Brother My Husband

Brother My Husband
Dedek gemoy



Vano mengeratkan pelukannya


lalu mengelus kepala Dita tanpa


menjelaskan apa apa lagi pada


gadis polos itu .....


" hmmmm,,,, kak Vano jawab "


kata Dita mencoba mendongak


dalam pelukan hangat Vano ...


" istirahat dulu sekarang nanti


kakak jawab "


" tapi ,,,, "


" tidur kakak bilang "


kata Vano tak mau di bantah ....


dengan kesal Dita menutup mata


tapi tetap membalas pelukan Vano ..


Vano hanyut dalam lamunan


tapi tangannya masih tetap


setia mengelus kepala dan


punggung istri kecilnya ......


jujur saja Vano benar benar


bingung dia tak tau harus apa


lagi sekarang semua nya terjadi


diluar kendali tak seperti yang


Vano prediksi sebelumnya .....


dulu Vano berfikir dia hanya akan


memiliki 2 keputusan diakhir


hubungannya dengan Dita yaitu


antara merelakan dan melanjutkan


perjuangan .....


Vano akan mencoba merelakan


Dita bersama orang lain jika Dita


tidak mencintainya tapi nyatanya


gadis polos itu terlalu sulit


untuk di tebak apalagi perasaannya ...


dan ya Vano sudah melanggar


komitmen yang dibuatnya di


awal dan yang paling mengguncang


nya adalah justru keluarga yang


membuat komitmen bersamanya


lah yang membuat Vano melanggar


komitmen itu dengan cara yang


begitu keji ....


Vano juga bingung dia harus


bersikap bagaimana disatu sisi


dia sangat marah dan kecewa


bahkan ingin melampiaskan tapi


di sisi lain dia tak bisa menyakiti


keluarganya sendiri jangan kan


fisik , perasaan saja Vano tak


sanggup ...


untuk itu keputusan Vano saat


ini hanyalah Diam agar semua


baik baik saja walau nyatanya tidak ...


Dita yang sudah hampir tertidur


itu langsung terbangun bahkan


mata cantiknya membulat


saat dia ingat sesuatu ....


" kak Vano "


kata Dita dengan semangatnya


bahkan gadis kecil itu duduk


mengejutkan Vano yang tengah


tiduran sambil melamun itu terkejut ...


" apa kamu kenapa ,,,tidur lagi


sini ayo ,,, kamukan masih lelah


apa badan kamu sakit sakit sayang "


tanya Vano yang khawatir karna


Dita kembali bangun tiba tiba ..


" kak Vano Dita udah bisa punya


Dedek gemoy belum ?"


tanya gadis polos itu menunduk


menatap Vano yang masih rebahan ...


" Dedek gemoy ?"


ulang Vano tak paham apalagi


tatapan penuh harap Dita ..


" iya Dedek gemoy ,,,, kata orang


kalau udah ngelakuin kayak yang


semalam bakalan dapat dedek


gemoy kak " senang Dita berbinar ...


otak Vano jadi mentok mendengar


ucapan Dita !!!


" maksud kamu apa sih "


Vano menindih gadis kecil


itu dia sedikit paham arah ucapan


Dita cuma Ragu ....


Dita pengen banget punya dedek


gemoy " kata Dita lagi tapi aura


bahagia gadis polos itu sangat


mendominasi sampai wajahnya


berseri seri ....


" Dedek gemoy itu apa ?"


tanya Vano dia memang tidak


tau apa itu dedek gemoy ...


kalian juga nggak tau yaa๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜†


" Dedek bayi kak "


jelas Dita membuat Vano


langsung paham ....


dari dulu sih Vano tau kalau


Dita ingin punya adik sampai


dulu saat SD dia menangis


minta adik sama Mommy nya


bahkan pada Mama juga karna


Mommynya nggak bisa ...


Dita sangat suka dengan anak kecil !!!


" jangan di tindih nanti Dedek gemoy


nya sakit " kata Dita mengelus


perutnya sambil tersenyum .....


Vano mencoba mengendalikan


fikirannya yang begitu kalut


dan bercabang cabang mendengar


ucapan Dita ....


" Dita sayang dengerin kakak ya "


kata Vano hangat tak lagi


menindih Dita tapi memeluk


gadis kecil yang kesenangan itu ...


" nggak semudah itu dapat Dedek


gemoy sayang butuh usaha ekstra "


kata Vano mencoba menjelaskan ...


" maksud kakak ?"


suara kecil Dita mendongak menatap


Vano .....


" jadi gini walaupun kita udah


ngelakuin kayak yang semalam


belum tentu di perut Dita udah


ada Dedek gemoy ......karna


harus melakukannya berkali kali


agar dedek gemoy nya bisa jadi "


jelas Vano dengan bahasa


halus karna hanya dengan begitu


istri polosnya bisa paham ...


" tapi kata Cici walaupun cuma


sekali tapi itu bisa bikin hamil


terus punya dedek gemoy deh "


cerita Dita dengan polosnya


dia ingat cerita Cici ...


" iya emang ada yang begitu


cuma sangat jarang "


jelas Vano ....


" hmmmm,,,,,, tapi Dita ingin punya


dedek gemoy ... dulu waktu kecil


Dita minta sama Daddy katanya


nanti setelah menikah Kak


Vano bakalan kasih Dita dedek


gemoy .....Dita mau sekarang "


lirih Dita ....


" yaa tapikan udah kakak bilang


sayang prosesnya butuh berkali


kali nggak bisa langsung jadi "


kata Vano mencoba menjelaskan


memang salah semua keluarga


sedari Dita kecil terlalu dimanjakan


dan tak diizinkan terlalu berbaur


dengan banyak orang bahkan


Dita hanya boleh berinteraksi


dengan orang tertentu sehingga


membuat Dita kelewat polos


tapi keluarga juga punya alasan


yang logis melakukan hal itu


yaitu keselamatan Dita di


atas segala galanya ...


" yaudah kita buat lagi aja ,,,, biar


dedek gemoy nya cepat jadi "


kata gadis polos itu mengajak Vano


tanpa berfikir ....


" yaampun Ditaa"


Vano mengerang frustasi di buatnya


istri polosnya itu ๐Ÿ˜Ž