
Vano berjalan dengan tergesa gesa
mengambil selimut di Ranjang
lalu menutup tubuh Dita dengan
selimut .......
" enak banget kamu keluar kayak
gini yaa ,,,, kalau ada laki laki lain
gimana bisa di p****** kamu tau nggak "
omel Vano menutupi seluruh tubuh
Dita dengan selimut lalu mengangkat
Dita menuju ruang ganti ...
" lagian apa salahnya kamu panggil
kakak dulu minta ambilin handuk
atau baju kek ,,, bukan main keluar
kamar mandi aja t****** kayak gini "
Vano terus saja mengomel ...
" Dita nggak t****** kok kak nih
Dita pake handuk " jawab Dita
dengan polosnya ...
Vano menurunkan gadis kecil
itu di atas meja ruang ganti ....
" pake handuk kamu bilang ...
kalau pake handuk sekecil ini
sama aja dengan nggak pake "
kata Vano lagi ...
" yaa bukan salah Dita dong kak "
kata Dita tak mau disalahkan
" terus salah siapa "
kata Vano kesal ...
" ya salah kamar mandi kenapa disana
nggak ada handuk " kekeh Dita dengan
jawaban menyebalkannya yang bikin
Vano emosi...
Dita itu memang sudah terbiasa
diomeli oleh Vano karena kebiasaan
kebiasaan nyelenehnya jadi untuk
meminimalisir omelan Vano Dita
cenderung bercanda ....
" capek kakak ngomong sama kamu "
kata Vano memijat pelipisnya ...
iya sedari dulu dia sering omelin Dita
sebagai adiknya lah sekarang udah jadi
istrinya si Dita makin menjadi jadi saja ...
" hehehe maaf kak ,,, tadi Dita udah
dingin habis mandi makanya Dita
keluar aja minta handuk sama kakak "
kata Dita ...
" emang kamu mandi air dingin "
tanya Vano mengintimidasi ...
Dita mengangguk ..
spontan saja Vano memeluk Dita
yang dia duduk kan di atas meja itu ...
" yaampun sayang kok mandi air
dingin sih kan air hangat ada kamu
bisa atur airnya ke mode hangat
supaya kamu nggak dingin "
khawatir Vano memeluk Dita
erat mengelus ngelus punggung
dan kepala Dita ...
" sebenarnya Dita juga mau mandi
air hangat kak tapi ,,, ,"
" tapi apa ,,,"
" tapi boong ππππππ"
gadis nakal itu tertawa keras melihat
lucunya ekspresi Vano
pletakkk
" menyebalkan "
kesal Vano melepaskan pelukannya
lalu mengambil handuk dan segera pergi
" kak Vano turunin"
manja Dita merengek karna memang
kakinya tak kesampaian kalau mau
turun dari meja yang lumayan tinggi itu..
" turun aja sendiri "
kata Vano cuek terus berjalan
dia sudah hampir sampai di pintu
ruang ganti ...
" Dita lompat nihhhh "
kata Dita dengan senyum nakalnya
" berani lompat kakak jitak kepala kamu "
kesal Vano berbalik lagi menghampiri
Dita ...
" yaudah turunin "
kata Dita dengan manjanya tangannya
masih memegang selimut serta
handuk yang menutupi tubuhnya ...
muahccc ...
Dita mengecup pipi Vano gemas
walaupun Vano itu orangnya sedikit
cuek dan suka omelin Dita tapi
Vano sangatlah penyayang pada
Dita ....
" cepetan ganti baju ,,,, habis itu
siapin baju buat kakak pake"
kata Vano sebelum keluar dari
ruang ganti ...
" kenapa Dita yang siapin baju untuk
kakak?" tanya Dita heran
" karna kamu itu istri kakak ...
mau kamu wanita lain yang siapin
baju buat kakak " kata Vano santai
lalu melangkah pergi ..
" apaan sih kak Vano pake sebut
sebut wanita lain Dita nggak suka "
teriak nya kesal ...
sedari dulu Dita sangatlah tak suka
Vano dekat dengan wanita lain
apalagi kalau Vano sudah pacaran ...
Dita akan ngambek nggak mau
ketemu sama Vano sebelum Vano
mutusin pacarnya .....
jika itu tak mempan terakhir kali
sih Dita buat berantem Vano sama
pacarnya sampai putus dengan
berbagai cara ....
...jahat nggak sihh Dita?...
ya walaupun selama ini Vano
beberapa kali berpacaran itu
hanya lah untuk sebatas pelarian
dari rasa sakit yang menyesakkan
hatinya apalagi beberapa tahun
belakangan ini semenjak Dita ramaja .....
keluarga pun tau akan hal itu
mereka juga tidak melarang lagian
setiap wanita yang menjadi pacar
Vano juga hanya mengincar harta
Vano saat bersama Vano jadi pass
dong kalau Vano juga menjadikan
mereka hanya sebatas pelarian ...
tapi Papa dan Daddy memberikan
Vano sebuah batasan dalam hal itu ...
next ....
Pacar
...romantis banget habis ini pokoknya ...
...like dan vote ...