Brother My Husband

Brother My Husband
menghangat



"kok Dita kak "


kata Dita terkejut menatap Vano


tanpa berkedip.....


Vano mengecup kening Dita


dengan sayang lalu menyembunyikan


Dita dalam pelukan hangatnya bahkan


Vano menyelimuti Dita .....


" kakak jawab "


rengekan Dita dalam pelukan hangat Vano .....


" emang selama ini kakak mencintai


Dita " tanya Dita lagi karna Vano


terus diam bahkan tak membiarkan


Dita mendongak menatapnya ...


" sejak kapan ?"


Dita terus saja bertanya walaupun


Vano tak menjawabnya ...


" kakak nggak tidurkan "


sebal Dita karna Vano terus diam


walaupun dia masih terus mengelus


kepala Dita......


Dita mendongak dengan paksa


tak peduli Vano yang menahannya


Dita menatap Vano dengan mata


cantiknya yang sayu bahkan


gadis kecil itu sudah cemberut ...


" kak Vano kok jadi bisu sih "


kesal Dita hendak bangun dan


pergi saja tapi Vano kembali


merangkul Dita dan memeluk


Dita dari balik selimut dan kembali


mengecup kening dan pipi Dita


dengan sayang ...


" kalau iya selama ini kakak mencintai


kamu kenapa?" kata Vano balik


bertanya ....


" nggak mungkin" kata Dita ...


" letak nggak mungkinnya dimana"


tanya Vano sekarang tangannya


sibuk bermain di wajah cantik Dita ...


" Dita kan bukan tipe kakak "


Dita menjawab spontan...


" mencintai itu bukan soal tipe


sayang tapi soal hati dan perasaan


tentang kepada siapa hati ini


berlabuh dan cinta itu tumbuh ....


tak ada defenisi perihal cinta setiap


orang punya defenisi berbeda "


jelas Vano formal ....


" lagian mencintai itu kata sifat


yang artinya secara spontan berasal


dari dalam diri seseorang ...


bukan kata kerja yang mencakup


rumus , tipe ataupun logika "


jelas Vano ....


" tapi kenapa kakak bisa jatuh cinta


sama Dita " heran Dita kenapa dari


sekian banyak wanita cantik dan


sempurna yang mengejar ngejar Vano


kok Vano malah jatuh cinta pada Dita ...


" karna hati kakak memilih kamu "


jawab Vano singkat ,padat dan jelas ...


" Dita nggak paham kak"


keluh Dita fikiran polosnya sulit


mencerna kata kata Vano yang


penuh isyarat ....


" mungkin sekarang kamu belum


paham sepenuhnya tapi seiring


berjalannya waktu kamu akan


paham dan mengerti " kata Vano


tersenyum hangat mengelus pipi


kenyal Dita ....


sambung Vano


" apa ?"


" kakak mencintai kamu "


ucapan Vano dari hati ke hati ..


" tapi sejak kapan ?"


tanya Dita masih penasaran ...


Vano tak menjawab tapi hanya


tersenyum sampai Dita pangling


melihatnya .....


Dita memilih memunggungi Vano


saja entah mengapa dia merasa


risih dan malu melihat tatapan Vano ...


" kamu nggak perlu tau sejak kapan


kakak mencintai kamu ,,,, lagian


kakak juga tak punya jawaban atas


pertanyaan itu .... yang jelas kakak


mencintai kamu " ucapan Vano


pelan di dekat telinga Dita karna


pria dewasa itu memeluk Dita dari


belakang ....


persetan Dita sekarang merasakan


perasaan yang tak pernah dia rasakan


sebelumnya bahkan rasa gugup tiba tiba


datang menghampirinya ......


apalagi sentuhan Vano ditubuhnya


Dita merasakan desiran aneh dalam dirinya


semakin Vano mengeratkan


pelukannya semakin aneh yang Dita


rasakan .......


" kak Dita lapar"


suara kecil Dita .....


Vano menatap jam dinding ternyata


sudah hampir jam 3 sore .......


" tapi kan disini nggak ada makanan ..


bibiknya juga nggak ada "


keluh Dita duduk di tepi ranjang ....


sebenarnya Vano juga heran kok


banyak sekali alasan pelayan untuk


tidak datang kesini bahkan dari sekian


banyak pelayan di rumah utama


kenapa tak ada satupun yang bisa ...


pasti ini ulah Mama dan Mommy ?


" yaudah kita masak aja ya sayang "


ajak Vano berdiri sambil menggulung


lengan kemejanya dan melepas


beberapa kancing kemejanya ....


sejenak Dita yang masih duduk


di tepi raniang terpana melihat


kharisma seorang Stevano wilson


yang terlihat tampan dalam penampilan


acakan nya ....


Vano meniup mata gadis kecil itu


sambil tertawa membuat Dita terkejut


lalu wajahnya yang cantik itu bersemu


merah jadinya ......


" kau terpesona sayang "


goda Vano ....


" nggak kok sayang "


jawab Dita cepat tapi ada yang istimewa


di akhir kalimatnya ......


lagi dan lagi Vano tersenyum lebar


di buatnya ...perasaan Vano menghangat


menatap wajah malu malu istri kecilnya itu


" ayok "


Vano menggenggam tangan Dita


dan membawanya menuju dapur


" tapi Dita nggak bisa masak"


suara kecil Dita ....


" suamimu kan bisa"