
"kok Dita kak "
kata Dita terkejut menatap Vano
tanpa berkedip.....
Vano mengecup kening Dita
dengan sayang lalu menyembunyikan
Dita dalam pelukan hangatnya bahkan
Vano menyelimuti Dita .....
" kakak jawab "
rengekan Dita dalam pelukan hangat Vano .....
" emang selama ini kakak mencintai
Dita " tanya Dita lagi karna Vano
terus diam bahkan tak membiarkan
Dita mendongak menatapnya ...
" sejak kapan ?"
Dita terus saja bertanya walaupun
Vano tak menjawabnya ...
" kakak nggak tidurkan "
sebal Dita karna Vano terus diam
walaupun dia masih terus mengelus
kepala Dita......
Dita mendongak dengan paksa
tak peduli Vano yang menahannya
Dita menatap Vano dengan mata
cantiknya yang sayu bahkan
gadis kecil itu sudah cemberut ...
" kak Vano kok jadi bisu sih "
kesal Dita hendak bangun dan
pergi saja tapi Vano kembali
merangkul Dita dan memeluk
Dita dari balik selimut dan kembali
mengecup kening dan pipi Dita
dengan sayang ...
" kalau iya selama ini kakak mencintai
kamu kenapa?" kata Vano balik
bertanya ....
" nggak mungkin" kata Dita ...
" letak nggak mungkinnya dimana"
tanya Vano sekarang tangannya
sibuk bermain di wajah cantik Dita ...
" Dita kan bukan tipe kakak "
Dita menjawab spontan...
" mencintai itu bukan soal tipe
sayang tapi soal hati dan perasaan
tentang kepada siapa hati ini
berlabuh dan cinta itu tumbuh ....
tak ada defenisi perihal cinta setiap
orang punya defenisi berbeda "
jelas Vano formal ....
" lagian mencintai itu kata sifat
yang artinya secara spontan berasal
dari dalam diri seseorang ...
bukan kata kerja yang mencakup
rumus , tipe ataupun logika "
jelas Vano ....
" tapi kenapa kakak bisa jatuh cinta
sama Dita " heran Dita kenapa dari
sekian banyak wanita cantik dan
sempurna yang mengejar ngejar Vano
kok Vano malah jatuh cinta pada Dita ...
" karna hati kakak memilih kamu "
jawab Vano singkat ,padat dan jelas ...
" Dita nggak paham kak"
keluh Dita fikiran polosnya sulit
mencerna kata kata Vano yang
penuh isyarat ....
" mungkin sekarang kamu belum
paham sepenuhnya tapi seiring
berjalannya waktu kamu akan
paham dan mengerti " kata Vano
tersenyum hangat mengelus pipi
kenyal Dita ....
sambung Vano
" apa ?"
" kakak mencintai kamu "
ucapan Vano dari hati ke hati ..
" tapi sejak kapan ?"
tanya Dita masih penasaran ...
Vano tak menjawab tapi hanya
tersenyum sampai Dita pangling
melihatnya .....
Dita memilih memunggungi Vano
saja entah mengapa dia merasa
risih dan malu melihat tatapan Vano ...
" kamu nggak perlu tau sejak kapan
kakak mencintai kamu ,,,, lagian
kakak juga tak punya jawaban atas
pertanyaan itu .... yang jelas kakak
mencintai kamu " ucapan Vano
pelan di dekat telinga Dita karna
pria dewasa itu memeluk Dita dari
belakang ....
persetan Dita sekarang merasakan
perasaan yang tak pernah dia rasakan
sebelumnya bahkan rasa gugup tiba tiba
datang menghampirinya ......
apalagi sentuhan Vano ditubuhnya
Dita merasakan desiran aneh dalam dirinya
semakin Vano mengeratkan
pelukannya semakin aneh yang Dita
rasakan .......
" kak Dita lapar"
suara kecil Dita .....
Vano menatap jam dinding ternyata
sudah hampir jam 3 sore .......
" tapi kan disini nggak ada makanan ..
bibiknya juga nggak ada "
keluh Dita duduk di tepi ranjang ....
sebenarnya Vano juga heran kok
banyak sekali alasan pelayan untuk
tidak datang kesini bahkan dari sekian
banyak pelayan di rumah utama
kenapa tak ada satupun yang bisa ...
pasti ini ulah Mama dan Mommy ?
" yaudah kita masak aja ya sayang "
ajak Vano berdiri sambil menggulung
lengan kemejanya dan melepas
beberapa kancing kemejanya ....
sejenak Dita yang masih duduk
di tepi raniang terpana melihat
kharisma seorang Stevano wilson
yang terlihat tampan dalam penampilan
acakan nya ....
Vano meniup mata gadis kecil itu
sambil tertawa membuat Dita terkejut
lalu wajahnya yang cantik itu bersemu
merah jadinya ......
" kau terpesona sayang "
goda Vano ....
" nggak kok sayang "
jawab Dita cepat tapi ada yang istimewa
di akhir kalimatnya ......
lagi dan lagi Vano tersenyum lebar
di buatnya ...perasaan Vano menghangat
menatap wajah malu malu istri kecilnya itu
" ayok "
Vano menggenggam tangan Dita
dan membawanya menuju dapur
" tapi Dita nggak bisa masak"
suara kecil Dita ....
" suamimu kan bisa"