diluar kendali tak seperti yang
Vano prediksi sebelumnya .....
dulu Vano berfikir dia hanya akan
memiliki 2 keputusan diakhir
hubungannya dengan Dita yaitu
antara merelakan dan melanjutkan
perjuangan .....
Vano akan mencoba merelakan
Dita bersama orang lain jika Dita
tidak mencintainya tapi nyatanya
gadis polos itu terlalu sulit
untuk di tebak apalagi perasaannya ...
dan ya Vano sudah melanggar
komitmen yang dibuatnya di
awal dan yang paling mengguncang
nya adalah justru keluarga yang
membuat komitmen bersamanya
lah yang membuat Vano melanggar
komitmen itu dengan cara yang
begitu keji ....
Vano juga bingung dia harus
bersikap bagaimana disatu sisi
dia sangat marah dan kecewa
bahkan ingin melampiaskan tapi
di sisi lain dia tak bisa menyakiti
keluarganya sendiri jangan kan
fisik , perasaan saja Vano tak
sanggup ...
untuk itu keputusan Vano saat
ini hanyalah Diam agar semua
baik baik saja walau nyatanya tidak ...
Dita yang sudah hampir tertidur
itu langsung terbangun bahkan
mata cantiknya membulat
saat dia ingat sesuatu ....
" kak Vano "
kata Dita dengan semangatnya
bahkan gadis kecil itu duduk
mengejutkan Vano yang tengah
tiduran sambil melamun itu terkejut ...
" apa kamu kenapa ,,,tidur lagi
sini ayo ,,, kamukan masih lelah
apa badan kamu sakit sakit sayang "
tanya Vano yang khawatir karna
Dita kembali bangun tiba tiba ..
" kak Vano Dita udah bisa punya
Dedek gemoy belum ?"
tanya gadis polos itu menunduk
menatap Vano yang masih rebahan ...
" Dedek gemoy ?"
ulang Vano tak paham apalagi
tatapan penuh harap Dita ..
" iya Dedek gemoy ,,,, kata orang
kalau udah ngelakuin kayak yang
semalam bakalan dapat dedek
gemoy kak " senang Dita berbinar ...
otak Vano jadi mentok mendengar
ucapan Dita !!!
" maksud kamu apa sih "
Vano menindih gadis kecil
itu dia sedikit paham arah ucapan
Dita cuma Ragu ....
Dita pengen banget punya dedek
gemoy " kata Dita lagi tapi aura
bahagia gadis polos itu sangat
mendominasi sampai wajahnya
berseri seri ....
" Dedek gemoy itu apa ?"
tanya Vano dia memang tidak
tau apa itu dedek gemoy ...
kalian juga nggak tau yaa๐๐
" Dedek bayi kak "
jelas Dita membuat Vano
langsung paham ....
dari dulu sih Vano tau kalau
Dita ingin punya adik sampai
dulu saat SD dia menangis
minta adik sama Mommy nya
bahkan pada Mama juga karna
Mommynya nggak bisa ...
Dita sangat suka dengan anak kecil !!!
" jangan di tindih nanti Dedek gemoy
nya sakit " kata Dita mengelus
perutnya sambil tersenyum .....
Vano mencoba mengendalikan
fikirannya yang begitu kalut
dan bercabang cabang mendengar
ucapan Dita ....
" Dita sayang dengerin kakak ya "
kata Vano hangat tak lagi
menindih Dita tapi memeluk
gadis kecil yang kesenangan itu ...
" nggak semudah itu dapat Dedek
gemoy sayang butuh usaha ekstra "
kata Vano mencoba menjelaskan ...
" maksud kakak ?"
suara kecil Dita mendongak menatap
Vano .....
" jadi gini walaupun kita udah
ngelakuin kayak yang semalam
belum tentu di perut Dita udah
ada Dedek gemoy ......karna
harus melakukannya berkali kali
agar dedek gemoy nya bisa jadi "
jelas Vano dengan bahasa
halus karna hanya dengan begitu
istri polosnya bisa paham ...
" tapi kata Cici walaupun cuma
sekali tapi itu bisa bikin hamil
terus punya dedek gemoy deh "
cerita Dita dengan polosnya
dia ingat cerita Cici ...
" iya emang ada yang begitu
cuma sangat jarang "
jelas Vano ....
" hmmmm,,,,,, tapi Dita ingin punya
dedek gemoy ... dulu waktu kecil
Dita minta sama Daddy katanya
nanti setelah menikah Kak
Vano bakalan kasih Dita dedek
gemoy .....Dita mau sekarang "
lirih Dita ....
" yaa tapikan udah kakak bilang
sayang prosesnya butuh berkali
kali nggak bisa langsung jadi "
kata Vano mencoba menjelaskan
memang salah semua keluarga
sedari Dita kecil terlalu dimanjakan
dan tak diizinkan terlalu berbaur
dengan banyak orang bahkan
Dita hanya boleh berinteraksi
dengan orang tertentu sehingga
membuat Dita kelewat polos
tapi keluarga juga punya alasan
yang logis melakukan hal itu
yaitu keselamatan Dita di
atas segala galanya ...
" yaudah kita buat lagi aja ,,,, biar
dedek gemoy nya cepat jadi "
kata gadis polos itu mengajak Vano
tanpa berfikir ....
" yaampun Ditaa"
Vano mengerang frustasi di buatnya
istri polosnya itu ๐