
" udah lah Dita kakak nggak
mau bahas itu lagi " jawab
Vano datar rasanya Vano
emosi saja jika mengingat nya ...
" tapi Dita penasaran ,,,,,emang
siapa yang udah masukin obat
itu keminuman kakak "
tanya Dita sangat penasaran .....
" kakak kan udah bilang ,,,kakak
nggak mau bahas apa kamu mau
kakak emosi lagi terus berantem
sama orangnya " kata Vano dengan
nada bicara meninggi agar Dita
tak lagi menanyakan soal itu .....
karna sedari dulu Dita sangat
melarang Vano berkelahi dengan
siapapun ....
" jangan kak ,,,, iya Dita nggak bahas
lagi " kata Dita memeluk Vano
erat dan mengelus ngelus dada
Vano agar emosinya turun .....
" itu apa kak "
tanya Dita menunjuk ke atas meja
makan ,,,, seperti produk kosmetik
tapi bukan juga sih hanya kemasan
nya saja yang mirip Dita tak kenal
dengan merek produk itu ....
tulisannya tulisan planet π
Dita tak pandai membacanya
" salaf ,,,,, coba sini kakak liat
lehernya " Dita yang duduk miring
di pangkuan Vano itu dengan
patuhnya mengangkat dagunya memperlihatkan lehernya pada
Vano ........
" pegang salaf nya sini kakak
olesin " kata Vano mengolesi
setiap bagian yang memerah ...
" kakak dapat salaf ini dimana ?"
tanya Dita menatap Vano ...
" ya belilah masa maling "
jawab Vano ....
" hehehee ,,,,, kirain "
kata Dita tertawa cekikilan....
plakkk
Vano menampar pelan paha
gadis kecil itu .....
" ihhhhhh ,,,,,, kakak dari dulu
selalu aja suka nampar paha
Dita" cemberut gadis kecil itu
" terus kamu maunya apa yang
ditampar" tanya Vano ....
" yaaa kan bisa tangan atau ,,,,kaki "
" kaki sama tangan kamu nggak
empuk " jawab Vano dengan
jahat nya .....
membuat Dita makin manyun
dibuatnya ....
" benerin tuh bibir kakak cium ntar "
kata Vano menakut nakuti ....
" ayok cium "
kata Dita senang dan berbinar
hilang sudah manyunnya ...
Vano tersenyum lebar sepertinya
istri polosnya mulai candu ....
mari kita buktikan !!!
" nggak ahhhh "
kata Vano cuek dan terus mengolesi
leher Dita yang masih memerah
" hmmmmm,,,,,, ayok kak ,,,, kan
dari pagi kakak belum cium Dita "
kata gadis polos itu memegang
wajah Vano agar menatapnya ....
jujur saja Dita sangat suka di
cium Vano rasanya enakkk π
" yaudah kalau gitu kamu yang
cium kakak " tawar Vano
" tapi Dita kan gak bisa ,,,,, nggak
tau juga caranya " kata Dita
memelas menatap Vano ....
Vano tertawa kecil lalu memegang
dagu gadis kecil yang memelas itu
dan Dita sudah membelit leher
Vano dengan tangan manjanya .....
Vano mencium gadis kecil
itu dengan lembut dan penuh
kehangatan tapi baru Dita
menikmatinya Vano sudah
" hmmm,,,,, kak Vano lagi "
pinta Dita terang terangan .....
beginilah kalau gadis polos yang
kecanduan dia akan langsung
meminta kayak minta uang jajan
tanpa ragu ....
Vano melakukannya lagi bahkan
lebih lama .......
" enak ,,,, kamu candu ya "
senyum Vano membersihkan
sudut bibir Dita dan dengan
polosnya Dita mengangguk ....
muahcccc
" tapi ingat ya sayang cuma boleh
minta sama kakak nggak boleh
minta sama orang lain "
jelas Vano kembali mengangkat
Dita dan membawanya menuju
kamar ......
" kenapa ?"
tanya gadis polos itu
" karna kamu itu istri kakak cuma
kakak yang boleh cium kamu
nggak boleh orang lain "
kata Vano yang sudah menindih
separuh tubuh Dita di atas ranjang
" kalau orang lain gimana "
tanya Dita
" jangan sampai itu terjadi"
kata Vano membentengi
" kalau terjadi ?"
" kakak bakalan marah sama
hukum kamu " tegas Vano...
" hukumannya apa kak "
tanya Dita penasaran ....
" alah banyak tanya kamu yaa,,,,
pokoknya hukumannya bakalan
bikin kamu kapok dan untuk
orang yang udah berani cium
kamu bakalan kakak kupas
kulitnya hidup hidup " kata Vano.
seperti seorang psikopat ..
Dita sudah bergidik ngeri serta
takut dan seketika dia menangis ...
" ehhh,,,, kok nangis sayang "
kata Vano khawatir ......
" apa ,, sakit lagi pahanya "
tanya Vano memeriksa ....
" Dita nggak ,,,, nyangka hiks ...
kakak setega itu " tangis
gadis kecil itu takut ....
awalnya Vano memang panik
tapi yasudahlah sudah terlanjur
juga .....
" yaaa makanya jangan mau
di cium orang lain ya sayang "
lembut Vano mengelus pipi
istri kecilnya mengecup dengan
sayang kening Dita
" iya ,,,,, berarti kalau Dita pengen
cuma boleh minta sama kakak"
tanya gadis polos itu menghapus
air matanya ....
" pinter "
kata Vano mengelus kepala Dita ...
" sekarang kamu tidur yaa,,,,, istirahat
lagi masih capek kan " tanya Vano
yang diangguki Dita .......
walaupun Vano merasakan
perasaan tak menentu sekarang
tapi yang jelas rasa sayangnya
semakin besar untuk Dita ....
" kak Vano ,,,,, Dita mau pulang
kerumah utama " kata Dita tiba tiba ...
" Dita kangen sama Mommy dan
Mama sama Daddy dan Papa juga
apalagi sama kak Mikell dan kak Vino "
kata Dita menatap Vano yang
berbaring sambil memeluknya itu ...
mendengar perkataan Dita tiba tiba
raut wajah Vano jadi jauh berubah
membuat Dita menatapnya dengan
heran sekaligus tak mengerti ....
kira kira apa yang akan dilakukan
Vano ?