Brother My Husband

Brother My Husband
galak



'' kakak itu lagi serius ,,, "


kata Vano galak setelah berhasil


mengendalikan ekpresi wajahnya ...


" heheheh,,, kakak kok jadi galak sih "


kekeh Dita ...


" terus kalau galak kenapa ?"


ketus Vano .....


entahlah rasanya dia masih sangat


malu rasanya apakah selama ini Dita


sudah tau perasaan Vano terhadapnya ...


tapi tak mungkin juga gadis polos


yang tak pernah peka ini sadar ...


palingan dia hanya becanda seperti


hobinya ...


" Dita becanda kak ,,,, ya kali kakak


cinta sama Dita kan banyak wanita yang


cantik dari Dita " kata Dita polos


" kamu lebih cantik dari wanita


manapun dimata kakak "


jawab Vano langsung dan mengecup


Dita ...


tapi bukan kening melainkan pipi..


Vano melihat reaksi Dita yang biasa


saja berarti memang benar belum ada


yang berubah perasaan Dita terhadap


Vano ....


karna biasanya jika seorang wanita


di kecup pipi nya oleh lawan jenis


pasti reaksinya berbeda apalagi


kalau dia memiliki perasaan cinta


atau sekedar tertarik kepada pria ...


Vano menatap jam dinding di


kamarnya yang sudah menunjukkan


pukul 10 pagi ......


" kakak mau kekantor ya "


tanya Dita .....


walaupun sekarang Vano menjadi


Direktur di perusahaan keluarga


tapi Vano juga mempunyai perusahaan


pribadi nya yang besarnya hampir


sama dengan perusahaan keluarga ..


perusahaan yang didirikan Vano semakin


maju pesat dalam 1 tahun belakangan ini


karna kepintaran dan cara Vano dalam


memimpin perusahaan sungguh menakjubkan


seperti maknet yang menarik minat


banyak orang untuk bergabung dengan


perusahaan ....


" iya "


jawab Vano berjalan menuju ruang


ganti karna 2 jam lagi dia harus


menghadiri meeting penting ....


" Dita boleh ikut nggak Kak"


kata Dita memegang tangan Vano


" emang Dita nggak kuliah "


tanya Vano ...


" hari ini Dita nggak ada makul kak "


kata Dita ...


" yaudah ,,,,, minta izin dulu sama


orang tua kita,,,,, lalu ganti baju "


kata Vano menatap Dita lembut


" mmm,,,, iya kak ....tungguin Dita ya"


gadis kecil itu meronta senang dan


berlari keluar kamar sambil goyang


goyang seperti kebiasaan nya ...


melihat Dita yang menuruni tangga


dengan senangnya semua keluarga


yang duduk di ruang tengah saling


tatap dengan heran bukankah Dita


tadi marah marah pada Vano .....


ya " izin Dita sekaligus menatap Mommy


dan Mamanya ...


sedangkan Mikell dan Vino sudah berangkat


ke kantor setengah jam yang lalu ..


" pergilah ,,, tapi jangan membuat Vano


pusing dengan tingkah kamu "


kata Daddy bukannya dia tak tau


seberapa Nakalnya anak gadisnya itu


" nggak Papa Vano pusing dengan tingkah


Dita dari pada gila karna Dita "


kekeh Fira yang disambut tawa


hangat yang lainnya ....


" Dita nggak sejahat itu Maa sampai


bikin kak Vano gila " kata Dita polos


" iya ,,,,, pergilah ganti baju nanti


Vano telat lagi kekantornya karna


nungguin kamu '' kata Tasya mengelus


kepala anaknya itu


" iya " Dita melangkah pergi


" Dita " panggil Sony


" iya Pah "


" dandan yang cantik di kantor


banyak wanita sexy ntar kamu


kalah lagi " kata Sony sengaja


memanas manasi anaknya itu ...


" ihhhh,,,,, mata Papah jelalatan


sampe tau kalau semua wanita


di kantor itu sexy " balas Dita


dengan tampang bodohnya


tapi anak Nakal itu sudah


mendorong Sony kelubang buaya


secara tidak langsung...


" Papa sering liatin cewek sexy Mah


kalau kekantor " kata Dita lalu


berlari kencang menaiki tangga


" byby "


teriak Fira lalu memukul suaminya itu


" byby itu udah tua tau nggak masih


aja jelalatan " kesal Fira memukul Sony


dengan bantal....


" kamu ya Ra cemburuan banget"


kekeh Tasya ..


" namanya juga cinta Sya "


jawab Sony tertawa keras walaupun


dia masih terus menghindar dari


pukulan Fira ....


" lagian kamu Ra kayak nggak tau


aja gimana jahilnya Dita"


kata Ditya yang membuat Fira sadar ...


" Ditaa" teriak Fira menggema


keseluruhan ruangan ....


blemmmmm ....


Dita berlari cepat kekamarnya dan


menutup pintu kamarnya kencang ...


" huuuuf,,,, hampir aja kena amuk Mama"


kata Dita ngos ngosan masih memegang


gagang pintu setelah menguncinya ....


" hmmmm"


Dita langsung berbalik mencari sumber


suara itu ....


" kak "


kata Dita menatap Vano yang taunya


sudah ada di dalam kamar Dita


berbaring nyaman di atas ranjang


Dita menjadikan sebelah tangannya


bantal......


...Vano ngapain ya πŸ˜‚πŸ˜‚...


jemur dulu habis nyuci